Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 17


__ADS_3

Aku menuju rumah sakit untuk menjenguk adikku di antar sama pak Dirga karena ia juga ingin melihatnya.


"assalamualaikum," ku lihat ibu sedang becanda dengan Tini, akhirnya Tini sudah semakin membaik.


"waalaikumsalam, eh Atika sudah pulang?"


"sudah bu, ini di antar pak Dirga !" lalu pak Dirga menyalami ibu dan juga Tini.


"saya minta maaf baru bisa ke sini lagi bu!"


"tak apa apa nak, terimakasih sudah banyak membantu kami!"


"em kak Atika dia siapanya kakak?" Tini bertanya pada ku.


"dia bos kakak Tin,"


"oh kirain pacar kakak, tampan juga!"


"hust ga boleh gitu Tini!" Tini membuat ku malu pada pak Dirga memang adik yang satu ini mulutnya susah di saring.


Akan tetapi pak Dirga malah tersenyum.


"pak kita pulang sekarang aja ya!" lalu aku mengajaknya pulang, karena ga enak dengan Tini yang bibirnya suka ceplas ceplos.


"ya sudah ayo, saya pulang dulu ya bu! besok saya akan menjemput lagi kesini untuk kepulangan Tini."


"terimakasih banyak ya pak Dirga, saya minta maaf sudah merepotkan pak Dirga!" ucap ibu.


"terimakasih kakak ipar!"


Rasanya aku ingin menyumpal bibir Tini, ini membuat ku malu!


Lalu kami kembali ke mobil, tadinya aku ingin naik ojek tapi pak Dirga malah mau mengantarkan ku.


"aku akan mengantarmu Tik!"


"terimakasih pak, padahal saya bisa naik ojek."


"naik ojek kan panas Tik."


"saya sudah biasa kok pak!"


"oh gitu, saya juga mau sekalian ke rumah salsa! bukannya rumah dia dekat sama kamu."


"iya pak, masih satu desa kok!"

__ADS_1


Akhirnya aku sudah sampai di rumah ku, ku lihat Karina sedang bermain bersama teman nya.


"horeee,, mama pulang!" Karina langsung memeluk ku mungkin ia sudah merindukan ku.


"Karina rindu sama mama ya?"


"iya ma, Karina ingat terus sama mama, tapi Karina seneng banyak temen Karina di sini."


"iya sayang, ayo salam dulu sama om."


Karina menyalami tangan Dirga.


"anak yang pintar," ucap Dirga.


"maaf pak mau masuk dulu? saya akan buatkan minum!"


"tidak perlu, saya mau langsung ke rumah salsa!"


"oh iya pak kalau begitu hati hati dijalan." lalu pak Dirga mengendarai mobilnya kembali.


***


"mas kamu sudah pulang!" ucap Dinda menyambut kepulangan Arga dengan baju yang ****, wangi, dan ia selalu tampil cantik.


"em sudah!" Arga memang sangat menyukai tampilan Dinda yang sangat cantik, tak seperti waktu Atika dulu! dulu Atika selalu menyambutnya dengan daster yang sudah lusuh. Akan tetapi Dinda tak menyambutnya dengan apa apa, tak ada kopi yang di buatnya begitu pun dengan makanan.


"ga bisa mas, aku bukan babu mu! kan aku sudah bilang sama mas kalau mau makan ya harus beli mas!"


"lalu ibu mengirim beras kesini buat apa kalau tidak di masakan ?"


"aku sudah menjualnya ke warung sebelah mas," ucap Dinda dengan santainya.


"apa! itu buat makan kita Din," Arga tak menyangka dengan sikap Dinda, jadi selama ini ia selalu menjual beras pemberian ibunya, dan mereka pun sudah tak tinggal bersama bu Ratna karena Dinda sudah punya rumah pribadi.


"ya sama aja mas, di jual juga jadi uang kan!"


"terserah kamu saja Din !"


"terus sekarang mana uang gaji mu mas, kamu belum memberikan nya padaku?"


