
"Mas mau ajak kita kemana." ujar Atika.
"Aku mau ajak kamu ke butik, kita cari baju pengantin kan satu hari lagi kita akan menikah."
"Ah iya mas, tapi biasa aja ya mas nikah nya."
"Kan mas udah umumin sama karyawan jadi nikah nya kita pesta di hotel,"
"Aku kira cuma akad aja mas."
"Aku ingin bahagiakan kamu Tik, kamu wanita spesial untuk ku." Dirga langsung mengecup punggung tangannya.
"makasih mas."
Merekapun sampai di tempat tujuan, butik terkenal yang berada di kota Bandung memang sangat digemari pasangan yang akan menikah.
"Pak Dirga apa kabar." ucap pemilik butik.
"Saya baik kok, oh iya saya mau sepasang baju pengantin."
"Wah pak Dirga mau nikah ya ."
"Iya nanti lusa kamu harus datang ya."
"Siap pak, oh iya ini calon istri pak Dirga? cantik sekali."
"Tentu saja dia cantik." Kemudian Atika mencoba baju pengantin berwarna putih dan juga warna grey yang sangat cocok dengan tubuhnya, karena Atika memiliki tubuh yang ideal serta badan yang tinggi jadi sangat cocok dipakai olehnya.
Sementara Dirga melihatnya sangat kagum.
"Mas apa liat liat."
"Kamu cantik, aku sudah tak sabar ingin secepatnya menikah." Atika tersipu malu dengan ucapannya.
"Kalian memang pasangan serasi, kamu tau gak! Dirga ini hebat banget kalau di ranjang."
PLAK Dirga langsung menampar punggung temannya karena sudah membuatnya malu.
Dulu waktu nikah dengan mantan istrinya, Dirga memang sering memuaskannya. Ia juga sampai heran dengan mantan istrinya yang selalu mengkonsumsi pil sebelum berhubungan dam Dirga pun baru tahu ada pil untuk menguatkan wanita, setahu nya obat kuat itu hanya untuk pria.
"Mas aku mau yang ini aja gaun nya."
"Ya sudah, kalau gitu aku mau gaun ini." ujarnya pada pelayan butik.
"Baik pak."
__ADS_1
"Semangat ya pak Dirga nanti setelah menikah tak akan kesepian lagi hehe."
Setelah selesai fitting baju pengantin mereka berdua pulang ke rumah Atika dengan membawa makanan dan juga boneka untuk Karina.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, wah calon pengantin sudah pulang ya."
"Apa sih Tini."
"Cie jalan jalan berdua."
"Kakak sudah fitting baju pengantin, ga jalan jalan Tin."
"Sama aja kak, Tini senang deh liat ka Atika di sayang calon suaminya."
Dirga pun menimpali ucapan Tini.
"Memang nya dulu tak di sayang?"
"Tidak pak, kak Atika sering dapat kekerasan dari mantan suaminya, ia juga hanya di kasih nafkah sepuluh ribu sehari."
Dirga terkejut dengan ucapan adik iparnya.
"Iya mas,"
"Bisa bisanya ia memberi sepuluh ribu sehari sedangkan gajinya 8 juta perbulan."
"Ya begitulah kenyataannya pak, untuk saja kak Atika sudah cerai terus mendapatkan pak Dirga yang kaya raya hehe." Tiba tiba Atika mencubit dengan keras tangan Tini.
"Aw sakit tahu kak."
"Kamu ga sopan bicara gitu sama mas Dirga."
"Hehe maaf tapi kan sesuai faktanya kak."
Dirga hanya tersenyum mendengar ocehan adik iparnya.
"Oh iya gimana usaha jualan online kamu Tin."
"Alhamdulillah kak sukses, Tini sudah punya cabang juga kak. Dan sekarang Tini bisa memenuhi kebutuhan Adera."
"Mudah mudahan lancar terus ya Tin, kakak bahagia dengernya."
"Iya kak ini juga berkat kakak."
__ADS_1
"Tini kamu jualan online ya, gimana kalau kamu isi toko saya aja."
"Maksudnya pak."
"Saya punya toko nganggur, kamu bisa menempatinya dan itu gratis buat kamu ga usah bayar. Disana juga tempatnya ramai pasti laku keras."
"Wah Tini mau pak."
"Kalau mau nanti besok saya ajak kamu ke toko untuk lihat lihat dulu kalau cocok kan bisa langsung dipakai."
"Terimakasih ya pak Dirga, alhamdulilah Tini senang calon suaminya kak Atika sangat baik ."
***
Dinda yang baru sampai depan rumah bu Ratna ia langsung memasuki rumahnya tanpa permisi.
"Wanita ular ga tahu diri, ngapain kamu masuk kerumah saya." Teriak bu Ratna.
"Saya mau cari mas Arga."
"Arga lagi tidur, jangan di ganggu."
"Dia suami saya bu, ya terserah saya."
"Kamu itu sudah di ceraikan Arga, apa kamu ga malu datang lagi kesini."
"Aku cuma mau ajak mas Arga untuk tes DNA kandung saya."
"paling juga itu bukan anak Arga, saya ga percaya sama kamu Dinda." Dinda tak menghiraukan ucapan bu Ratna, ia langsung saja masuk ke kamar yang ditempati Arga.
"Mas bangun mas."
Namun Arga masih nyenyak dengan tidurnya.
"Mas bangun." teriak Dinda lalu ia mengambil segelas air ke dapur dan menumpahkan nya di wajah Arga membuat Arga terbangun dari tidurnya.
"Sial, apa apa an ini."
"Bangun mas, ayo ikut aku." Dinda memaksanya dengan menarik tangan Arga.
"Apa apa an sih Din."
"Ayo kita ke dokter sekarang juga untuk tes DNA."
Sebenarnya Arga tidak mau melakukan itu, ia takut kenyataannya itu anak Arga, tapi arga yakin bahwa Dinda tak bermain dengan Arga saja.
__ADS_1