
"ini pak kopinya," aku menyimpan nya di atas meja kerja pak Dirga.
"Atika nanti sore antar aku ke pesta pernikahan sahabat ku ya!"
"loh kenapa harus aku pak, kan bisa sama istri atau pacar bapak!" aku ga tau pak Dirga sudah nikah atau belum intinya aku ga mau kalau di ajak ke pesta pernikahan, lagian aku ini ga sebanding dengan nya.
"saya ga punya istri dan ga punya pacar!"
"masa sih pak, bapak tampan loh kok bisa bisa nya ga ada yang naksir!"
"saya lagi malas pacaran, saya pengen nya langsung nikah!"
"oh gitu ya pak, tapi saya ga bisa pulang kemalaman pak, karena anak saya pasti menunggu kepulangan saya."
"hanya sebentar, paling juga setengah jam."
"ya udah deh pak saya mau kalau cuma sebentar." dari pada pak Dirga marah lebih baik aku terima saja tawaran nya.
Aku pun fokus kembali pada pekerjaan ku.
***
"Arga kamu sudah pulang!"
"ia bu kan aku sudah minta cuti sama bos." ucapnya.
"bagus lah, tinggal persiapan nikah dengan Dinda kalau gitu!"
"Ibu aku ingin cerita sama ibu, tadi di tempat kerja Arga terkejut dengan keberadaan Atika di kantor."
"emangnya dia lagi ngapain di sana?"
"dia jadi sekertaris bu!" bu Ratna tak percaya dengan ucapan anaknya.
"mana ada lulusan SMP kerja di kantor, kamu salah liat kali."
"bener bu, aku juga ga percaya dia ada di sana!"
"paling juga masuknya nyogok sama orang dalem," ucap bu Ratna.
"bener juga ya bu mungkin begitu mana ada tamatan smp bisa jadi sekertaris," mereka berdua tak rela kalau Atika lebih tinggi darinya, apa lagi tidak sederajat dengan nya! pasti hanya hinaan yang keluar dari mulut mereka.
Arumi sudah berada di parkiran menunggu Dirga untuk pergi bersama ke pesta pernikahan sahabatnya.
__ADS_1
Namun Dirga meminta Arumi untuk mengganti baju kerjanya jadi ia membawa ke salon yang tak jauh dari perusahaan nya.
"pak kok malah kesini, mau ngapain."
"masa kamu mau ke pesta pake baju kerja, sudah sana masuk." aku menurut saja pada pak Dirga yang penting aku sudah di janjikan kalau sudah selesai akan ada bonus untuk ku! lumayan kan buat jajan Karina.
Aku di suruh memakai gaun selutut, rasanya aku tidak nyaman karena aku tak biasa dengan pakaian seperti ini.
"sudah pak!" ucapku, namun pak Dirga malah menatap ku tanpa berkedip! ini membuat risih dengan pandangan nya.
"pak Dirga !" aku mengibaskan tangan ku di depan wajahnya.
"ah iya, ya sudah ayo."
"pak bener ya ga lama, soalnya saya ga enak pake baju kaya gini,"
"iya sebentar kok, bentar lagi juga sampai! kamu harus akting jadi kekasih ku ya!"
"apa! mana bisa begitu pak! aku tidak mau."
"tenang saja aku akan membayar mu, tolong bantu aku kali ini saja untuk membuktikan pada sahabat ku."
"em ya sudah deh pak," akhirnya aku sudah sampai di sebuah gedung mewah, di sana banyak kendaraan mobil yang terpampang rapih tanpa ada sepeda motor, mungkin di sini orang kaya semua.
"hei bro, ternyata lu punya cewek," ucap salah satu sahabatnya.
"ya kenalkan ini Atika kekasihku."
"ku kira kau penyuka sesama jenis karena sudah lama sendiri ternyata kau punya kekasih juga bro, selamat ya!" aku baru paham kenapa pak Dirga membawaku kesini ternyata dia sering di ejek teman teman nya, baiklah kalau begitu aku harus membela pak Dirga.
"iya Dirga ini ke kasih ku, sudah lama kami menjalin hubungan hanya saja tak ingin di publikasikan." ucap ku pada sahabatnya itu, namun pak Dirga malah menatap ku dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"kalau begitu saya permisi dulu," ucap pak Dirga lalu ia menarik tangan ku dan membawanya kembali ke dalam mobil.
"pak kita udah selesai,"
"ya kita pulang sekarang,"
"bapak ga marah kan sama aku karena bicara pada temen bapak,"
"saya tidak marah, cuma saya bingung sama kamu, kok kamu berani sekali berbicara seperti itu."
"kan kata saya harus akting! ya sudah saya melakukan nya."
__ADS_1
"iya sih, saya sangat berterimakasih pada mu Atika dan ini bayaran untuk mu," pak Dirga memberi ku uang dalam bentuk amplop coklat, seperti nya ini sangat banyak.
"ini kebanyakan pak!" ucap ku.
"ambil saja untuk mu, lain kali jika saya membutuhkan mu lagi, kamu harus siap."
"baik pak saya siap membantu mu kapan saja hehehe kalau begitu antar saya ke tempat tadi pak, saya mau ganti baju kerja lagi karena takut ibu saya marah dengan pakaian seperti ini."
"baiklah, memang nya kamu tak suka berpakaian kaya gini! cantik loh kalau kaya gini!"
"saya ga suka pak, saya lebih suka sederhana. Lebih baik saya terlihat cantik di depan suami saya."
"ya benar harus begitu, saya setuju dengan kamu." padahal aku tak pernah tampil begini di depan mas Arga, tiap hari aku selalu tampil daster ke ibu an yang membuat mas Arga tak berselera pada ku. Itu karena mas Arga kurang memperhatikan ku soal ke uang an.
Kemudian aku kembali ke tempat tadi, aku mengganti baju ku dan menghapus make up ku ke seperti semula.
"permisi pak saya sudah selesai." ucap ku.
"ya sudah kalau gitu mari saya antar pulang."
"tak usah pak, saya mau naik ojek aja
Bapak pulang saja karena ini udah mau magrib pak."
"ya sudah kalau begitu hati hati di jalan," katanya.
"ya pak, terimakasih sebelumnya." lalu mobil pak Dirga sudah pergi meninggalkan ku, dan tak lama kemudian ojek langganan ku datang.
"tumben neng pulang nya magrib,"
"iya bang karena ada acara dulu."
akhirnya aku sudah sampai di rumah ibu, aku sangat merindukan Karina.
"assalamualaikum,"
"waalaikumsalam Tik, kamu baru pulang."
"iya bu, pekerjaan Tika masih banyak jadi ke sore an pulang nya, Karina dimana bu?"
"ia ada di kamarnya sedang belajar, kamu makan dulu aja Tik pasti kamu lapar,"
"iya bu terimakasih." aku melihat Karina yang sedang fokus dengan PR dari sekolah nya, kata ibu Karina tak pernah rewel ia juga sangat pengertian jadi ibu tak pernah mengeluh tentang Karina, kalau begitu aku bisa tenang fokus pada pekerjaan ku.
__ADS_1
Setelah selesai makan aku membuka isi amplop uang di berikan pak Dirga, aku sangat terkejut dengan isi nya padahal aku hanya membantunya sedikit tapi pak Dirga membayar ku dengan bayaran yang tak main main, isi amplop nya ada 5 juta, aku belum pernah pegang uang segini. Aku sangat berterimakasih pada pak Dirga semoga rezeki nya di ganti yang lebih baik.