
"Kamu kenapa terburu buru begitu Atika."
"ada mantan suami saya, jadi saya secepatnya masuk. Sebenarnya bapak ingin mengajak saya kemana?"
"ke suatu tempat, em kita makan bersama."
"baiklah saya ikut saja."
Tapi kenapa tumben sekali sikap pak Dirga berubah tak seperti hari kemarin, semoga saja ga berubah lagi.
"aku ingin mengajakmu menemui ibu ku."
"tapi untuk apa pak?"
"ibu ku ingin menemui mu."
"hah." Atika tidak mengerti yang di maksud Dirga.
"Sekarang kita temui ibu ku, dan nanti kita makan malam,"
"Terserah bapak aja." kemudian mobil Dirga membawanya menuju rumah sang ibu.
Dirga tak ingin dijodohkan dengan adik iparnya karena ia menikah dengan mantan istrinya dulu selalu di hina mertuanya karena tidak punya anak selama 10 tahun menikah, setelah itu Dirga rela meninggalkan istrinya demi menikah lagi dengan orang lain.
Semoga membawa Atika kerumahnya bisa membuat ibunya bahagia.
"assalamualaikum," Atika terpesona dengan rumah megah milik Dirga, Dirga memang terlahir dari keluarga berada.
"Pak aku gugup nih."
"Ada ada aja kamu ini." tak lama kemudian seorang pembantu membuka pintu rumahnya.
"Bi, apa ibu sudah makan?"
"belum tuan, nyonya tidak mau makan. Semoga dengan adanya tuan, nyonya bisa makan kembali."
"sekarang dimana ibu?"
"Ada di kamarnya tuan." kemudian Dirga membawa Atika masuk kedalam kamar sang ibu.
"ibu." lalu sang ibu membuka matanya setelah Dirga memanggilnya.
"Dirga, kau bawa siapa?"
__ADS_1
"ini calon istri Dirga yang kemarin diceritakan," wajah ibu terlihat berbinar sepertinya ibu Dirga sangat bahagia sekali dengan kedatangan Atika. Atika pun langsung menyalami tangan ibunya Dirga.
"saya Atika,"
"kamu cantik sekali, benarkah kamu calon istrinya Dirga." Atika melirik Dirga ia harus bilang apa namun Atika melihat Dirga yang mengedipkan matanya.
"iya bu, Atika calon istrinya."
"Wah ibu sangat senang sekali pada mu, benarkah kamu menerima Dirga apa adanya karena Dirga tidak akan bisa memberikan mu anak tapi ia bisa memberimu nafkah lahir dan batin." jadi pak Dirga mandul, kasian sekali pak Dirga.
"saya sudah punya anak bu, insyaallah saya bisa menerima pak Dirga apa adanya."
Dirga terharu dengan ucapan Atika apakah ia diterima oleh Atika.
"Alhamdulilah terimakasih nak Atika, ibu bahagia sekali akhirnya Dirga menemukan wanita yang bisa menerimanya, kalau begitu kalian harus secepatnya menikah." Dirga maupun Atika saling bertatap, mereka bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan sang ibu.
"bu, tak usah buru buru dong kan kita harus persiapan dulu." ucap Dirga.
"Ibu tak mau tahu, kalian harus secepatnya menikah. Jika kamu ingin ibu sembuh maka kamu harus secepatnya menikah, ibu sangat menyukai Atika. Tolong turuti kemauan ibu."
"iya bu iya Dirga nanti akan membicarakan ini dengan Atika ya bu, ibu sabar ya."
Lalu ibunya Dirga menggenggam tangan Atika dengan lembut, ini membuat Atika tersentuh dengan sikapnya.
***
"Kau tak perlu tahu."
"berani sekali kamu pergi tanpa izin dari ku mas, mana uang gaji mu." lalu arga memberikan uang 200 ribu pada Dinda.
"apa apaan ini mas, mana cukup segini."
"uang gajiku sudah kuberikan pada ibu, karena ibu ku lah yang pantas mendapatkannya, karena ibu ku yang menyiapkan keperluanku, lihat dirimu dan berkaca lah. Kamu tak pantas mendapatkan uang dari ku Dinda.
"mas kau benar benar suami pelit, pantas saja mantan istrimu kabur mas, aku sangat menyesal menikah dengan mu."
"apa lagi aku lebih menyesal dinda."
"kalau begitu, keluar dari rumah aku mas dan bawa ibu mu itu."
"memang ini yang aku inginkan, mari kita bercerai." ucap Arga.
"Baik mas, tapi lihat saja aku akan membuat anak mu celaka." setelah mendengar kata kata Dinda, Arga langsung mencengkram nya, ia marah jika Karina harus dikaitkan dengan perceraian nya.
__ADS_1
"jangan pernah kau membawa bawa anakku."
"hahaha rupanya kau takut mas."
"awas saja jika kamu berani menyakiti anak ku maka aku akan membuat mu lebih menderita."
"terserah kamu mas, cepat pergi dari sini dan nawa barang barang mu itu." bu Ratna yang sudah mendengar pertengkaran anak dan menantunya ia langsung membereskan baju bajunya dan juga baju Arga dimasukkan kedalam koper.
"Arga ayo kita pulang, ibu malas tinggal disini bersama wanita lampir." mereka pun langsung pergi tanpa mempedulikan Dinda."
"Sial kau Arga argghhhh," Dinda marah dengan sikap Arga dan juga mertuanya.
***
"pak kenapa bapak bilang sama ibu begitu."
"memangnya kenapa?"
"jangan membohongi orang tua pak, dosa."
"kalau begitu kita harus nikah beneran kan " seketika Atika diam.
"kamu mau kan jadi istri aku Atika."
namun atika masih diam membuat Dirga kecewa lagi.
"ya sudah gak apa apa, tak usah di jawab."
"aku mau kok pak," wajar Dirga kembali berbinar.
"kamu serius Tik,"
"iya aku serius," saat itu juga Dirga langsung memeluk Atika membuat Atika malu karena di lihat banyak orang.
"pak malu diliatin orang."
"eh iya maaf hehe," kemudian Dirga berdiri.
"Hallo semuanya, yang sedang makan di restoran ini saya akan bayar semuanya jadi silahkan kalian makan gratis di sini sepuasnya."
"pak Dirga serius,"
"iya Tik, ini tanda kebahagiaan aku yang sudah diterima oleh mu." semua pembeli yang ada di sana bertepuk tangan atas kebahagiaan Dirga dan juga makanan gratis dari Dirga.
__ADS_1