Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Kado Istimewa


__ADS_3

Sesuai yang Kimi inginkan Xyan pun pulang lebih awal, ia juga tentunya ingin tahu kira-kira apa yang akan istrinya rencanakan, karena apabila berkunjung ke rumah kedua orang tuanya biasanya Kimi ada acara cukup penting, entah percayaan ulang tahun, anniversary dan acara romantis lainya.


“Sayang ini ada apa kenapa sangat manis sekali,” ucap Xyan yang baru pulang kerja, sudah disambut dengan sangat romantis. Laki-laki itu pun mengingat momen yang mungkin dia lewatkan, Anniversary, ulang tahun, atau bahkan hari sepesial lainya, tetapi Xyan tidak juga menemukan kalau hai ini adalah hari spesial yang harus dirayakan.


“Tidak ada Mas, Kimi hanya ingin kasih kejutan saja untuk Mas dan juga untuk orang tua Mas,” jawab Kimi dengan menggandeng tangan sang suami yang baru saja pulang kerja, dan menuntunnya ke kamar pribadinya.


“Sekarang Mas mandi bersih-bersih dulu, kita akan ke rumah Mami dan Papi saat ini juga,” imbuh Kimi yang langsung membantu sang suami untuk segera membersihkan tubuh dan menyiapkan pakaian yang akan dikenakan untuk ke rumah orang tuanya.


Namun, semakin Kimi bilang tidak ada apa-apa justru Xyan semakin menatap Kimi dengan tatapan yang tajam.


“Mas, tenang saja semunya akan baik-baik saja. Kimi hanya ingin kasih Mas dan juga ke dua mertua Kimi hadiah. Tidak ada yang aneh-aneh kok. Percaya deh.” Kimi sekali lagi meyakinkan sang suami agar tetap tenang.


Yah, Xyan pun kembali nurut dan mengikuti apa yang Kimi mau.


Setelah semua selesai Kimi pun tidak membuang waktu lama, karena ia juga sebelumnya sudah memberitahukan ke orang tua mereka kalau Kimi dan sang putra akan segera datang.


“Sayang ini ada acara apa sih? Mas makin curiga deh, kamu sedang menyembunyikan sesuatu?” tanya Xyan sekali lagi, dari penampilan Kimi dan dirinya terlihat kalau di rumah sang orang tua tengah diadakan pesta.

__ADS_1


“Tidak ada Mas. Kimi hanya ingin membuat kita, serta Papi dan Mami itu makin dekat dan makin hangat,” balas Kimi dengan santai. Dan lagi-lagi Xyan pun percaya saja, karena memang selama ini Kimi adalah menantu yang baik untuk kedua orang tuanya, sehingga merencanakan hal seperti ini tentunya bukan hal yang aneh, dan demi keharmonisan bersama Xyan pun pasrah saja mengikuti rencana Kimi.


Setelah melewati perjalanan yang tidak terlalu lama, karena memang rumah yang Kimi tempati dengan mertuanya tidak terlalu jauh. Seperti yang sudah-sudah mertua Kimi akan menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan sangat heboh.


“Ternyata Tuhan maha tahu apa yang Mami dan Papi rencanakan baru juga Papi bilang besok mengajak Mami ke rumah kalian, sudah lama kita tidak bertemu, tetapi malah kalian sudah datang ke sini,” ucap Nuna, sebagai mertua perempuan dari Kimi.


“Iya maaf Mih, saat Mas Xyan tugas ke luar Negri, Kimi main ke rumah Bibi, kasihan sejak Kimi nikah belum pernah menginap ke rumah mereka,” jawab Kimi dengan memberikan buah dan cake yang ia beli sebagai buah tangan.


“Iya tidak apa-apa, kamu memang harus tetap menjalin silaturahmi dengan Bibi kamu, bagaimanapun mereka adalah pengganti orang tua kamu.”


“Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Bibi dan Paman kamu?” Kali ini Piter yang bertanya.


“Baik Pih, mereka juga nitip salam untuk Papi dan Mami.”


Kimi pun terlibat obrolan yang hangat dengan kedua mertuanya.


“Jadi Kimi datang ke rumah Mami itu mau kasih kado untuk Mas, dan juga Papi sama Mami,” ucap Kimi setelah cukup lama bercerita panjang kali lebar.

__ADS_1


“Kado? Kado apa?” tanya Nuna, yang dibalas anggukan oleh Piter, tak kalah Xyan juga nampaknya bingung dengan kado yang dimaksud oleh sang istri.


“Ini kado untuk Mas dan juga ini untuk Papi dan Mami, maaf aku baru memberikan kado ini sekarang. Semoga kalian senang dengan kado ini,” ucap Kimi, dengan memberikan kotak kado yang cukup besar untuk Xyan, begitu pun untuk kedua mertuanya. Dengan bingung Xyan pun menerima kado ini. Tidak kalah bingung juga terlihat dari raut wajah kedua mertua Kimi.


“Ini acara apa sih Sayang, kenapa kamu beri aku kado, sedangkan aku sepertinya tidak melewatkan satu kejadian penting pun,” balas Xyan masih diselimuti dengan perasaan yang bingung, dan beberapa kali membalik-balikan kotak kado, bahkan sampai menggoyangkan kotak yang sedang ia pegang dengan tujuan tahu isi dari kotak tersebut. Namun, sepertinya Kimi sudah mempersiapkan semuanya, sehingga sekencang apa pun Xyan menggoyangkan kotak itu tidak ada suara apa pun yang ditimbulkan dari dalam sana.


“Tidak ada acara yang kamu lewatkan Mas, hanya saja aku sedang ingin memberikan kamu kado. Apakah kalau memberikan kejutan pada suami sendiri, dan mertua harus nunggu ada momen bahagia dulu?” tanya Kimi degan wajah yang sangat bahagia, yah tadi wanita itu sempat mendatangi dokter Rina untuk memastikan kalau dia benar-benar hamil, dan setelah melewati banyak test dan USG akhirnya dokter Rina mengatakan kalau dirinya memang hamil, dan yang membuat Kimi tidak henti-hentinya terlihat bahagia adalah ia yang ternyata saat ini tengah hamil kembar. Ini benar-benar diluar dugaan Kimi tentunya.


“Tidak-tidak ada yang salah hanya saja, aku merasa sangat beruntung apabila kamu memberi kado, tetapi aku malah tidak memberikan kado untuk kamu, tapi berhubung kamu sudah susah payah menyiapkan ini semua. Apa aku boleh buka?” tanya balik Xyan dengan senyum manisnya, dan tentu dibalas anggukan juga oleh kedua mertua Kimi, yang pastinya mereka juga penasaran dengan isi kado yang menantunya berikan.


“Papi dan Mami juga nggak sabar kira-kira apakah ini kado yang benar-benar spesial untuk kita semua?” ucap Piter, yang tidak kalah antusias dengan Xyan.


“Mudah-mudahan yah Pih, Mih, ini adalah kado yang benar-benar spesial untuk kita semua.”


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2