Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 35


__ADS_3

Hari ini Atika sedang belanja sayur di pasar tradisional ia tidak sengaja bertemu Arga dan Bu Ratna.


"Rupanya mantan istri anak saya tuh murahan sekali ya." sindir Bu Ratna, Atika tau apa yang di maksud bu Ratna sudah pasti ia menyindirnya.


"Maksud ibu apa ya."


"Saya dengar kamu sedang hamil ya, sedangkan suami mu mandul."


"Kata siapa suami ku mandul, dia tidak mandul kok malahan dia sangat subur bisa membuatku mengandung kan."


Arga tersenyum sinis pada Atika, ia sudah tahu dari temannya dan mendengarnya sendiri bahwa Dirga mandul.


"Kamu jangan berbohong Atika, sudah jelas sekali suami mu mandul dan aku mendengarnya dari suami mu sendiri, jadi bayi yang dikandungan itu anak siapa Tik, apa selama menikah dengan ku kau juga sering berhubungan dengan pria lain."


Ucapan Arga membuat hati Atika terluka, karena yang diucapkannya tidak sesuai dengan kenyataan.


"Jaga bicara mu mas, aku bukan wanita murahan yang suka bermain dengan pria lain." Tegasnya.


"Halah bohong kamu Tik." ujar Bu Ratna.


Tiba tiba Dirga sudah berada di belakang Atika.


"Saya tidak mandul kok Bu, istri saya memang sedang mengandung anak saya. Saya di kata mandul karena memang mantan istri saya belum mengandung pada saat itu, tapi sekarang saya bersyukur memiliki Atika yang mengandung anak saya."


"Em eh pak Dirga." Arga dan bu Ratna gugup setelah mendengar penjelasan dari Dirga.


"Saya ingatkan lagi pada kalian, saya tidak suka dengan ucapan kalian yang menghina istri saya, dan kamu Arga besok saya ingin bicara dengan mu."


"Saya minta maaf sebelumnya pak , saya sudah salah paham pada Atika."


Namun Dirga tak mempedulikan Arga lagi, ia menarik tangan Atika lalu meninggalkan mereka berdua yang masih mematung tak percaya.


"Mas maafkan mereka ya."


"Aku tak suka dengan mantan suami mu dan ibu mertua mu itu Atika, bisa bisanya dia menjelekkan kamu tapi kamu masih memaafkan mereka."


"Mas Allah saja memaafkan hambanya yang berdosa, apalagi aku hanya manusia biasa."


Dirga pun terdiam dengan penuturan Atika, memang benar sebagai manusia kita harus memaafkan nya.


"Maafkan aku Atika, aku terlalu keras kepala, apa yang di katakan kamu memang benar." Dirga pun langsung mengecup tangannya, ia sangat bersyukur sudah mendapatkan seorang istri yang baik.


Setelah sampai di rumah Atika langsung di sambut dengan Karina, ia sangat bahagia dengan putrinya yang sangat menyayanginya walaupun selama ini ia tak mendapatkan kasih sayang dari Arga, akan tetapi sekarang ia mendapatkan kasih sayang dari ayah angkatnya, pergi kemana pun Dirga selalu ingat pada Karina ia selalu membawakan oleh oleh untuk anaknya itu.


"Ayo masuk sayang, ayah bawa boneka barbie loh buat kamu."


"Horeee terimakasih papah."

__ADS_1


"Sama sama."


***


Hari ini adalah hari terakhir Arga kerja, masa kontrak nya sudah habis, ia takut tak di kontrak lagi oleh perusahaan karena ia hanya mendapatkan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja, dulu Arga pernah melamar kerja ke perusahaan mana pun namun tak ada yang menerimanya, hanya perusahaan Dirga lah yang menerima dia. Bagaimana jika ia tak mendapatkan kontrak lagi, apa iya harus menganggur tanpa mendapatkan pekerjaan lagi.


"Tolong panggil Arga kesini, saya mau berbicara dengannya." Ucap dirga pada asistennya.


"Baik pak."


Dengan berat hati Arga memasuki ruang kerja Dirga, ia sudah bisa menebaknya bahwa Dirga akan marah padanya soal kemarin.


"Arga."


