Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 7


__ADS_3

Plakkk.


mas Arga menamparku lagi yang kesekian kali nya.


"Mas kenapa kau menamparku hah,"


"Ini akibatnya jika kamu melawan ku Tika."


"Aku harus menjelaskan apa supaya kamu mengerti, kamu selalu menghina ku, kamu selalu merendahkan ku tapi kamu tidak melihat pada dirimu sendiri mas, sesempurna apa kau berani menghina ku mas? aku memang bukan wanita terpandang tapi aku masih punya harga diri."


Plakkk


Kemudian Bu Ratna pun malah menamparku.


"Dasar wanita tak tahu diri, berani berani nya kamu melawan anakku, seharunya kamu jadi istri itu nurut sama suami."


"Bu selama ini aku selalu nurut pada mas Arga, aku tak pernah melawan nya! tapi kali ini mas Arga benar benar keterlaluan sudah menghinaku harusnya mas Arga sebagai suami itu peduli pada istrinya."


"Diam kau Tika, berani sekali kau menyalahkan anakku."


"Ibu pasti membela mas Arga karena ibu itu orang tuanya, tapi ibu harus tahu aku juga ga salah Bu kenapa ibu malah menuduhku juga," air mata ku sudah tak tahan lagi, aku benar benar sudah tidak tahan dengan perlakuan mas Arga dan juga ibu mertua ku.


Karina keluar dari kamarnya melihat aku yang menangis, Karina langsung memeluk ku saat itu juga.


"Mama kenapa?"


"Mama tidak apa apa sayang."


Namun Bu Ratna malah menarik tangan Karina seolah olah aku tak boleh menyentuhnya.


"Sini Karina sama nenek saja ya,"


"Atika mulai sekarang aku memberi talak tiga pada mu, mulai detik ini juga bawa baju baju mu keluar dan jangan pernah kembali ke rumah ini lagi," deg segampang itukah mas Arga menjatuhkan talak kepada ku.


"Mas kamu benar sudah tak mencintaiku lagi?" tanyaku.


"Ya sudah lama aku tak cinta pada mu Atika, aku tak suka mempunyai istri yang kucel seperti kamu." Astagfirullah mas Arga menghina ku lagi, mulai detik ini juga aku membereskan semua baju baju ku dan memasukkan nya ke dalam tas, aku akan pulang ke rumah ibu detik ini juga.


"Karina ayo kita ke rumah nenek," aku menarik tangan Karina namun Karina malah di gendong mas Arga.


"Kau pergi saja sendiri jangan bawa bawa Karina, dia anak ku dan aku lah yang berhak menafkahinya."


"Aku juga ibu nya mas, Karina masih kecil dia masih butuh aku mas, tolong berikan Karina pada ku dan aku akan pergi dari sini."


"Tidak bisa, Karina cucu ku kau mau kasih Karina makan apa hah! cari duit saja kau tidak becus!"


"Bu aku mohon, aku tak bisa jauh dari Karina Bu hiks hiks!"


"Tidak bisa, kau pergi saja dari sini! cepat keluar."


"Aku tidak akan pergi sebelum Karina ada ditangan ku."

__ADS_1


"Dasar wanita sialan, wanita tak tahu diri, sudah hidup miskin masih mau mengurusi anaknya, mau kasih makan apa dia hah!"


"Mama,, aku mau sama mama nek," Karina menangis meraung raung, aku tahu Karina lebih menginginkan ikut dengan ku.


"Diam Karina, biarkan ibu mu pergi dari sini!" mas Arga menyeret ku keluar dan melemparkan semua barang barang ku.


"Pergi kau dari sini," lalu mas Arga mengunci pintunya.


"Mas buka pintu nya mas, berikan Karina pada ku." aku menggedor gedor pintunya tanpa henti sampai pada titik terakhir aku sudah lelah, aku menunggunya sampai malam namun mas Arga dan ibu mertua ku masih belum keluar. Aku pun sudah tak mendengar tangisan Karina lagi mungkin di kelelahan jadi dia tertidur.


Lalu aku melangkahkan kaki ku ke warung Bu Rini.


"Assalamualaikum Bu,"


"Waalaikumsalam, Tika ada apa malam malam begini kamu kesini."


"Bu tolong saya, saya di usir oleh mas Arga tapi saya tak boleh membawa Karina."


