
Selama perjalanan pulang, Dimas terlihat diam saja. Bahkan dia terlihat melamun ketika menyetir mobil.
"Kak" Panggil Putri.
"Hmm" Kata Dimas.
"Kak Tiara sudah tahu?" Tanya Putri.
"Tidak Put, biarkan saja. Selama dia bahagia, kakak tidak apa-apa" Kata Dimas.
"Tidak bisa begitu kak. Kak Tiara harus tahu juga siapa kakak dan masa lalu kalian" Kata Putri.
"Hmm, Sepertinya tidak perlu Put" Kata Dimas.
"Lalu bagaimana perjodohan kalian? Papa pasti akan sangat kecewa" Kata Putri.
"Nanti kakak yang akan bicara pada Papa" Kata Dimas.
"Hmm, Baiklah. Aku kagum sama kakak. Kakak kuat banget, bahkan tidak terlihat sama sekali ketika patah hati" kata Putri.
"Hmmm, kakak laki-laki Put. Malu lah nangis di depan kamu" Batin Dimas.
"Ya dong, kamu baru tahu?" Kata Dimas.
"idih, sombong sekali" Kata Putri.
"Haha, makanya kamu harus belajar dari kakak, jadi jika nanti Aldo tiba-tiba bersama perempuan lain kamu bisa berjaga-jaga" Kata Dimas. Putri langsung melotot mendengar ucapan Dimas.
"Kakak tahu darimana?" Tanya Putri.
"Haha, kakak sudah tahu sejak lama Put. Terlihat jelas begitu, siapapun yang melihatmu pasti tahu jika kamu memiliki perasaan padanya" Kata Dimas.
"Apa sejelas itu? Kak Aldo juga tahu kak?" Tanya Putri.
"Sepertinya tidak. Karena dia termasuk tipe orang yang tidak pekaan" Kata Dimas.
"Syukur deh" Kata Putri kemudian tersenyum.
"Kamu lebih baik jangan dengan Aldo Put" Kata Dimas.
"Kenapa kak?" Tanya Putri dengan wajah terkejut.
"Aku tidak ingin keluargaan dengan Aldi" Kata Dimas.
"Haha, itu mah deritamu kak" Kata Putri.
"Pokoknya aku tidak ingin kamu bersama Aldo" Kata Dimas.
"Terserah aku sih kak" Kata Putri.
__ADS_1
"Umur kalian terlalu jauh Put" Kata Dimas lagi.
"Memang seharusnya, aku wanita kak, harus bersama yang lebih dewasa dari aku" Kata Putri. Dimas menghela nafasnya berat.
"Dengarkan kakak Put, Aldo masih mencintai Tiara. Aku tidak ingin kamu menanti sesuatu yang tidak pasti dan membuatmu sakit hati" Kata Dimas.
"Kak, dengarkan aku juga. Aku sudah dewasa, aku bisa menentukan pilihan dalam hidupku. Kak Tiara juga sudah bersama kak Aldi. Jadi aku punya peluan besar" Kata Putri.
"Ya sudah, Terserah kamu" Kata Dimas. Kemudian turun dari mobilnya saat sudah sampai di rumah.
"Iya Kak. Urusi urusanmu saja kak, Ingat kamu harus bicara dengan papa" Kata Putri.
"Iya bawel" Kata Dimas kemudian berlalu meninggalkan Putri.
"Semoga kamu bisa mendapatkan yang terbaik dan selalu bahagia kak" Kata Putri saat Dimas sudah menghilang dari pandangannya.
***
2 bulan berlalu, Aldi merasa perasaannya pada Tiara sudah mantap. Dia sudah memutuskan untuk membawa hubungannya ke tahap yang lebih serius. Perusahaan Papanya pun sudah sangat baik sekarang. Dia sudah menyerahkan semuanya pada Aldo. Sekarang dia sedang fokus untuk mengembangkan perusahaannya sendiri, walaupun tidak sebesar perusahaan Papanya. Dia tidak ingin ada yang tahu tentang perusahaan yang dia bangun ini. Karena dia sudah menyiapkan ini semua untuk kehidupannya dengan Tiara nanti.
Selama sebulan ini pun, mereka menjalani hubungan tanpa diketahui oleh Papa Reza. Tiara hanya menceritakannya pada Mama Tania. Karena sebelumnya, Tiara pernah mengatakan keinginannya untuk membatalkan pertunangannya, namun Papa Reza menolaknya dengan keras. Tiara belum berani memperkenalkan Aldi pada Papa Reza sebagai kekasihnya. Karena ketakutannya pada Papanya. Dimas pun terlihat jarang pernah datang lagi kerumahnya, dia datang ketika bersama keluarganya saja. Dimas sendiri sudah berusaha membatalkan perjodohan mereka. Namun sama seperti Papa Reza, Papanya pun bersikeras untuk tetap melanjutkan perjodohan ini.
