
Sampai rumah pun pak Dirga tidak bersuara seperti biasanya?
"pak terimakasih sudah mengantar saya pulang."
"ya!" hanya menjawab sesingkat itu lalu ia pergi meninggalkan ku yang masih mematung, aku merasa ada yang hilang dalam hati ku.
"kak sudah pulang," Tini menghampiri ku, sekarang ia sudah sembuh total sudah bisa beraktifitas lagi.
"iya Tin kakak baru saja pulang!"
"kakak pulang sama siapa?"
"sama pak Dirga tapi dia sudah pulang lagi."
"lah kenapa ga di ajak masuk kak, kakak ini gimana sih cowok ganteng gitu di biarkan!"
"maaf Tin pak Dirga lagi ada urusan."
"oh gitu ya kak?"
"adera mana?" tanya ku
"lagi tidur sama Karina kak, mereka sudah main mungkin kecapean jadi tertidur."
"oh iya, ya sudah ayo masuk Tin, jangan lama lama diluar kamu kan masih dalam pemulihan.
Lalu kami berdua masuk ke dalam rumah dan kami pun membantu ibu membuat kue bolu pesanan orang.
"gimana bu, jualan nya laris?"
"alhamdulilah Tik, banyak pesanan setiap harinya."
"kak Tini pengen nyari kerja biar bisa bantu ibu!" ucapnya.
"jangan Tin, kamu di sini aja banti ibu jualan, kan kamu juga punya anak masih kecil, nanti mau di titip siapa?"
"aku bisa cari pengasuh kak, lagian kan adera mau sama siapa aja dia ga pernah rewel."
"Tini kamu bantu ibu saja disini, kamu ga boleh kerja, ibu khawatir sama kamu!" ucap ibu.
"tapi Tini ga enak bu, Tini punya anak! harusnya Tini bekerja untuk Adera !"
"kamu mau ga sama kakak di modalin, kamu mau jualan apa biar bisa dapat penghasilan dari rumah?"
"kakak serius," Tini sangat bahagia mendengar ucapan ku, aku tahu jika berada di posisi Tini pasti sangat tidak enak tinggal di rumah orang tua tanpa penghasilan.
__ADS_1
"iya kakak serius, kakak lagi ada uang nih buat modal kamu karena baru kemarin kakak gajian."
"Tini mau dong kak, Tini mau jualan online saja!"
"boleh kalau gitu, kakak dukung kamu Tin,"
"terimakasih ya kak," ibu tersenyum melihat keakraban aku dengan adik ku, lalu aku mengambil uang ke kamar ku untuk di berikan pada Tini.
"ini Tin modalnya buat kamu, mulai sekarang kamu sudah bisa jualan online."
"wah kak, terimakasih loh. sekarang aku mau belanja daster aja kak, pasti ibu ibu di sini pada suka sama daster!"
"iya Tin benar juga ya, ibu rumahan pasti suka sama pakaian itu! jadi kamu mau beli pakaian nya dimana Tin!"
"sebenarnya dari kemarin juga aku sudah menyiapkan ini kak, cuma aku ga ada modal jadinya niat mau kerja dulu tapi ternyata kakak yang memberikan modal buat aku, aku mau pesan daster di toko teman, karena di sana daster nya murah tapi ga murahan kak, aku juga mau beli grosiran biar harganya lebih murah lagi."
"kamu hebat Tin, semoga sukses ya!"
"anak anak ibu memang pada hebat seperti ayah mu dulu giat bekerja!" ucap ibu menimpali perkataan aku dan Tini.
Lalu kami memeluk ibu, menguatkan ibu yang sudah bersabar membesarkan aku dan juga Tini.
"terimakasih ya bu sudah jadi wanita yang kuat untuk kami!" ucap ku, tiba tiba Tini menangis di pelukan ibu.
"maafkan Tini yang sudah durhaka pada ibu, tini minta maaf bu!"
