Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Penyesalan Zeno.


__ADS_3

Di tempat yang berbeda Zeno yang baru bangun, seperti biasa langsung meraih ponselnya dengan niat ia ingin melanjutkan permainan semalam yang terpaksa ia tinggalkan karena ketiduran. Namun, betapa kagetnya ia ketika melihat ada pesan dari Xyan.


"Ada apa laki-laki itu menghubungi aku? Apa dia sudah tahu kalau aku adalah ayah dari anak-anak Kimi." Zeno pun tertawa dengan puas.


"Itu karena kamu yang macam-macam dengan aku, Kimi," gumam Zeno, laki-laki itu pun langsung membuka pesan yang Xyan kirimkan.


Deg! Pertama yang Zeno buka adalah makam dengan nama Kimi. Lalu ia membaca pesan yang Xyan kirimkan. Tanpa terasa air mata Zeno pun luluh. Ia tidak menyangka sama sekali kalau apa yang ia lakukan akan berakhir Kimi meninggal dunia. Laki-laki itu gegas meninggalkan tempat tidurnya, lalu ia membersihkan diri dan ia akan datang ke makam Kimi.


Perasan bersalah terus menghantui dirinya, bayang-bayang terakhir dirinya bertemu dengan Kimi terus menghantui Zeno. "Kimi, apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu cepat sekali meninggalkan dunia ini? Apa semua yang membuat kamu meninggalkan dunia ini ada hubunganya dengan aku?" Zeno sepanjang perjalanan menuju pemakaman Kimi teus menatap foto Kimi, yang masih ia simpan dengan rapih di dalam galery ponselnya.


*********


Sedangkan di rumah mewah yang Xyan tinggali hampir semalaman Xyan tidak bisa tidur, ia benar-benar terus membayangkan bagaimana Kimi di tempat yang baru bagi dia sendirian. Pagi hari menyapa Xyan langsung turun untuk menemui anak-anak mereka.


Sangat kebetulan sekali ketika Xyan masuk Xeva dabn Xevi baru selesai mandi. Mereka menatap Xyan dengan tatapan yang acuh. Xyan tahu anak-anaknya masih marah dengan dirinya.


"Bi, bisa tinggalkan aku dan anak-anak dulu," ucap Xyan pada pengasuh anak-anaknya. Tanpa memberikan jawaban Lika, pengasuh dari anak-anaknya pun beranjak untuk ke luar membiarkan atasanya berbicara dengan anak-anaknya.


"Papah tahu, kalian marah dengan Papah karena mengira kalau Bunda kalian jatuh karena didorong oleh Papah. Tapi percayalah Nak, Papah tidak mungkin melakukan itu Papah juga tidak tahu kalau Bunda akan jatuh." Xyan berbicara dengan bergetar. Meskipun Kimi jatuh bukan karena kesengajaan dan bukan juga karena didorong oleh Xyan, tetapi sampai kapan pun rasa bersalah Xyan akan terus menghantui hingga ia semalaman berpikir akan pindah rumah ke kediaman orang tuanya, sekaligus agar Xeva dan Xevi tidak terus-terusan teringat kejadian yang mengerikan itu.

__ADS_1


"Telus Bunda kapan pulang Papah, kata Doktel Bunda sedang berobat bial sembuh di tempat jauh lalu kapan pulangnya?" tanya Xevi dengan menujukan wajah yang sedih. Xyan mengusap ujung matanya yang mengeluarkan air mata. Sampai kapan ia akan menutupi fakta kalau ibu dari anak-anaknya sudah meninggal. Yah, memang psikiater yang menangani Xeva dan Xevi mengatakan kalau ibunya masih menjalani pengobatan sehingga Xyan harus merahasiakan terlebih dahulu meninggalnya Kimi.


"Papah janji, kalau Bunda sudah sembuh akan segera pulang ke sini. Jadi selama Bunda masih berobat di tempat jauh, Xeva dan Xevi bobonya di rumah Opa dan Oma yah." Xyan memeluk anak-anaknya setelah dua anak kembar itu mengangguk dengan lemah. Tanganya mengusap rambut Xeva dan Xevi yang sangat mirip dengan Kimi. Setiap melihat mereka Xyan kembali mengingat Kimi.