"Astagfirullah apa apa an suami mu itu memisahkan ibu dan anak nya."


"Aku mohon Bu, untuk malam ini saja aku mau nginap disini, aku ingin memantau Karina dari sini,"


"Boleh Tik, ayo masuk kebenaran ada kasur kosong di ruang belakang."


"Terimakasih ya Bu," akhirnya Bu Rini mengizinkan aku untuk menginap, Alhamdulillah aku masih menemukan orang baik.


"Bu Tika mau beli sarapan, apa boleh Bu,"


"Tika ada uang kok Bu, Tika beli ya satu porsi,"


"Terserah kamu aja Tik, silahkan ngambil aja. Ibu lagi ada pembeli."


"Terimakasih Bu."


***


Arga dan juga Bu Ratna membuka pintu, mereka memantau Tika! apakah Atika masih ada di luar? namun setelah di lihat ternyata Atika sudah pergi.


"Bagus," ucapnya


"Ternyata dia pergi juga ya Bu,"


"Iya, semoga besok di ga kesini lagi Arga." setelah bercakap cakap tiba tiba Karina menangis lagi.


"Ayah aku ingin menemui mama, mama di mana ayah hiks hiks,"


"Diam Karina?" bentaknya "ibu mu sudah pergi dari sini!"


"hiks hiks mama,,, Karina mau sama mama!"


kemudian Bu Ratna membawa Karina lagi ke kamar, ia mengelus elus rambut dan memeluknya supaya tidak menangis lagi.

__ADS_1


"Karina tidur lagi ya, ibu mu hanya pergi sebentar kok," ucapnya berbohong.


"Bener ya nek,"


"Iya sayang, besok kamu harus sekolah jadi kamu harus tidur sekarang juga ya."


"Baik nek," Karina menurut saja karena ia takut di bentak ayahnya lagi.


***


Hari sudah pagi, Karina di antar sekolah oleh mas Arga dan aku mengintipnya dari rumah Bu Rini. Ini kesempatan untuk aku membawa Karina pergi.


Aku tetap harus memantau mas Arga dari sini.


"Tika bagaimana dengan karina? tanya Bu Rini.


"Karina sudah berangkat sekolah Bu, nanti aku akan menjemputnya dan akan membawanya."


"Bagus Tik, ibu mendukungmu."


"Oh iya Bu, ini uang buat ibu karena sudah mengizinkan saya menginap di sini," aku memberikan uang seratus ribu pada Bu Rini, karena aku tak enak pada Bu Rini yang sudah membantu ku.


"Tak usah Tik, uang nya buat kamu aja! buat ongkos pulang mu Tik."


"Tak apa apa Bu, uang ku masih ada ko,"


"Ya sudah kalau begitu terimakasih ya Tik."


Setelah mengobrol dengan Bu Rini, aku melihat mas Arga sudah kembali dan sepertinya mas Arga mau pergi bersama Bu Ratna, kira kira ia akan pergi kemana ya? aku jadi penasaran. Tapi untuk saat ini aku harus fokus pada karina dulu.


Aku melihat Bu Ratna menenteng tas nya, mereka berdua meninggalkan rumah, ini kesempatan bagus untuk ku!


"Bu Rini, Tika mau pamit dulu ya! Tika mau jemput Karina lalu Tika mau langsung pulang ke rumah orang tuaku."


"Iya Tik, hati hati di jalan ya semoga kamu berhasil."


"Terimakasih atas semuanya ya Bu," aku pun pamit pada Bu Rini, lalu aku pergi menuju ke sekolahnya Karina karena sekarang sudah waktunya jam pulang.


Aku menunggunya di depan gerbang sekolah.


"Ya Allah semoga aku bisa membawa Karina," tak lama kemudian Karina sudah keluar kelas, aku melihat mata Karina yang sembab sepertinya Karina menangis semalaman.


"Karina!" panggil ku.


Karina langsung menatap ku dengan wajah senangnya.


"Mama,,, mama!"


"Karina ayo kita pergi sekarang juga, kita ke rumah nenek lagi,"


"Iya ayo Bu, Karina ga betah tinggal sama ayah," Aku langsung menggendong karina dengan sedikit berlari, aku takut mas Arga melihat ku dan mengambil Karina lagi.

__ADS_1


__ADS_2