Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 33


__ADS_3

"Mas sudah pulang, kenapa tidak menelpon ku."


"Iya aku minta maaf lupa mengabari mu." biasanya sepulang dari kantor Dirga selalu memeluk dan mengecup Atika tapi kali ini ia terlihat berubah, Dirga masih kepikiran ucapan dari Arga. Bagaimana mungkin istrinya bisa hamil jika ia mandul.


"Mas tadi dokter Erina sudah memeriksa ku."


"Aku sudah tau Atika, Erina juga yang memberitahu ku."


"Mas ada apa dengan mu, kenapa gak seperti biasanya. Apa aku ada salah pada mu." Sebenarnya Dirga tak ingin seperti ini pada Atika, tapi ia terus saja di hantui dengan kata kata dari Arga.


"Atika bolehkah aku berbicara pada mu."


"Tentu saja boleh mas, biasanya juga kamu tak pernah minta izin untuk berbicara."


"Sebenarnya aku tak ingin kita ada masalah, tapi aku masih kepikiran Atika. Sebenarnya anak siapa yang dikandung oleh mu."


"Ternyata mas Dirga mempertanyakan soal kandunganku, apa dia mencurigai ku. Sedangkan aku juga tak tahu kenapa bisa mengandung." ucapnya dalam hati.


"Jawab aku Atika."


"Mas aku juga gak tahu kenapa aku bisa mengandung sedangkan kamu di vonis mandul oleh dokter, demi allah aku tak pernah bersentuhan dengan pria mana pun mas." Atika mulai berkaca kaca hatinya sakit jika suaminya meragukan nya.


"Atika aku bukan meragukan mu, tapi kenapa bisa kamu mengandung."


"Mas kalau gitu mari kita ke dokter, aku ingin tau apakah benar kamu mandul. Jika kamu mandul aku tak mungkin hamil mas."

__ADS_1


"Tapi aku pernah memeriksanya Atika, dan itu jelas bahwa aku di vonis mandul." Dirga mulai meninggikan suaranya.


"Demi aku mas harus cek lagi, biar mas gak mencurigai aku. Aku ingin mas diperiksa lagi dengan dokter yang berbeda."


"Baiklah besok kita ke rumah sakit." Dirga pun tak berbicara lagi, ia memunggungi Atika tidak biasanya Dirga bersikap seperti ini mungkin ia masih berfikiran negatif pada istrinya.


"Ya allah aku tak pernah melakukan hubungan dengan siapa pun, semoga mas Dirga tidak mandul." ucapnya dalam hati.


***


"Arga kok kamu kaya seneng gitu."


"Arga seneng aja bu."


"Ibu jadi penasaran kenapa kamu bisa bahagia seperti itu."


"Kamu serius, kok bisa Atika nya hamil tapi setau ibu Atika wanita yang baik dati pada istri mu si Dinda."


"Arga juga berfikir begitu bu, gak mungkin Atika senakal itu pada pria, Arga paling tau tentang sikapnya. Tapi ibu juga tau sendiri kan dulu kita anggap Dinda wanita yang baik rupanya di lebih buruk dari yang kita kira."


"Benar juga ya, awas saja kalau kamu mengharapkan Atika lagi, ibu tak setuju kalau dia wanita murahan."


"Tapi Arga memang masih mencintainya bu "


"Pokonya ibu tidak setuju apapun alasan nya."

__ADS_1


***


Pagi hari ini Atika dam Dirga sudah siap siap untuk menemui dokter di rumah sakit terbesar.


"Mas mau berangkat sekarang."


"Iya tik karena mas udah menghubungi dokternya jadi kita berangkat sekarang aja ya."


"Iya mas ya udah ayo, aku mau pamit dulu sama ibu."


Setelah berpamitan Atika pun langsung masuk ke dalam mobil kemudian Dirga pun menjalankan nya menuju tempat tujuan.


Tak ada pembicaraan diantara suami istri, mereka hanya diam dengan pikiran nya masing masing.


Setelah menempuh satu jam akhirnya mereka sampai, kemudian Dirga menuju tempat dokter Astra ia berjalan lebih dulu sedangkan Atika mengikutinya dari belakang.


"Selamat pagi pak Dirga."


"Pagi juga dok." Dirga menjelaskan semuanya pada dokter Astra tentang keluhannya.


"Memang nya dulu pak Dirga pernah di periksa dimana?"


"Dulu saya di periksa di rumah sakit jakarta pak."


"Mungkin saja ini ada kesalahan, semoga saja hasilnya bagus ya pak."

__ADS_1


"Iya dok memang nya bisa ada kesalahan gitu ya dok."


"Saya juga kurang tau, bisa saja tertukar dengan orang lain. Lebih baik kita periksakan saja." Atika yang menunggu diluar terus saja berdoa semoga hasilnya tidak sama dengan yang pertama, Atika yakin bahwa Dirga tidak mandul.


__ADS_2