
Hari ini aku ikut salsa ke perusahaan paman nya, perusahaan yang lumayan jauh dari rumah ibu, semoga saja aku bisa ke terima kerja di sini.
"sa perusahaan nya besar juga ya."
"iya Tik ini perusahaan paman ku, ia memang orang paling kaya di antara saudaraku yang lain."
"oh gitu ya, kok aku jadi deg deg an takut ga di terima."
"Tenang aja Tik, paman ku sangat membutuhkan karyawan." lalu aku mengikuti Salsa naik lift menuju ruang paman nya.
Salsa langsung masuk saja keruangan itu, mungkin ia sudah biasa seperti ini.
"Permisi!"
"Salsa ! silahkan masuk Sa,"
"Ya paman, ini aku bawa temen ku yang bersedia kerja di sini." aku melihat paman nya Salsa masih muda namanya Dirga usianya lebih tua dari aku, aku kagum padanya karena di usia muda di sudah menjadi pria yang sukses.
"siapa namanya?" ucap Dirga.
"namanya Atika, rumah nya sekampung sama aku paman."
"sudah nikah atau belum?"
"sudah,"
"oh sudah nikah ya, paman butuh nya juga yang single."
aku jadi heran sama paman nya Salsa katanya butuh karyawan, tapi kok malah mau yang single sebenarnya dia tuh nyari karyawan atau nyari bini.
"coba saya mau lihat lamaran mu," aku langsung memberikan lamaran ku pada Dirga, jantung ku berdebar aku takut tak di terima di perusahaan ini. Seketika Dirga menatap ku dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"lah katanya sudah menikah? tapi kok ini ga ada nama suaminya di sini!" tanya nya pada Salsa, begitupun Salsa langsung menatapku ingin jawaban dari ku.
"maaf pak, saya memang sudah menikah tapi saya sudah pisah,"
"oh gitu jadi status mu janda anak satu ya!" ucap nya.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Salsa ia seperti butuh penjelasan dari ku.
"kamu serius Tik sudah cerai?" kata Salsa.
"nanti aku jelasin sa," Salsa menganggu mengerti apa yang aku maksud.
"baiklah kamu di terima di sini sebagai sekertaris saya, saya melihat nilai mu sangat bagus walaupun tamatan SMP, semoga saja kamu lebih pintar dari yang saya kira."
Aku tak menyangka bisa di terima sebagai sekertaris, aku langsung berterimakasih pada pak Dirga.
"terimakasih paman sudah menerima teman ku, aku yakin kok Atika orang nya sangat pintar walaupun tamatan SMP, dia hanya tidak ada biaya waktu itu! iya kan tik."
"iya kalau ada biaya aku pasti sudah lulus sarjana dari dulu sa."
"oke baiklah, saya percaya pada ponakan saya! kalau begitu saya minta nomor ponsel mu."
Aku hanya diam setelah diminta nomor ponselku, bukan karena apa apa tapi aku tak punya ponsel. Semenjak menikah dengan mas Arga aku tak memegang ponsel sampai sekarang, ponsel ku yang waktu gadis sudah ku jual karena waktu itu aku sangat membutuhkan uang.
"maaf pak saya tidak punya ponsel!"
"apa! bagaimana bisa kamu ga punya ponsel, harusnya jadi sekertaris itu yang paling utama harus ada ponsel biar saya gampang menghubungi mu."
"bagus lah kalau gitu, kau memang keponakan ku yang baik hati."
"paman jangan sampai marahi teman ku ini ya!"
"terserah paman lah, kalau begitu kalian boleh pulang jadi kau mulai bekerja besok!"
"terimakasih pak, saya permisi dulu." ucap ku lalu aku keluar dari ruangan pak Dirga.
"Tik kok kamu belum cerita sama aku kalau kamu udah pisah?"
"maaf ya Sa aku ga memberitahu mu, aku memang sudah pisah dua minggu yang lalu, suami ku sudah mentalak ku sejak hari itu dan aku pindah kerumah ibu."
"pantesan saja kau selalu ada di rumah ibu mu, ternyata kau sudah cerai rupanya, tapi kenapa bisa cerai dengan suami mu itu." aku pun menceritakan nya pada Salsa dari permasalahan ku lalu di ceraikan mas Arga, Salsa tak menyangka ia pun tak percaya dengan sikap Arga.
"kok bisa sih mantan suami mu seperti itu Tik, aku jadi takut nikah loh, lebih baik aku jadi perawan tua saja Tik."
__ADS_1
"jangan gitu lah Sa, ga semua pria seperti itu, ini memang sudah takdir ku harus begini!"
Dulu aku memang nikah muda dengan mas Arga, aku menikah di usia 17 tahun dan saat itu mas Arga usia 22 tahun, di usia ku 19 tahun aku melahirkan Karina dan sekarang Karina sudah menginjak kelas 2 SD, sekarang usia ku 28 tahun, namun salsa masih belum menikah karena dia memang dari keluarga berada dan dia juga wanita karir.
"ga enak ya Tik nikah muda tuh,"
"Ya begitulah!" ucapku.
Setelah sampai parkiran aku langsung pulang dengan mobil yang di kendarai salsa, hanya menempuh 1jam saja aku sudah sampai di rumah ibu, kalau besok aku berangkat kerja naik ojek mungkin ga akan sampai se jam.
"Sa terimakasih ya sudah ngantar aku pulang,"
"Iya Tik, oh iya ini ponsel buat kamu! maaf ya aku cuma kasih yang bekas dan ini juga sudah ku isi kartunya."
"Tapi sa ini ponselnya masih bagus loh."
"ga apa apa Tik pake saja, nanti paman ku bisa menghubungi mu kesini karena aku sudah memberitahu nya."
"terimakasih banyak ya sa udah bantu aku,"
"sama sama, aku pulang dulu ya! selamat bekerja untuk besok hehe," salsa temen ku yang baik, ia selalu memberikan apapun pada ku, aku sangat malu padanya yang tak bisa memberinya apa apa! tapi kalau nanti aku sudah sukses, aku akan membalas kebaikan nya."
setelah sampai rumah aku melihat Karina yang sedang belajar dengan teman teman nya, sepertinya ia sangat bahagia.
"Atika sudah pulang, bagaimana? apa kau diterima Tik!"
"Alhamdulilah bu aku diterima kerja di sana sebagai sekertaris," ucapku.
"Wah alhamdulilah ibu sangat bersyukur, kamu fokus aja bekerja ya! soal Karina biar ibu yang urus, dia anak yang sangat pengertian tak pernah nangis, lihat saja anak mu lagi bermain dengan teman nya,"
"Iya bu Atika sangat bersyukur, oh iya ibu udah dari mana?"
"ibu sudah mengantarkan kue bolu yang pesanan kemarin Tik, alhamdulilah jualan ibu laris manis."
"Tika ikut senang bu, kalau begitu Tika mau mandi dulu ya bu, ini sangat gerah sekali."
"Iya Tik, nanti setelag mandi langsung makan siang ya, ibu udah bikinin soto ayam buat kamu."
__ADS_1
"Terimakasih bu." alhamdulilah ibu sangat pengertian pada ku, ibu mendukungku semoga ibu sehat selalu, kalau ga ada ibu mungkin aku akan kesusahan bersama Karina.