"Permisi" Kata Aldi yang saat ini berada di depan rumah Tiara.
Beberapa saat kemudian, Mama Tania keluar.
"Tidak Tante, Papa Reza ada?" Tanya Aldi. Jujur saja, hari ini dia sangat gugup. Tapi dia sudah bertekad tadi malam jika ingin bertemu dengan Papa Reza hari ini, membicarakan hubungannya dengan Tiara.
"Ada, silahkan masuk Al" Kata Mama Tania. Aldi pun menggangguk dan mengikuti Mama Tania dari belakang.
Tiara dan Papa Reza yang saat itu sedang duduk menonton TV langsung melihat Aldi dan Mama Tania.
"Al" Sapa Tiara. Dia sedikit terkejut akan kehadiran Aldi disana. Tapi dia tidak mungkin memperlihatkannya di depan Papanya. Aldi mengangguk sebagai bentuk balasan.
"Duduk Al" Kata Mama Tania.
Papa Reza hanya diam saja sambil menyantap makanannya. Dia bahkan terlihat tidak tertarik akan kedatangan Aldi disana.
"Mas, kenalkan ini Aldi, tetangga kita, anak Clarisa dan Jackson" Kata Mama Tania.
"Owh, kamu anaknya si Jackson" Kata Papa Reza.
"Pa" Protes Mama Tania.
"Iya Om" Kata Aldi.
"Kamu ngapain kesini?" Tanya Papa Reza.
"Pa" Protes Tiara.
__ADS_1
"Hmmm, sepertinya anakku menyukaimu, kamu tahu kan jika dia sudah aku jodohkan" Kata Papa Reza tanpa basa basi
"Pa Please" Kata Tiara lagi.
Aldi melihat Tiara, tersenyum padanya dan memberikan isyarat agar dia diam saja.
"Iya Om, saya tahu. Saya kesini ingin membicarakan hubungan saya dengan Tiara, saya berniat ingin melamar Tiara" Kata Aldi. Tiara sontak tekejut. Aldi belum mengatakan ini sebelumnya. Bahkan terlihat jelas dari matanya yang melotot melihat Aldi.
"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan itu. Kamu tidak dengar yang aku katakan tadi. Aku sudah menjodohkan Tiara dengan Dimas. Teman semasa kecilnya, bahkan kami sudah menjodohkannya sebelum kami pindah kesini"Kata Papa Reza dengan tatapan marah.
"Pa, maksud Papa apa?" Tanya Tiara.
"Ma, bawa Tiara ke kamarnya" Kata Papa Reza.
"Aku tidak mau Pa" Kata Tiara.
"Ra, kamu tahu kan bagaimana papa Mu, ayo ke atas dulu" Kata Mama Tania. Namun Tiara bersikeras menolak. Dia melihat Aldi berharap Aldi membantunya. Namun Aldi memintanya untuk menuruti perkataan Papanya. Dia pun menurut dan naik ke kamarnya.
Setelah ini, tersisa Aldi dan Papa Reza saja.
"Apa kamu yakin ingin melamar anakku?" Kata Papa Reza.
"Iya Om" Kata Aldi. Papa Reza menghela nafasnya berat mencoba menetralkan emosinya.
"Sebaiknya kamu batalkan keinginanmu itu, aku sudah menjodohkannya dengan laki-laki lain" Kata Papa Reza.
"Tapi kami saling mencintai Om" Kata Aldi mantap.
"Putuskan Tiara, dan tinggalkan dia" Kata Papa Reza.
"Maafkan saya Om, tolong berikan saya alasan" Kata Aldi.
"Dia sudah aku jodohkan dengan anak dari sahabatku. Aku tidak mungkin membatalkannya. Kami sudah merencanakan ini semua bahkan sebelum mereka lahir" Kata Papa Reza. Aldi terdiam sesaat mencoba mencerna perkataan Papa Reza.
"Maafkan saya Om, saya sangat mencintai Tiara. Begitupun Tiara, saya akan mempertahankan hubungan kami" Kata Aldi.
"Ternyata kamu keras kepala juga, sekarang aku tanya, kamu bisa memberikan apa pada anakku? Kamu pun masih bergantung pada Papamu" Kata Papa Reza.
"Jika memang karena itu Om tidak merestui hubungan kami. maka aku akan membuktikan pada Om bahwa aku bisa sukses tanpa bantuan papa" Kata Aldi.
"Kamu yakin dengan yang kamu katakan?" Tanya Papa Reza.
"Yakin Om" Kata Aldi.
"Baiklah, aku beri kamu waktu 3 bulan untuk membuktikannya, kamu harus bisa melampaui perusahaan Dimas sebelum 3 bulan, jika kamu berhasil, maka aku akan mempertimbangkanmu" Kata Papa Reza.
"Baik om, aku siap" Kata Aldi.
-Bersambung-
__ADS_1