"ini buat kamu!" Arga hanya memberikan uang 100 ribu pada Dinda karena ia tak pernah di buatkan makan sama Dinda jadi ia hanya memberinya 100 ribu untuk satu bulan. Namun dinda tak menerima dengan uang segitu.


"mas apa apaan ini, ini tak cukup untukku mas!"


"itu cukup satu bulan buat mu, lagian kamu tak pernah memasak untuk ku."

__ADS_1


"enak aja kamu mas! harusnya kamu memberikan gaji semuanya pada ku." Dinda langsung merebut tas nya Arga lalu ia mencari uang di dalam tas itu.


"kembalikan tas ku Din,"


"akhirnya dapat, ini mas tas nya!" Dinda langsung melemparkan tas nya pada Arga.


"kembalikan uang ku dinda!"


"tidak bisa mas, uang suami adalah uang istri !" lalu kemudian Dinda mengambil tas nya dan mengendarai mobil pribadinya.


"Dinda jangan pergi kamu!" Arga terus menggedor-gedor pintu kaca mobilnya namun Dinda tak menghiraukan nya, ia langsung tancap gas meninggalkan Arga.


"enak aja dia memberiku uang 100 ribu!" ucap Dinda lalu ia mengeluarkan uang yang tadi dan menghitungnya. "ini gaji mas Arga lumayan besar, ternyata gajinya 8 juta perbulan tapi kenapa mas Arga sangat pelit sekali, lebih baik aku belanjain uang nya! aku ingin membeli baju baru." ucapnya ia sangat senang mendapatkan uang dari Arga lalu ia memarkirkan mobilnya di sebuah mall.


"sialan kau Dinda, istri ga tau diri! argh" perlakuan dinda membuat Arga marah, perut nya sudah keroncongan sedari tadi ia menahan lapar kemudian Arga mengambil uangnya di dalam saku celana! hanya ada lima ribu yang tersisa.


"lebih baik aku beli mie instan saja!" lalu Arga pergi ke warung untuk membeli mie.


"eh pak Arga tumben ke warung, kemana istrinya pak!" kata ibu warung.


"istri saya sedang ada perlu bu, saya mau beli mie instan satu."


"boleh pak!"


"ini uang nya bu!"


"masih ada kembalian 2 ribu lagi pak?"


"ya sudah beli kerupuk saja sisa nya!"


"terimakasih pak ini mie nya!" kemudian Arga kembali ke rumah ia langsung menyalakan kompornya, akan tetapi tabung gas sudah habis.


"astaga dinda, kau membuat ku marah! arghh


" perut sudah lapar, mau masak pun tak bisa. Akhirnya Arga pergi ke warung tadi untuk ikut memasak mie nya.


"permisi bu, boleh ga saya masak mie di sini!"


"boleh pak, sini biar saya masak!"


Akhirnya mie sudah matang, Arga berterimakasih pada ibu warung, lalu ia kembali ke rumah nya.


Dengan perasaan sedih, marah, kesal menjadi satu. Baru kali ini ia hidup sengsara seperti ini! ia jadi mengingat Atika yang setiap hari di beri uang 10 ribu namun Atika selalu menerimanya dengan lapang dada.


"Atika,, jadi begini rasanya hanya punya uang 5 ribu! tapi Atika dikasih sepuluh ribu sudah bisa makan untuk tiga orang!" Arga mengingat masa lalu bersama Atika, ada perasaan menyesal di dalam hati Arga.

__ADS_1


setelah selesai makan, Arga langsung mencuci baju yang menumpuk di kamar mandi, karena Dinda hanya mencuci bajunya saja, sedangkan baju Arga ia biarkan menumpuk.


"wanita sialan, aku tak menyangka bisa terpesona pada dia!" sekarang Arga sadar, cantik tak membuatnya senang. Kalau bisa memilih lebih baik Arga hidup bersama Atika walaupun dengan penampilan kucel dan lusuh tapi ia selalu di jadikan raja.


__ADS_2