Membalas Penghinaan

Membalas Penghinaan
Bab 20


__ADS_3

Pagi hari aku sudah membersihkan meja kerjanya pak Dirga, aku pun sudah membuatkan kopi untuk nya karena ini tugas ku setiap hari.


"pagi pak," ucap ku pada pak Dirga yang baru saja datang. Namun pak Dirga tak menjawab ucapan ku, ia langsung saja duduk dimeja kerjanya tanpa bertanya sepatah kata pun pada ku.


Lalu aku pun kembali ke meja kerja ku.


Aku ga bisa fokus dengan pekerjaan ku, aku masih memikirkan pak Dirga yang tak biasanya, apa semua ini karena ucapan ku kemarin pada pak Dirga jadi marah.


Detik ini juga aku menghampiri pak Dirga untuk minta maaf.


"pak saya minta maaf soal kemarin!"


"maaf untuk apa," tegasnya.


"bapak marah kan sama saya dengan jawaban saya yang kemarin."


"tidak,"


"tapi kenapa bapak seperti ini sama saya?"


"memang nya saya kenapa?" pak Dirga malah balik bertanya.


"bapak tak ramah seperti biasanya."


"saya ini bos mu, terserah saya mau bagaimana! sudah sana kamu, fokus lagi dengan kerjaan mu!" aku benar benar tak percaya dengan perubahan sikap pak Dirga pada ku. Ya sudah lah aku tak ingin berbicara lagi.


"permisi pak ini laporan kemarin," ucap mas Arga yang baru saja masuk.


"baik terimakasih !"


Aku melihat mas Arga memperhatikan ku, ini membuatku risih rasanya aku ingin mencongkel bola matanya.


"silahkan kembali bekerja!"


"baik pak!"


Sekarang sudah makan siang, tapi pak Dirga tidak mengajak ku atau menyuruh ku. Aku jadi bertanya tanya kenapa pak Dirga jadi berubah.


Lalu aku menghentikan langkahnya, dan ku pegang tangan nya.


"pak mau makan siang dimana, biar saya pesan kan."

__ADS_1


"lepaskan tangan mu Atika, kamu tidak sopan pegang pegang tangan saya!"


"maaf pak," lalu pak Dirga pergi meninggalkan ku.


"rupanya kamu di tolak sama pak Dirga ya," ucap mas Arga yang baru saja datang, tapi kenapa mas arga berbicara seperti itu apa tadi ia mengintip ku.


"apa maksud mu mas!"


"aku melihat mu barusan pegang tangan pak Dirga, tapi sepertinya pak Dirga tak mau sama kamu!"


"kalau iya memang nya kenapa mas, apa urusan nya dengan mu!"


"tidak ada, hanya lucu saja. Walaupun kamu seorang sekertaris tapi kamu tetap dari kalangan bawah Atika, mana mau pak Dirga sama kamu!"


"aku juga sadar diri kok mas, kamu tak usah mengurusi hidup ku." lalu ku tinggal kan mas arga yang masih berdiri di sana. Aku tak ingin berurusan dengan nya lagi.


Baru kali ini aku makan siang di kantin, ku lihat semua karyawan memperhatikan ku. Tapi mas Arga malah duduk di depan ku tanpa izin dari ku.


"aku ikut di sini ya!" ucap nya membuat ku ingin menghindar.


"kursi lain masih kosong mas, kenapa disini?"


"ya sudah kalau gitu aku mau pindah!" namun mas Arga malah menahan ku.


"sudah kamu duduk di sini saja Tik!" aku pun duduk kembali.


"Atika aku menyesal sudah menceraikan mu, aku ingin kembali pada mu lagi! apa kamu mau menerima ku!" kenapa mas Arga mengucapkan ini di kantin, aku takut ada yang melihatnya.


"maksud mu apa mas!"


"mau kah kamu kembali lagi pada ku Tik."


