Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 30


__ADS_3

Hari ini Arga juga sedang berada di restoran yang sama bersama teman kerjanya.


"Lihat deh itu sepertinya pak Dirga." ucap salah satu temannya.


Arga menatap ke arah Atika bersama Karina yang terlihat bahagia, ada rasa cemburu dan sakit hati melihatnya. Apalagi anak satu satunya pun lebih akrab dengan ayahnya yang sekarang.


"Ngelamun aja kamu Arga."


"Ah enggak."


"Tumben kamu mau ikut sama kita ke restoran, biasanya juga suka nolak."


"Ya aku hanya bosen saja diem di rumah, jadi aku ikut kalian saja."


Arga memang tidak pernah makan makan di restoran karena paling ga mau membeli makanan dari luar, untuk berangkat bersama teman pun ia harus bertengkar dulu dengan Dinda.


"Baru kali ini aku makan disini, memang rasanya sangat enak tapi aku tak tahu harganya semoga tidak mahal." gumam nya dalam hati.


"Arga lu mau traktir kita gak."


"Mana mau aku traktir kalian, aku ga punya uang."


Arga masih terus saja memantau Atika, apalagi ia melihat Atika memakai syal membuat hatinya panas.


"Nih bayar makanan lu, gue mah udah beres mau langsung pergi pacar gue nungguin."


Arga syok setelah melihat harganya.


"300 ribu makan satu porsi, kenapa mahal sekali." Arga terpaksa membayarnya dengan uang yang pas pas an padahal hari gajian masih jauh. Arga jadi mengingat masa lalu bersama Atika yang hanya di beru uang 10 ribu namun ia masih bisa makan, ada rasa sesal di dadanya karena dulu ia tak menjadi suami yang baik, ia juga tak peduli dengan anaknya tapi kenapa Atika pintar mengatur uang walaupun diberi 10 ribu, Arga tak pernah tahu kehidupan sehari hari Atika, ia hanya tahu makan dan tidur saja.


"Sisa uangku 20 ribu lagi, kalau tau mahal aku tak ingin makan disini padahal uang ku cukup untuk satu minggu."


Dengan berat hati Arga pergi meninggalkan restoran itu tanpa mempedulikan Atika yang sedang bahagia dengan suami barunya.


"Mas Arga kenapa baru pulang, kau janji tak akan lama tapi kenapa jam segini baru pulang." teriak Dinda pada Arga yang baru saja sampai membuat kepala Arga semakin pusing mendengar teriakan Dinda.


"Kenapa sih Din, aku cape."


"Ajak aku jalan jalan dong mas, ajak aku ke mall. Selama menikah mas belum pernah ajak aku belanja."


"Aku ga punya uang Din, uang ku tinggal 20 ribu. Beli bakso aja lah di depan."


"Mas mana bisa begitu, kenapa sih uang mu selalu habis."


"Itu semua karna kamu."


Arga juga tak tahu kenapa setelah menikah dengan Dinda uang nya selalu habis, padahal dulu dengan Atika ia masih bisa menabung jutaan tapi sekarang boro boro menabung untuk sehari haru saja kadang Arga sudah ga punya. Benar kata orang beda istri beda rezeki.


Arga langsung kembali ke kamarnya lalu ia merebahkan tubuhnya. Namun ia terkejut melihat Dinda yang tak seperti biasanya, ia menyodorkan segelas air minum pada Arga.

__ADS_1


"Nih minum mas, aku tahu kamu pasti capek."


Tanpa pikir panjang Arga pun langsung meminumnya.


Setelah beberapa menit Arga merasa badannya kepanasan.


"Argh panas argh."


"Mas kamu kenapa." ujar Dinda pura pura khawatir padahal ini ulahnya.


"Pergi kamu jangan dekat dekat."


"Biar aku bantu mas." Dinda membuka atasannya memperlihatkan si kembar pada Arga membuat Arga menginginkannya.


"Apa kau memasuki sesuatu pada minuman tadi argh."


"Iya mas karena aku ingin melakukannya."