"Ya pak."


"Hari ini kamu habis kontrak ya."


"Iya pak, saya minta maaf soal kemarin pak."


"Maaf pak Arga, saya tidak membicarakan soal kemarin tapi saya sedang membicarakan soal kontrak kerja kamu."


"Baik pak." ujarnya.


"Kamu sudah bekerja di perusahaan saya selama 8 tahun, terimakasih sudah bekerjasama dengan perusahaan saya, kamu memang pekerja aktif dan saya menyukai itu." Dirga menjeda kata katanya.


"Saya minta maaf soal kemarin pak, tolong jangan keluarkan saya dari perusahaan ini pak. Saya minta maaf."


"Maaf silahkan keluar dari ruangan saya, dan untuk pesangon mu nanti asisten saya yang akan memberikannya."


Arga keluar dari ruangan Dirga dengan wajah yang lesu, ia menyesal kemarin telah memfitnah Atika, gara gara ia memfitnah Atika jadi ia mendapat masalah dari Dirga.


Arga membereskan semua berkasnya, hari ini juga ia akan pulang menjadi pengangguran.


"Argh sial semua ini gara gara Atika."


Arga sudah merapihkan semuanya, meja kerja nya sudah kosong dan ia akan pulang meninggalkan perusahaan yang sudah bertahan dengannya selama 8 tahun.


"Pak Arga ini uang pesangon bapak, semoga bapak mendapatkan pekerjaan yang lebih dari ini."


"Terimakasih." ujarnya.


Arga melihat uang di amplop coklat yang sangat banyak, pesangon nya sesuai dengan lamanya ia bekerja di sana.


"Ah tapi lumayan juga pesangon ku banyak, ibu pasti senang."


Kemudian Arga pulang meninggalkan perusahaan dengan berat hati namun di sisi lain ia juga bahagia karena mendapatkan uang.

__ADS_1


Setelah sampai rumah ia di kejutkan dengan ibunya yang teriak teriak memanggil dirinya.


"Argaaaaaa."


"Ada apa sih bu berisik sekali."


"itu istri mu si Dinda."


"Kenapa dengan Dinda bu."


"Istri mu kecelakaan Ga, dia meninggal, ayo kita ke rumah pak kades."


"Bagus kalau dia meninggal bu."


"Iya tapi ibu tak menyangka Dinda bisa secepat ini berpulang." Lalu mereka berdua pun pergi menuju rumah pak kades, disana sudah banyak yang orang yang melayatnya. Arga dan Bu Ratna melihat pak kades yang menangis di samping jasad anaknya.


"Suami macam apa kau Arga, teganya kau membiarkan anak saya pergi sendirian."


"Maafkan saya pam, tapi saya bekerja tak bisa menemaninya untuk keluar."


"Alasan saja kamu, kamu harus bertanggung jawab atas kematian anak saya, saya akan mendenda kamu untuk Arga."


"Apa maksud bapak mendenda anak saya, kan yang salah anak bapak sendiri malah keluyuran terus jadinya kan meninggal." ucap Bu Ratna tak terima jika Arga di denda.


Pak kades dan Bu Ratna terus saja cek cok masalah uang, sampai pada akhirnya mereka dipisahkan oleh para pelayat.


***


"Atika aku sudah membalaskan penghinaan mereka pada mu, aku sudah mengeluarkan Arga dari perusahaan. Aku yakin dia akan sengsara dengan kehidupannya yang sekarang." ucap Dirga dalam hatinya sambil mengelus rambut Atika dengan lembut.


"Mas anak yang dikandungan ku sudah mulai terlihat bulat ya."


"Iya sayang, sehat sehat ya anak papah." ujarnya sambil mengelus perut Atika.


"Terimakasih kasih mas sudah mencintai ku, semoga setelah lahirnya anak ini mas makin mencintai ku lagi dan kita akan hidup bahagia."


"Sekarang juga mas bahagia kok, mas bahagia lebih dari apapun, mas mencintai mu Alena sampai kapan pun mas akan mencintai mu."


"Terimakasih mas, aku juga mencintai mu semoga kita selalu bersama sampai jannah."


"Aamiin."


...****************...


Selesai


terimakasih Readers setiaku 🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2