"jangan mimpi mas, aku tak akan kembali pada mu lagi, cukup sudah kau sakiti aku dulu, jangan pernah memulai nya lagi."


"cih kamu sangat sombong sekali, mentang mentang jadi sekertaris. Ternyata hanya mau menggoda sang bos!"


"tutup mulut mu mas, jangan sok tahu kamu!" lalu aku pergi meninggalkan mas Arga dengan makanan ku yang masih setengah lagi.


Lebih baik aku kembali keruangan ku, mas arga membuat ku emosi.


Setelah sampai sana, aku melihat mas Dirga dengan seorang wanita. Tapi kenapa tiba tiba hati ku sakit.

__ADS_1


"permisi,"


"eh Atika ya!" ucap wanita itu.


"iya mbak!"


"kenalin aku Rara calon tunangan nya Dirga,:


"Saya Atika sekertaris nya pak Dirga." kenapa pak Dirga sudah punya calon tunangan sedangkan kemarin ia mengajak ku menikah.


"kalau begitu saya mau ke bawah dulu mbak, ini masih jam istirahat kan hehe saya permisi dulu."


"iya," ucapnya, lalu aku berjalan menuju ke bawah sekalian mau beli minum di sana.


"tuh kan mas, aku bilang dia pasti cemburu melihat aku dan kamu di sini," ucap Rara.


"kok kamu bisa tahu kalau dia cemburu Ra?" tanya nya.


"ya tahu lah, aku juga seorang wanita sama seperti dia! kalau begitu kita pura pura saja mas biar tahu seberapa besar cinta dia sama kamu!"


"bener juga ide mu Ra, aku ikut kamu saja." Rara adalah adik dari mantan istrinya Dirga, ia dan mantan istrinya bercerai karena tidak bisa memiliki anak, jadi ia mengikhlaskan mantan istrinya untuk menikah lagi. dokter sudah memvonis Dirga tidak bisa memiliki anak, maka dari itu Dirga mendekati Atika karena Atika sudah memiliki anak jadi ia merasa Atika bisa menerima kekurangan nya.


Hatiku sakit setelah mbak Rara mengatakan bahwa dia calon tunangan nya.


Aku baru sadar sekarang ternyata aku punya rasa untuk pak Dirga tapi aku sudah terlanjur menolaknya, aku tak bisa menarik perkataan ku lagi.


Aku terpaksa diam di tempat ini sambil menikmati minuman ku, mau kembali pun aku tak enak melihat pak Dirga dengan calon tunangan nya, takut membuat hati ku lebih sakit lagi jadi lebih baik aku menunggu jam masuk saja.


"Atika rupanya kamu di sini," tiba tiba mas Arga menghampiri ku lagi.


"ada apa lagi sih mas," aku kesal padanya karena ia selalu mengganggu ketenangan ku.


"Tik dengerin aku dulu, aku mau kembali sama kamu lagi, kalau kamu menerima ku. Aku akan menceraikan istri ku." dengan gampang nya mas Arga akan menceraikan istri nya, aku tak tahu dengan jalan pikiran mas Arga seperti itu! kalau dia ingin kembali pada ku kenapa dia menceraikan ku. Sekarang dia menyesalinya tapi maaf hati ku sudah tak ada untuk nya, aku lebih menikmati hidup menjanda walaupun harus bekerja.


"maaf mas aku tak bisa kembali pada mu lagi, aku sudah punya calon suami!"ucap ku berbohong pada mas Arga agar dia tak mengejar ku lagi.


"apa kamu tak kasian sama Karina, dia pasti merindukan ku."


"ya memang benar dia merindukan mu mas, tapi dia lebih suka dengan kehidupan yang sekarang, itu karena aku yang mencukupi kebutuhan nya."


"cih kamu sombong sekali Tik, baru punya jabatan sekertaris aja sok kaya!" aku tak peduli dengan ucapan mas Arga, ku tinggalkan saja dia yang masih kesal pada ku. Aku jadi ilfil melihat wajahnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2