
Akhirnya Dirga pulang dengan wajah ceria dan bahagia setelah Atika menerima lamarannya.
"Dirga kamu kenapa senyum senyum sendiri."
"Tidak apa apa kok bu, Dirga hanya bahagia aja, tapi tunggu! kenapa ibu kelihatan lebih sehat."
"Ya tentu saja ibu juga bahagia karena kamu sudah punya calon istri, ibu ingin secepatnya kau menikah dengan Atika lalu tinggal disini, ibu juga ingin bertemu dengan anak Atika. Apakah anaknya sudah besar."
"Udah besar bu, usianya sudah 9tahun dia sudah sekolah."
"Wah senangnya ibu punya cucu, walaupun bukan dari kamu, ibu tetap senang ada yang nemani ibu disini nantinya." Dirga langsung memeluk sang ibu, ia tidak tega melihat ibunya yang sudah tua yang masih mengharapkan seorang cucu.
"Nanti aku akan membawanya kesini bu."
"Terimakasih Dirga, ibu bahagia sekarang."
***
"Apa? kakak di lamar pak Dirga yang tampan dan kaya raya itu kak." ujar Tini yang terkejut dengan pernyataan kakaknya.
"Ya allah Tin biasa aja ekspresimu jangan seperti itu."
"Aku kaget loh kak, tapi Alhamdulillah semoga kakak bahagia selalu."
__ADS_1
"Atika, ibu juga bahagia jika kamu menemukan pria yang cocok untuk mu, ibu yakin Dirga pria yang baik untuk mu. Karina juga sepertinya setuju."
"Memangnya Karina sudah tahu tentang ini bu?"
"Ya tadi anakmu tidak mau dekat dekat dengan ayahnya, mungkin Karina tahu karena kamu sering di sakiti Arga, Apa Arga sejahat itu sama kamu Tik."
"Maaf bu Tika ga cerita sama ibu, memeng dulu mas Arga sering seperti itu, membentak dan menamparku di hadapan Karina."
"astagfirullah Tik, untung saja Karina tidak trauma tapi ia jadi takut pada ayahnya."
"Biarkan saja bu, ini karena sikap dia yang kasar membuat Karina jadi menjauh darinya."
"Tapi ibu juga melihat Arga ingin kembali pada mu Tik." Tika sudah tahu tujuan Arga kesini hanya untuk dekat dengan nya lagi
"Lah udah dilamar masih bilang bapak, panggilnya sayang kek, mas kek, masa bapak sih kak." ujar Tini.
"Heheh iya Tin, nanti kakak usahain merubah panggilan."
"Nah harus gitu dong kak."
Mereka semua sudah setuju dengan lamaran Dirga, memang Dirga lah pria yang tepat untuk Atika.
***
__ADS_1
"Akhirnya ibu bisa pergi dari rumah mantan istri mu itu, kamu harus secepatnya urusin surat cerai mu Arga, kalau mantan istri mu si Atika itu sudah kaya mending kamu dekati dia lagi."
"Atika belum kaya bu, hanya saja dia sudah bekerja kalau Arga menikah lagi dengan dia pastinya Arga tak perlu kerja cape."
"Bener juga kamu, ga apa apa dia ga kaya yang penting dia bisa cari duit." Keluarga ga ada akhlak, bukannya berfikir setelah menyakiti orang tapi malah berfikir ingin memanfaatkannya lagi.
"kalau begitu Arga mau pinjam uang sama ibu, buat bayar pengadilan. Secepatnya Arga ingin berpisah dengan si Dinda itu."
"Tenang saja kalau soal uang ibu punya, yang penting kamu harus secepatnya nikah lagi sama Atika, ibu juga kangen sama Karina cucu ibu. Biarkan saja nama ibu jelek sama pak kades, yang penting sekarang ibu sudah tidak ada hubungan dengan Dinda lagi."
"baiklah besok Arga akan urus surat cerai, dan mulai besok Arga akan mendekati Atika lagi bagaimana pun caranya."
***
"Dirga ibu ingin secepatnya kamu menikah."
"Kenapa ibu ingin cepat cepat sekali sih bu."
"pokonya besok kita ke rumah Atika untuk menentukan tanggal pernikahan, tapi ibu pengen nya 3 hari lagi kalian harus sudah menikah."
"Tapi itu kecepatan bu," Dirga tak tahu kenapa ibunya ingin secepatnya ini menikahi dia dengan Atika, bisa bikin terkejut juga kalau di ajak nikah 3 hari lagi.
"Kamu harus menuruti kata ibu, pokonya besok kita kerumah Atika, ibu juga ingin berkenalan dengan keluarga Atika.
__ADS_1
"Terserah ibu saja lah." Dirga mulai pasrah dengan kelakuan ibunya yang menurutnya tidak habis pikir.