
Kimi menyeka keringat yang bercucuran setelah dia dan Zeno melakukan misi rahasia, sedangkan Zeno tersenyum dengan bangga, karena meskipun dia sudah jadi mantan kekasih, tetapi ia masih bisa menikmati kenikmatan Kimi, istri dari mantan bosnya dulu.
“Kamu dari dulu hingga sekarang rasanya sama,” ucap Zeno dengan sisa nafas yang tersengal. Meskipun Kimi di awal menolak untuk melakukan pemanasan dan hanya langsung minta tanam benih dan selesai. Namun, setelah nafsu menguasai permainan panas yang dulu pernah mereka lakukan saat masih pacaran pun terulang lagi. Bahkan Zeno dan Kimi tidak hanya melakukan sekali. Rasa yang berbeda dengan rasa yang diberikan suaminya membuat Kimi justru menikmati permainan itu. Janjinya hanya untuk misi rahasia, justru berakhir dengan sama-sama puas.
"Jaga mulut kamu, ingat ini hanya proses jual beli benih." Kimi tidak ingin kalau Zeno salah paham.
"Iya, aku tahu itu." Senyum mengejek terlihat dari bibir Zeno, dengan menatap Kimi semakin dalam.
Tanpa terasa waktu kebersamaan antar Kimi dan Zeno pun selesai. Lusa sang suami pulang itu tandanya dia harus menyudahi misi ini, tak henti-hentinya Kimi berdoa agar ia langsung hamil sehingga rasa bersalah dan situasi mencekam ini tidak harus kembali terjadi.
“Hubungan kita disetop dulu karena Xyan lusa sudah harus kembali ke Indonesia, dan aku berharap kalau aku langsung hamil sehingga kita tidak harus berada di situasi seperti ini lagi,” ucap Kimi yang baru keluar dari kamar mandi, hampir satu minggu mereka melakukan misi menanam benih ini, dan pastinya sudah banyak permainan-permainan yang indah yang mereka lalui bersama bahkan segala gaya dan tempat sudah mereka rasakan, dan kini mereka harus mengakhirnya.
“Secepat itukah?” tanya Zeno, seharusnya dia tidak bertanya seperti itu karena di awal perjanjian sudah di beritahukan kalau Kimi hanya bisa keluar dalam waktu satu minggu.
“Bahkan sekalipun langsung jadi lebih baik sekali, jadi tidak usah harus satu minggu,” balas Kimi bohong kalau dia tidak ada rasa menyesal setelah melakukan hubungan suami istri dengan Zeno.
__ADS_1
Laki-laki itu hanya mengulas senyum sinisnya. “Aku tidak yakin kamu akan cukup dengan menikmati permainanku hanya sekali. Justru sepertinya aku adalah satu-satunya laki-laki yang bisa melayani kamu sampai puas,” goda Zeno dengan senyum sinis.
“Cukup Zeno, sudah berapa kali aku bilang ini bukan soal kepuasan, tapi ini soal bisa atau tidaknya kamu membuat aku hamil,” bentak Kimi, meskipun dalam hati wanita itu yang dikatakan oleh rekan kerjanya adalah benar, tetapi Kimi tidak ingin membuat Zeno merasa paling unggul dan bisa saja merendahkan suaminya. Kimi sadar namanya hubungan selingkuh memang rata-rata bisa memberikan kepuasan yang tidak dia dapatkan dari pasangannya di rumah, tetapi bukan itu yang Kimi cari, dia melakukan ini adalah demi anak sehingga dia harus bisa konsisten.
“Ok, baiklah. Tapi kalau usaha kita gagal, kamu boleh mengatur lagi waktu untuk kita melakukannya,” ucap Zeno dengan bersemangat.
“Aku berharap ini adalah hubungan terakhir kita, karena dokter Rina bilang kalau aku dalam masa subur besar kemungkinan usaha kita langsung jadi.” Kimi justru membalas untuk mematahkan harapan Zeno.
Wanita itu memberikan selembar surat perjanjian yang harus Zeno tanda tangani.
“Surat perjanjian, aku tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan kamu, takutnya nanti kamu malah memanfaatkan keadaan ini. Aku butuh surat perjanjian ini, dan konsekuensinya kalau kamu melanggar adalah kamu yang akan masuk bui,” ucap Kimi dengan nada yang sinis. Seperti rencana awalnya, dia harus menyiapkan semuanya dengan matang. Jangan sampai ada celah sekecil apapun.
Zeno menatap Kimi dengan tatapan yang tajam juga. “Apa kamu tidak percaya ucapan aku?” tanya Zeno ulang, dengan pandangan kali ini dialihkan pada kertas yang harus ia tanda tangani.
“Percaya, tapi aku juga harus bisa meyakinkan kalau kamu memang bisa dipercaya. Aku hanya ingin memastikan kalau kamu memang orang yang tidak ingkar janji, kalau kamu tidak ada niat untuk memanfaatkan ini seharusnya kamu tidak usah ragu untuk menanda tangani surat ini,” ucap Kimi dengan tangan kembali menyodorkan kertas perjanjian lebih dekat lagi, agar Zeno cepat menanda tanganinya.
__ADS_1
“Baiklah, siapa takut. Aku bukan pecundang yang mau memanfaatkan suatu kesempatan.” Zeno tanpa pikir panjang pun langsung meraih keras perjanjian itu dan tanpa menunggu lama, langsung membubuhkan tanda tangan lengkap dengan nama lengkapnya. Wanita itu pun tersenyum dan kini bisa bernafas dengan lega.
“Ini uang-uang yang sudah aku janjikan dan aku berharap setelah hubungan badan ini aku akan segera hamil dan tidak lagi berhubungan dengan kamu,” ucap Kimi, yang tentunya sebelum dia berhubungan badan dengan Zeno, Kimi sudah memeriksakan diri pada dokter kepercayaannya, dan di saat ia sudah dalam masa subuh maka kemungkinan untuk hamil sangat besar.
“Kamu tenang saja, kalau kamu masih membutuhkan anak yang banyak, kamu bisa hubungi aku, aku sangat siap untuk membantu kamu.” Zeno pun langsung mengambil uang-uang itu dan membawanya pulang, sedangkan Kimi duduk termenung di sisi ranjang saksi dia dan Zeno telah melakukan misi rahasia. Kedua matanya terus menatap selembar surat perjanjian, di mana Zeno tidak akan mengusik hidupnya, dan anak yang nanti Kimi kandung adalah jadi sepenuhnya anak Kimi dan Xyan. Sementara Zeno tidak ada hak apapun atas anak itu.
Ada rasa penyesalan di dalam dirinya, karena telah mengkhianati suaminya, tetapi ia juga tidak bisa kalau diceraikan oleh Xyan, dia selama ini sudah sangat bahagia dengan kehidupan yang Xyan berikan, sehingga Kimi tidak mau jatuh miskin lagi, apalagi kembali tinggal dengan bibi dan pamannya yang perhitungan.
“Xyan tidak akan tahu rahasia ini, tidak akan tahu, rahasia ini hanya diketahui oleh Zeno dan dokter Rina dokter yang tahu bahwa Xyan tidak bisa memberikan dia anak,” gumam Kimi meyakinkan kembali perasaanya, kini ia akan kembali ke kehidupan yang sesungguhnya. Mengubur kejadian satu minggu ini dan tentunya harapan dia untuk segera hamil.
Bersambung....
Sembari nunggu kelanjutannya yuk mampir ke novel bestie othor dulu dijamin seru...
kuy ramaikan...
__ADS_1