Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Zeno VS Kimi


__ADS_3

Deg!! Jantung Kimi seolah berhenti berdetak ketika dirinya melihat sosok yang sangat ia kenal. Meskipun Zeno sudah melakukan penyamaran yang sangat sempurna nyatanya Kimi masih saja bisa mengenalinya. Yah, Kimi masih bisa melihat Zeno yang memakai topi dan kaca mata hitam berdiri di antara abang-abang tukang jajanan yang tidak jauh dari sekolahan putra dan putrinya.


"Pak... Pak... stop!" ucap Kimi pada sang supir. Ia hanya ingin memastikan sekali lagi apakah yang ia lihat memang benar kalau dia adalah Zeno ayah biologis dari kedua buah hatinya.


Sedangkan Zeno yang sangat hafal mobil yang Kimi taiki berhenti pun menjadi kesempatan yang sangat berarti untuk Zeno. Yah Zeno justru berjalan dengan santai menghampiri mobil yang berhenti dengan membuka kaca mata hitam dan topi yang ia pakai. Laki-laki itu sudah yakin kalau dia akan menemui Kimi, demi uang apapun rela ia lakukan.


Jantung Kimi pun sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Saking paniknya, bahkan ia mau berkata cepat pergi pada supirnya bibirnya kaku ia hanya bisa menggeleng bingung harus berbuat apa.


Tok... Tok... Tok .... Kepanikan Kimi justru semakin bertambah ketika kaca jendela mobilnya diketuk oleh Zeno ia tidak bisa mengelak, bibirnya kaku ingin meminta sopir pribadinya untuk jalan saja, tetapi malah hanya diam seolah menunggu hingga Zeno datang menghampirinya.


"Nyonya. Apakah Nyonya kenal dengan orang itu?" tanya sang sopir dengan nada sopan.


"Hemz ...." Lagi, Kimi hanya memberikan jawaban yang diartikan bahwa kenal dengan laki-laki yang mengetuk kaca mobil oleh sang sopir, sehingga laki-laki paruh baya itu pun membuka pintu mobil yang Kimi taiki.


Jelas Zeno bisa masuk dengan leluasa. Bahkan senyum manisnya langsung diberikan pada Kimi. Bukan, ini yang Kini inginkan ia tadi ingin berbicara tidak mengenal laki-laki itu, tetapi malah Kimi menjawab dengan gumaman saja. Lagi-lagi kegugupanya sudah membuat ia tidak bisa mengendalikan pikiranya.

__ADS_1


"Mohon. Maaf Pak bisa tinggal kami sebentar. Ada yang ingin kami bicarakan," ucap Zeno. Sedangkan Kimi langsung diam mematung seolah ia tidak bisa merespon apapun.


"Baik Tuan." Tanpa menunggu jawaban dari Kimi sang sopir langsung turun mengikuti apa kata Zeno.


"Kenapa kamu kaya gitu banget lihat aku, apa kamu kangen dengan permainan panas seperti enam tahun silam. Kamu ingin mengulangnya lagi," ledek Zeno, yang melihat tatapan Kimi sangat tajam dan seolah sedang mengulitinya.


"Cukup! Apa mau kamu sampai datang ke sini dan mengganggu hidupku?" tanya Kimi, dengan membentak Zeno dan memberikan tatapan yang tajam pada Zeno.


"Mau aku? Ah, kamu sudah tahu pasti. Bukanya anak dari hubungan gelap kita kembar, harusnya kamu memberikan harga dua kali lipat dari kesepakatan kita, tapi kamu baru di minta uang sedikit dari uang belanja kamu saja sudah pelit. Oh, apa memang kamu pengin Xyan tahu siapa anak-anak yang dia rawat selama ini."


"Jangan pernah main-main dengan aku Zeno, karena aku orang yang tidak pernah main-main. Aku bisa buat kamu masuk penjara dan membusuk di dalam sana. Aku selama ini baik sama kamu karena aku berpikir kalau Bibi Zunai memang masih sakit. Andai aku tahu kalau Bibi Zunai sudah sembuh untuk selamanya aku tidak akan pernah memberikan uang-uang itu. Kamu lihat saja, sekali kamu buat masalah dengan aku maka aku akan sangat bisa membuat kamu menderita hidupnya," ancam Kimi dengan nada bicara yang penuh penekanan. Ia tidak akan pernah main-main dengan ucapanya.


Mendengar ancaman dari Kimi Zeno pun langsung tertawa dengan renyah. "Kamu mengancam aku, seharusnya aku takut dan tidak akan berbuat macam-macam dengan kamu, tapi kenapa aku justru merasa kalau ini adalah permainan yang aku tunggu-tunggu. Ayolah Kimi mainkan apa yang ingin kamu mainkan. Aku sangat suka tantangan. Sejak ibuku meninggal, aku jadi orang yang tidak ada kerjaan teman curhat dan tempat untuk berkeluh kesah. Mungkin dengan permainan kamu aku bisa sama-sama hidup dengan kamu. Karena aku yakin Xyan tidak akan mau menjadikan kamu istrinya lagi. Andai, dia tahu kalau bini yang ia percaya justru menipunya. Bahkan rela melakukan hubungan suami istri dengan laki-laki lain demi anak yang ia gunakan agar makin disayang dan menguasai hartanya."


Plak!!!" Kimi kembali menampar Zeno. Namun, kali ini Zeno yang tidak terima pun langsung membalas Kimi, tetapi bukan dengan tamparan, tapi dengan ciuman panas yang Zeno lakukan.

__ADS_1


"Zeno cukup!" Kimi berusaha mendorong tubuh Zeno agar tidak lagi menciumnya.


"Kenapa kamu suka?" tanya Zeno dengan nada yang  meledek Kimi.


"Kamu butuh uang berapa?" tanya Kimi dengan nada bicara yang sangat ketus.


"Tidak banyak hanya lima ratus juta," jawab Zeno bibirnya menggigit bibir bawahnya lidahnya menyapu bibir miliknya. Seolah ia tengah menggoda Kimi.


"Ngomong-ngomong bibir kamu manis, apa bibir yang lain manis juga." Zeno menatap Kimi dari atas ke bawah hingga Kimi risih dengan tingkah Zeno.


"Zeno hentikan tatapan menjijikkan kamu!"


Bersambung.....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2