***
Bu Ratna dan juga Arga sudah kembali ke rumah Dinda.
"eh ada ibu ngapain kesini bu," ucap Dinda.
"kamu kalau ada orang tua bukan nya disambut dengan hangat!"
"iya aku lupa bu, tapi ibu kenapa kesini dengan bawa tas besar bu!"
"ibu mau tinggal di sini! karena ga ada yang masakin buat Arga!" sindirnya, namun Dinda malah tersenyum senang.
"wah kalau begitu Dinda setuju bu, ibu tinggal di sini saja biar ada yang masakin buat Dinda juga." ucapnya.
"baru tahu aku punya menantu seperti Dinda, ku kira Dinda wanita yang baik! rupanya dia lebih parah dari si Atika," ucapnya dalam hati.
"sudah bu ayo masuk, bereskan baju ibu!"kata Arga yang membuyarkan lamunan nya.
Setelah masuk kedalam Bu Ratna melihat isi rumah yang berantakan, dapur yang sangat kotor serta kamar mandi yang bau. Bu Ratna sangat tidak suka dengan rumah yang kotor seperti ini.
__ADS_1
"Dinda kamu ngapain aja di rumah! rumah gede gini di biarkan kotor!"
"Dinda malas lah bu ngerjain nya, Dinda juga sudah menyuruh mas Arga buat cari ART, tapi mas Arga ga menuruti kemauan aku."
"harusnya kamu sendiri yang bersihin ini semua, jadi istri kok ga becus!" ketusnya.
Dinda tak menghiraukan ucapan ibu mertuanya, tak peduli rumah nya mau sekotor apa, ia tak ingin membersihkan nya karena ini bukan pekerjaan nya.
Bu Ratna langsung membersihkan rumah Dinda dari nyapu, ngepel, bersihin kamar mandi, nyuci baju, dan masak semua dikerjakan bu Ratna. Ini membuat Arga tak tega melihat ibunya yang melakukan semua ini sedang kan Dinda malah duduk di kursi sambil menonton tv dengan cemilan di tangannya.
"Dinda apa apaan kamu!" ucap Arga lalu mengambil cemilan dari tangan Dinda. "ibu sedang bersih bersih tapi kamu malah enak enak."
"memang nya kenapa mas, ini kan bukan tugas ku!"
"ini juga bukan tugas ibu ku kan!"
"ya terus ngapain ibu mu mau ngerjain itu semua, kan aku ga nyuruh!"
"dasar ga tau diri kamu,"
"sudah lah mas jangan berdebat sama aku," lalu Dinda merebut cemilannya lagi dari tangan Arga!
kemudian Arga menghampiri ibunya yang sedang mencuci piring.
"bu sini biar Arga bantu ya!"
"tidak usah Arga, seorang suami tidak boleh mengerjakan semua ini, kamu duduk saja di sana!"
"tapi Arga ga tega melihat ibu seperti ini, takut ibu kecapean."
"tiap hari juga ibu seperti ini Ga, tapi di rumah ibu kadang di kerjakan adik mu jadi ga semua nya di kerjain sama ibu."
"maafkan Dinda ya bu, dia emang ga tahu diri."
"biarkan saja, nanti ibu akan memberinya pelajaran." Arga berdiam diri di belakang bu Ratna yang menemani bu Ratna membereskan semuanya.
"Arga janji bu, gajian bulan depan akan Arga berikan pada ibu?"
"wah benarkah?" bu Ratna sangat senang mendengar ucapan Arga.
"iya bu, ini karena ibu sudah membantu Arga membereskan semua ini,"
"baiklah kalau begitu ibu jadi semangat beres beres nya Ga!"
"suts tapi ibu jangan bilang bilang sama Dinda ya, kita main cantik di belakang dia!"
__ADS_1
"oke," ucapnya, mulai hari ini Arga tak mau di manfaatkan Dinda lagi.