
Xyan yang makin tidak tahu dengan ucapan dokter Rina pun memalingkan pandanganya ke dokter Rina dan menatap dokter Rina dengan tatapan yang meminta penjelasan.
"Dok, tolong katakan dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi dengan Kimi?" pinta Xyan sekali lagi. Hatinya sudah dirundung dengan rasa penasaran yang tinggi sehingga ia tidak mau menunggu lama lagi.
Dokter Rina pun membuka tas mahalnya, dan mengambil amplop hasil cek kesuburan Kimi dan Xyan yang masih dokter Rina simpan hingga sekarang. Ia sengaja sebelum pergi membawa itu semua agar bisa untuk membuka fakta di balik keputusan Kimi.
"Kamu baca ini?" Dokter Rina memberikan dua amplop untuk Xyan baca.
Tanpa membuang waktu Xyan langsung mengambil amplop itu dan membukanya perlahan. Dengan cermat dan hati-hati Xyan membaca apa yang ada di dalam sana.
Deg!!! Xyan langsung bergeming, hingga kertas yang ia pegang pun jatuh.
"Kamu tahu sekarang kenapa Kimi melakukan ini? Semata-mata ia hanya ingin mengabulkan apa yang jadi keinginan kedua orang tua kamu. Kimi ingin memberikan cucu untuk orang tua kamu yang sudah sangat ingin cucu. Kimi juga tidak mau kamu sedih dengan fakta itu. Kimi meminta aku untuk mengganti hasil tes waktu itu yang menunjukan kamu tidak ada masalah dengan kesuburan kamu. Kimi ingin melihat kamu bahagia dan juga orang tua kamu. Dia rela melakukan ini semua bahkan uang-uang tabungan yang dia kumpulkan habis untuk laki-laki itu Kimi tidak menyesal, tapi apa yang kalian berikan pada Kimi. Kalian membunuh Kimi," jerit dokter Rina yang masih tidak terima Kimi pergi. Tangis Dokter Rina pun pecah.
Xyan tidak menjawab apa pun, ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan dirinya yang dinyatakan mandul. Kesedihanya kini bertambah, selain kehilangan istrinya ia juga dinyatakan tidak akan punya anak sampai kapan pun.
__ADS_1
"Cita-cita Kimi hanya satu, ia bisa hidup dengan kamu sampai selamaya. Dia bahkan rela menerima kamu yang memiliki kekurangan. Di saat wanita lain kalau tahu pasanganya tidak memberikan keturunan akan pergi meninggalkan pasanganya dan mencari pasangan baru. Kimi justru tetap berpikir bagaimana dia tetap bisa membahagiakan pasangan dan mertuanya. Apa seperti ini cinta Kimi pada kamu masih di ragukan lagi?" tanya Dokter Rina.
Dan Xyan pun masih bergeming bibirnya kaku ia terlalu banyak menelan pil pahit. Dia terbawa emosi oleh pesan dari orang yang tidak ia kenal.
"Siapa ayah dari anak-anak kami?" tanya Xyan dengan suara yang lirih.
"Untuk apa? Kamu tidak mau merawat Xeva dan Xevi? Biarkan aku yang akan merawat anak kalian semua. Kimi sebelum meninggal dunia juga menitipkan Xeva dan Xevi pada saya. Dia takut kalau anak-anaknya sama kamu akan bernasib seperti Kimi, karena anak-anak itu bukan darah daging kamu, kamu pasti akan membencinya."
Xyan langsung menggelengkan kepalanya. "Jangan, saya akan merat anak itu layangnya darah daging saya sendiri. Saya akan menyayangi mereka. Saya janji akan merawat mereka dengan baik. Tolong jangan ambil Xeva dan Xevi dari kami. Mereka adalah anak-anak yang luar biasa. Saya akan terus menyayangi mereka." Xyan pun mengatupkan tanganya, ia tidak akan bisa kalau dipisahkan dengan anak-anaknya.
"Saya janji Dok tidak akan gegabah lagi. Cukup sekali saya kehilangan orang yang sangat saya sayangi. Saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi." Xyan terus memohon pada dokter Rina.
"Baiklah kalau kamu ngomong begitu, tetapi aku akan tetap terus datang untuk mengecek apakah anak-anak Kimi bahagia dan tercukupi, aku tidak mau kecolongan lagi seperti Kimi."
"Baik Dok, saya tidak akan melarang Anda kapan pun mau datang, rumah kami terbuka lebar."
__ADS_1
"Kalau gitu pulanglah dan jelaskan apa yang terjadi pada istri kamu pada anak-anak kalian, agar Xeva dan Xevi tidak salah sangka. Karena aku dengar dari asisten rumah tangga kalian anak-anak kalian melihat kejadian pertengkaran kalian dan jatuhnya Kimi tepat dihadapan Xeva dan Xevi. Jangan sampai mereka memberikan cap kamu sebagai pembunuh, meskipun pada kenyataanya kamu mungkin memang yang bunuh ibunya."
Mendengar ucapan Dokter Rina, Xyan pun kembali diselimuti penyesalan. "Baik Dok, akan saya jelaskan pada mereka. Tapi saya minta Dok rahasiakan status anak-anak kami dari kedua orang tuaku, biarkan mereka tetap tahu kalau Xeva dan Xevi adalah anak bilogis saya dan Kimi," mohon Xyan dengan bersungguh-sungguh.
"Kamu tenang saja, aku bisa menjaga rahasia ini, selagi kamu bisa merawat anak-anak itu dengan baik, tapi kalau tidak aku akan bongkar semuanya dan Xeva dan Xevi akan aku ambil hak asuhnya," ancam dokter Rina.
"Saya janji Dok."
Setelah obrolan dirasa cukup dengan tubuh lemas, kepala pusing Xyan pun ke luar dari mobil dokter Rina, dan bejalan terseok untuk menuju mobilnya. Ia akan pulang dan akan merawat anak-anaknya dengan baik.
"Xeva, Xevi maafkan Ayah, karena Ayah, kalian sekarang tidak lagi punya bunda." Xyan kembali terisak sedih.
Di dalam mobil Xyan pun masih saja menangis. Meluapkan kesedihannya kehilangan istri tercinta dalam waktu singkat. Dalam waktu singkat pula Tuhan membolak balikan takdirnya.
Bersambung....
__ADS_1
...****************...