
Sepulang kerja Atika benar benar lelah, belum lagi ditambah dengan luka dihatinya.
ia mencintainya tapi ia terlambat mengetahui perasaannya.
"mama kenapa ?" Karina menghampiriku.
"mama tidak apa apa kok, kamu kenapa?"
"Karina ga ada temen ma, sisil ga ada dirumahnya."
"kan ada Adera nak, ajak Adera main ya."
"iya ma."
***
"Dirga sampai kapan kamu mau sendiri terus?"
"kenapa bu, Dirga belum menemukan yang menerima Dirga apa adanya."
"ibu mohon sama kamu, sebelum meninggal ibu ingin kamu menikah dulu."
"hust ibu jangan bicara seperti itu."
Ibu Dirga sudah lama menderita sakit kanker, sedangkan ayah Dirga sudah meninggal sejak ia kecil, ibu Dirga berharap anaknya menikah lagi walaupun memang punya kekurangan di vonis tidak bisa punya anak, ibu Dirga berharap ada yang menerimanya.
"ibu yang sabar nanti aku akan membawa kekasihku kesini."
"bener ya," Dirga menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan nya.
__ADS_1
"tapi kalau kamu tak membawa kekasihmu, maka kamu harus menikahi Rara adik ipar mu."
"mana bisa begitu bu?" Dirga tak percaya dengan apa yang di ucapkan ibunya. Kenapa ia harus dijodohkan dengan Rara sedangkan Rara bilang hanya berpura pura dekat denganku, apa Rara punya rencana lain karena mendekatiku, aku harus hati hati dengan Rara. Tidak mungkin Rara datang kesini hanya melihat ibu, ia pasti ada niat lain padaku, ah bisa bisanya aku di bohongi Rara lebih baik sekarang aku pergi menemui Atika, aku ingin mengungkapkan perasaanku lagi padanya, semoga ia mau menerima ku.
Aku yakin Atika juga memiliki perasaan yang sama seperti ku.
Lalu aku mencoba menelpon Atika untuk dekat dengannya lagi.
(hallo pak ada apa), ucap Atika disebrang sana.
(saya merindukan mu)
(hah kok bisa pak, nanti tunangan mu marah loh)
(aku tak punya tunangan)
(cih bohong)
(baiklah). sambungan telpon pun di matikan.
***
tumben sekali pak Dirga menelpon ku, kenapa jantung ku jadi berdebar begini. Lebih baik aku bersiap siap dulu sebelum pak Dirga sampai disini.
toktoktok
ah mungkin itu pak Dirga, tapi kenapa cepat sekali sampainya.
"biar ibu buka pintunya ya tik."
__ADS_1
"iya bu, aku lagi siap siap dulu." kemudian ibunya membuka pintu, namun ia terkejut dengan kedatangan Arga mantan suami Atika.
"nak Arga silahkan masuk." Arga langsung menyalami, dengan sopan nya ia seperti waktu dulu masih pacaran.
"siapa bu."
"itu mantan suami mu,"
"apa? jadi bukan pak Dirga." Karina yang sedang bersama ayahnya, ia tidak menandakan kebahagiaan mungkin Karina sudah biasa tanpa sosok ayah.
"mas Arga ngapain ke sini?"
"aku mau melihat Karina," ucapnya.
Seketika Arga terpesona dengan kecantikan Atika, kenapa ia setelah bercerai baru menyadari bahwa mantan istrinya sangat cantik sekali.
"ah iya mas, kalau begitu aku mau keluar dulu."
"kamu mau kemana tik."
"aku mau jalan sama pak Arga." namun Arga tak terima dengan ucapan Atika.
"kamu ga boleh pergi,"
"apa apaan sih mas, jangan suka ngatur ngatur hidupku lah," mobil Dirga pun sudah sampai rumah Atika, lalu Atika buru buru mengajak Dirga untuk melajukan mobilnya kembali, padahal Dirga ingin mengajak Karina juga.
"Atika," teriak Arga, lalu Arga pergi tanpa pamit, ia meninggalkan Karina begitu saja. Membuat mantan ibu mertuanya mengusap dada karena kelakuan Arga.
"nenek, Karina ga suka dengan ayah."
__ADS_1
"iya sayang, ayah mu sudah pergi,"
"Karina sukanya sama om yang tadi, ayah jahat sama mama, Karina ga mau bertemu ayah lagi." anak kecilpun mengerti dengan sikap ayahnya yang suka marah marah pada Atika.