Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Kecurigaan Kimi


__ADS_3

Setelah berpikir dengan keras Xyan pun pada akhirnya kembali ke kantornya, dan akan meminta Oka untuk mengambilkan pakaianya. Laki-laki itu benar-benar tidak mau bertemu dengan Kimi lagi, rasa kecewanya sudah sangat berat.


"Loh Tuan, Anda datang lagi ke kantor, bukanya Anda banyak kerjaan di luar?" tanya Oka, kaget ketika tiba-tiba bosnya masuk ke ruangan dan ia sedang sibuk dengan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Xyan.


"Oka, aku minta tolong sama kamu, pulanglah ke rumah aku dan tolong siapkan pakaian aku. Kalau Kimi bertanya, bilang saya akan ke luar negri ada masalah penting di perusahaan dan aku harus terbang saat ini juga. Jangan jawab apapun yang kamu tidak tahu." Xyan duduk di depan kursiĀ  dengan santai, sedangkan Oka sendiri masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Xyan.


"Apa Anda sedang ada masalah dengan Nyonya Kimi, dan sekarang sedang mencoba menghindar bertemu dengan Nyonya Kimi?" tanya Oka dengan penasaran sebab tidak biasanya Xyan akan bersikap seperti ini.


Xyan langsung memalingkan padanganya pada asisten kepercayaanya. "Kerjakan perintah aku, dan kalau Kimi bertanya macam-macam jangan jawab apa pun yang kamu tidak tahu, dan jangan coba-coba cari tahu apa pun itu tentang aku maupun Kimi. Kamu kerjakan yang dibawah kendali kamu."


"Baik Tuan, saya akan ke rumah Anda sekarang." Oka tanpa bertanya lagi langsung bangkit dan bersiap untuk ke rumah bosnya untuk mengambil pakian dan segala keperluan bosnya, sesuai yang dikatakan oleh Xyan.


"Ingat kalau Kimi bertanya macam-macam, kamu cukup bilang kalau perusahaanku dalam masalah besar, dan sekarang aku akan langsung terbang ke Singapura."


"Baik Tuan." Sekali lagi Oka berpamitan dengan hormat. Meskipun dalam otak Oka, ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan bosnya tetapi Oka tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan atasannya, dia hanya bekerja itu tandanya apa yang ia kerjakan sesuai dengan perintah Xyan.

__ADS_1


*******


Kimi mematung, kaget dengan apa yang Oka katakan. Tidak biasanya suaminya akan melakukan perjalanan ke luar negri tanpa adanya pamitan pada dirinya. Bahkan untuk menyiapkan pakaian meminta Oka yang melakukanya.


"Oka, apa kamu tahu sesuatu dengan suamiku, tidak biasanya Mas Xyan seperti ini, kami sudah menikah, aku tahu betul bagaimana sifatnya. Sesibuk apa pun pasti suamiku akan pulang dan tidak pernah seperti ini." Kimi langsung berkaca-kaca tidak sanggup membayangkan kalau ternyata ketakutanya benar-benar terjadi. Xyan sedang mencoba menghindari dirinya karena tahu sesuatu, yang ia coba sembunyikan dari Xyan.


"Maaf Nyonya, saya tidak tahu apa-apa selain perusahaan yang ada di luar negri memang sedang dalam masalah yang cukup rumit. Lebih baik Anda segera siapkan keperluan Tuan, dari pada Tuan marah karena ketinggalan pesawat, bahkan saya pun harus naik ojek untuk mengantarkan koper ini ke bandara," ucap Oka, ia tidak bisa berbicara apa-apa selain meminta Kimi untuk segera menyelesaikan perintahnya.


Dengan berlinang air mata Kimi pun langsung mengikuti apa yang Oka katakan, dia menyiapkan segala keperluan suaminya dari pakaian, parfum segala keperluan Xyan benar-benar ditata dengan baik, tentu Kimi pun menyelipkan foto keluarga dan juga selembar surat untuk Xyan.


"Saya tidak tahu Nyonya, pasti Tuan secepatnya akan pulang, begitu pekerjaanya selesai," ucap Oka, seraya berpamitan. Semakin lama Oka berdiri di situ sudah jelas akan semakin banyak pertanyaan yang Kimi lemparkan.


Dengan berat Kimi pun membiarkan suaminya pergi, dan ia hanya berharap kalau apa yang suaminya katakan adalah benar, bahwa Xyan ke luar negri karena urusan pekerjaan.


*****

__ADS_1


"Apa Kimi bertanya macam-macam?" tanya Xyan setelah Oka membawa satu koper dan tas rangsel berisi segala keperluan Xyan di luar negri.


Oka memberikan jawaban dengan mengangguk. "Tapi Anda tidak perlu kawatir saya menjawab sesuai yang Anda katakan, dan Nyonya Kimi pun menitip salam. Katanya beliau sangat mencintai Anda, dan cepatlah pulang karena anak-anak pasti akan merindukan ayahnya." Oka pun mengatakan seperti yang Kimi katakan.


Mendengar salam yang Kimi titipkan pada Oka, Xyan pun hanya tertawa dengan renyah. "Bulshit."


Xyan langsung beranjak dari duduknya dan berdiri bersiap akan pergi. "Aku akan pergi saat ini juga, nanti aku akan tetap bekerja kamu kirimkan laporan ke emailku saja."


"Baik Tuan." Oka pun membalas dengan hormat.


"Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Bos yah. Benar kata Nyonya Kimi, sangat berbeda, apa mungkin punya wanita simpanan lain," batin Oka, ini masalah bosnya tapi ia jadi ikut bingung dengan yang terjadi dengan atasanya. Oka pun langsung mengerjapkan kedua matanya, tidak mau lagi memikirkan apa pun yang bukan wewenangnya.


Sedangkan Xyan langsung melakukan perjalanan ke luar Negri, ia tidak akan pergi ke Singapura, tetapi entah negara apa nanti yang akan melakukan penerbangan paling cepat maka dia akan ikut dengan penerbangan itu. Dia tidak mau menunggu lama berlama-lama di negara ini.


Bersambung.....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2