Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 26


__ADS_3

Pagi hari di kantor tiba tiba Arga menghampiri Atika yang sedang membersihkan meja kerja bos nya.


"Hai cantik." Atika terkejut setelah tahu siapa yang ada di belakang nya.


"Mas Arga ngapain kesini?"


"Cuma mau temenin kamu aja."


"Apa sih mas, tolong pergi dari sini."


"Engga akan, sebelum kamu mau menerimaku kembali Atika."


"Kamu gila ya mas, sampai kapan pun aku tak akan pernah kembali lagi pada mu mas, ingat itu."


"Jangan gitulah Tik, dulu kamu cinta sama aku ."


"Maaf mas itu dulu tapi sekarang aku tak cinta lagi sama kamu jadi tolong jangan ganggu aku mas." Dengan kesal hatinya Arga terpaksa pergi keluar ruangan karena sudah sebentar lagi Dirga akan datang.


"Awas saja kau Atika."


Dirga yang melihat Arga keluar dari ruangannya ia langsung bertanya.


"Arga sedang apa kamu diruang saya."


"Tidak ada apa apa kok pak, saya hanya menemui Atika sebentar."


"Oh gitu, lain kali kamu tak boleh masuk keruangan ku jika bukan soal pekerjaan."


"Iya pak saya minta maaf, saya permisi dulu."


Kemudian Dirga masuk langsung memeluk Atika dari belakang.


"Pak jangan gini tolong lepasin aku."


"Tadi mantan suami mu kesini ngapain, aku cemburu loh."

__ADS_1


"Dia mengganggu ku, dia ingin kembali tapi aku tak mau."


"Dasar lelaki sampah sudah menyakiti masih saja berharap sama kamu."


"Jangan marah pak, dua hari lagi kan kita mau nikah."


"Iya Tik, aku tak suka kalau dia dekat sama kamu lagi." Dirga merasa cemburu setelah tahu tujuan Arga masuk keruangan nya.


Hari sudah siang menunjukan pukul 11 waktunya makan siang, Arga yang sedari tadi menunggu Atika di kantin tapi ia tak menemuinya.


"Kemana Atika, apa dia masih diruangan nya lebih baik aku ke sana saja."


Setelah sampai ruangan Arga melihat Atika sedang makan berdua sambil tertawa dan saling menyuapi satu sama lain.


"Atika rupanya kau murahan sekali, kau sengaja mendekati bos mu." Arga mengepalkan jari tangan nya dengan perasaan cemburu.


"Eh Arga udah dari mana, kok muka mu kusut begitu." ucap sahabatnya.


"Ah aku baru selesai makan."


"Oh gitu, nanti sore ada meeting dengan pak Dirga."


"Denger denger sih pak Dirga mau ngundang kita, katanya ia mau menikah."


"Benarkah."


"Ya lebih mengejutkan lagi, ia akan menikah dengan sekertaris nya itu."


"Apa." Arga terkejut dengan penuturan sahabat nya membuat hatinya menahan amarah, ia tak menyangka Atika akan menikah dengan seorang bos.


"Ini tak boleh terjadi." gumamnya, kemudian Arga pergi meninggalkan sahabatnya.


"Aarghh sialan kau Atika, beraninya kau menikah dengan dia." Arga terus saja mengacak ngacak rambutnya dengan frustasi."


***

__ADS_1


"Selamat sore semua, maaf saya mengadakan meeting di sore hari pada jam pulang, saya ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua." namun di sisi lain Arga terlihat sedang menahan amarahnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Saya Dirga akan mengundang kalian semua untuk datang ke acara pernikahan saya dengan Atika, dua hari lagi kami akan melaksanakan pernikahan." semua tepuk tangan dengan meriah mengucapkan selamat pada Dirga dan Atika.


"Selamat ya pak kami semua ikut bahagia, semoga acaranya lancar sampai selesai."


"Terimakasih, hanya ini saja yang saya sampaikan pada kalian, saya harap kalian bisa datang di acara pernikahan saya."


Arga yang sedari tadi mendengar penuturan dirga membuatnya sakit hati dan cemburu apalagi ia mendengar dua hari lagi mereka akan menikah.


***


"Arga kamu sudah pulang, kenapa wajahmu kusut begitu."


"Arga frustasi bu."


"Maksud kamu apa?"


"Atika akan menikah dua hari lagi dengan bos Arga."


"Apa? bisa bisa nya dia mendapatkan orang kaya. Apa dia memakai pelet sampai bos mu ke goda sama Atika. Dilihat dari apanya, sedangkan Atika wanita dekil."


"Ibu sekarang Atika tak seperti dulu, bahkan dia lebih cantik dari Dinda."


"Tetap saja menurut ibu dia tak cantik, jadi kamu cemburu karena Atika akan menikah."


"Jujur saja Arga tak rela Atika menikah dengan bos, harusnya Atika menikah dengan kalangan bawah. Ini tidak adil bagi ku."


"Ada ada saja kamu ini, biarkan saja lah dia menikah, kamu juga kan bisa cari wanita yang cantik dan kaya."


"Tidak segampang itu bu." Arga langsung meninggalkan Bu Ratna yang masih ngomelin Arga.


"Abang kenapa sih bu." ujar Dini.


"Mana ibu tahu, abang mu lagi patah hati karena si Atika mantan istrinya mau nikah sama bos."

__ADS_1


"Oh begitu, ya biarin ajalah itu kan haknya mbak Atika."


Arga membaringkan badan nya di tempat tidur, ia membayangkan masa masa pernikahannya dulu dengan Atika, ia tak pernah memperlakukan Atika dengan baik sampai sekarang ia baru sadar bahwa Atika juga bisa cantik jika ia memberi uang yang cukup, Arga menyesal dengan sikapnya yang dulu pada Atika.


__ADS_2