Sejak pagi ini Xyan dan kedua anaknya pun memutuskan untuk pindah ke rumah orang tuanya, dan membiarkan rumah yang penuh kenangan dengan Kimi kosong dengan kenanganya bersama istri tercinta. Xyan tidak kuat kalau setiap saat harus teringat dengan Kimi.


Sore hari setelah pindahan dan semuanya sudah beres Xeva dan Xevi juga sudah mau ngobrol dengan Xyan, meskipun anak-anak usia enak tahu itu belum tahu kalau ibunya sudah meninggal dunia. Yang mereka tahu bundanya sedang berobat karena sakit di tempat yang jauh, tapi Xyan akan berusaha jujur apabila umur mereka sudah siap nantinya. Saat ini Xeva dan Xevi masih terlalu kecil untuk tahu fakta ini.


Setelah urusan pindahan selesai Xyan pun mengunjungi makam istrinya, tentu membawakan buket bunga untuk sang istri. Namun, Xyan cukup kaget ketika di makam istrinya ada sesosok laki-laki yang tengah menangis ia juga membawakan bunga mawar yang sama dengan yang Xyan bawa.


Deg! Jantung Xyan terkejut ketika tahu siapa yang tengah menangis di atas pusara sang istri.


"Jadi kamu yang mengirim pesan misterius itu." Xyan yang sudah dengar ucapan Zeno pun langsung menyela ucapan Zeno untuk Kimi.


Zeno yang terkejut kalau ternyata ada Xyan di belakanya pun langsung bangun.


"Maafkan aku, aku salah," ucap Zeno dengan menunduk penuh penyesalan.


"Terlambat, Kimi sudah tidak ada." Xyan menatap makam Kimi yang masih rapi dan di sana juga ada bunga yang dari Zeno.

__ADS_1


"Apa itu artinya anak itu anak kamu?" tanya Xyan, dengan pandangan tetap ke makam Kimi.


"Aku akan ambil anak itu kalau kamu tidak mau merawatnya," balas Zeno dengan menunduk. Ia berjanji akan berhenti dari permainan judi dan game online yang membuat memeras Kimi terus.


"Tidak usah, itu anak-anak aku. Kalau kamu merasa bersalah dengan Kimi, pergi dan jangan ganggu aku dan anak-anak Kimi. Kamu mungkin ayah biologi Xeva dan Xevi, tetapi Kimi sudah menitipkan pada aku, itu artinya dia anak-anak aku. Kamu tidak berhak mengambil mereka." Xyan memberikan ucapan yang penuh dengan ancaman.


"Baiklah kalau itu mau Anda Tuan, saya akan pergi dan berjanji tidak akan mengganggu Anda dan mereka lagi." Zeno pun tanpa pikir panjang langsung pamit pada Xyan dan juga Kimi. Ia berjanji tidak anak mengganggu anak-anaknya lagi.


"Kimi, Sayang aku datang lagi. Aku bawakan kamu bunga." Xyan mengusap nisan Kimi, dan setelahnya membersihkan foto Kimi.


"Maafkan aku belum bisa membawa anak-anak kita datang ke sini, tapi aku janji kalau waktunya sudah tepat, aku akan jujur dengan keadaan kamu dan membawa Xeva dan Xevi datang ke sini."


Xyan terus mengajak berbicara Kimi, seolah Kimi di dalam sana akan dengar apa yang Xyan katakan. Berjam-jam Xyan lalui hingga awan  yang awalnya biru berubah mengabu.


"Sayang, Mas pulang dulu yah. Besok Mas akan datang lagi, jadi kamu jangan sedih kita akan selamanya jadi suami istri Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu."


Xyan masih sangat ingat permintaan Kimi yang terakhir dimana ia tidak mau kalau Xyan meninggalkanya. Sehingga ia berjanji tidak akan pernah menikah lagi, karena jodohnya hanya Kimi, satu untuk selamanya. Menikah dengan Kimi sudah berhasil membuat duni baru untuk Xyan. Apalagi hadiah dari Kimi sangat luar biasa anak-anak yang lucu dan akan menjadi anak-anaknya seutuhnya. Tidak akan ada yang bisa mengambil Xeva dan Xevi dari tanganya termasuk Zeno ayah biologisnya.


Mampir yuk ke novel baru othor 🙏🏻

__ADS_1



__ADS_2