"Apa kau gila Dinda ini masih siang kau malah melakukan nya."


"Sudah lah mas kan ibu sama Dini gak ada dirumah." Arga sangat jijik dengan kelakuan Dinda namun tubuhnya sangat menginginkannya.


Dinda sudah berada di atasnya tanpa pikir panjang Arga langsung melahapnya, yang ia inginkan sekarang bebas dari obat perangsang.


"Nikmat mas, lebih cepat dong."


Pada akhirnya Arga melepaskan pelepasan nya membuat Dinda tersenyum senang.


"Makasih mas, nah gini dong main sama aku kan aku jadi makin sayang sama kamu mas."


Arga tak ingin menjawab ucapan Dinda, ia benar benar menyesal setelah meminum air yang diberikan Dinda.


***


"Wah kalian jalan jalan seharian seneng betul ya." ujar Tini.


"Iya dong tante, Karina bahagia dibeliin boneka besar sama papah."


"Buat tante mana dong."


"Nih buat kamu sama ibu Tin, aku beliin kalian seafood, nah ini untuk Adera boneka juga."


"Terimakasih ya kak Dirga."


"Sama sama, masuk yuk."


Karina terus saja tak lepas dari gandengan Dirga membuat Atika selalu berjalan dibelakang.


"Mas terimakasih ya sudah bawa kita jalan jalan."

__ADS_1


"Iya sayang sama sama, kamu seneng ya."


"Seneng banget mas, ya sudah kalau gitu aku mau ke kamar Karina dulu sepertinya Karina mau tidur sama aku."


"Jangan lama lama ya, kan mas juga pengen tidur sama kamu. Kamu udah janji kan malam ini mau layani mas 5 ronde." Atika langsung melotot membuat Dirga tertawa.


***


"Ibu dari mana saja, kenapa baru pulang."


"Ibu ada acara Arga memangnya kamu ga tau keponakanmu menikah hari ini."


"Ah iya bu Arga lupa."


"Kenapa baju dan rambut mu berantakan Arga."


Tiba tiba Dinda muncul di balik pintu menyahuti ucapan ibu mertuanya.


"Mas Arga memperkosa aku habis habisan bu sampai sakit nih selangkanganku."


Bu Ratna langsung melotot tak suka dengan penuturan menantunya itu.


"Cih wanita ular ucapan mu sangat menjijikan."


"Tapi mas Arga sangat menikmatinya loh."


"DIAM kau ******, ini semua karena mu yang sudah menaruh obat di minuman ku." Dinda bukannya marah di maki suaminya, ia malah makin senang. Memang beda wanita yang satu ini.


"Rupanya kau mengerjai anakku, murahan sekali kamu."


"Ya gak apa apa lah bu murahan juga kan buat suami aku." Rasanya Bu Ratna ingin memukul bibir Dinda.


"Ya sudah mas Dinda mau main dulu, malam ini Dinda tak akan pulang."


"Bagus lah, mending jangan pulang selamanya." ujar Bu Ratna.


Dinda tak peduli ucapan mertuanya, ia langsung mengendarai mobilnya menuju hotel yang akan dikunjungi, Ia memang wanita malam yang selalu di boxing pria manapun, dan selama ini menghasilkan uang dari pria lain. Padahal ia sedang hamil namun ia tak peduli dengan kehamilannya, justru dengan kehamilan ini ia semakin menginginkan nya, sampai ia harus merangsang Arga dengan obat di minumannya.


"Hai sayang."


"Maaf ya sudah menunggu lama." ucap Dinda yang baru saja datang.


*


"Arga kenapa kamu bisa melakukan lagi dengan Dinda padahal kamu bisa mandi saja biar obat perangsang nya hilang."


"Mana bisa begitu bu, aku tak kuat menahannya."


"Kamu harus lebih hati hati lagi dengan wanita ular itu Arga jangan kalah sama dia."

__ADS_1


"Iya iya bu." Arga menunduk menyesal sudah dibodohi Dinda istrinya.


__ADS_2