
“Sejak Kimi diketahui hamil, hari-harinya pun semakin bahagia, bahkan wanita cantik itu selalu dilayani layaknya seorang ratu, apa pun yang dia inginkan selalu dituruti, terutama oleh kedua mertuanya. Kimi tidak boleh mengerjakan hal yang berat-berat. Bahkan sekedar menyiapkan pakaian untuk sang suami pun tidak diizinkan oleh Xyan. Untuk kamar pun tidak diizinkan lagi ada di lantai dua, semuanya harus aman dan tidak akan terjadi apa-apa. Nuna, sang mertua Kimi pun hampir setiap hari datang ke rumah Kimi dan Xyan untuk memastikan kalau Kimi baik-baik saja. Apa yang wanita itu butuhkan tercukupi dan tidak kurang satu apa pun baik untuk sang menantu maupun untuk calon kedua cucunya.
“Kimi, besok kamu akan periksa kehamilan kan? Bagaimana kalau Papih dan Mamih ikut? Kami ingin bertemu dengan calon cucu kami,” ucap Nuna, yang sudah tidak sabar ingin cucu mereka segera lahir.
“Boleh dong Mah, malah Kimi senang kalau Mamah dan Papah menemani Kimi periksa jadi rame,” jawab Kimi dengan hati yang bahagia, sedangkan Xyan pun mau tidak mau mengikuti apa kemauan orang tuanya.
Hari yang di tunggu pun tiba Kimi memeriksakan kehamilannya dengan diantar oleh suami dan kedua mertuanya. Bahkan Kimi tidak menyaka kalau dirinya akan sebahagia ini.
Wajah-wajah bahagia pun terlihat dari mereka yang baru ke luar dari ruangan pemeriksaan. Di mana hasil yang menujukan kedua calon buah hati Kimi semuanya sehat.
“Mamih tidak sabar ingin tahu jenis kelamin mereka,” ucap Nuna dengan menggosok-gosokan tangannya.
“Papih juga tidak sabar, akhirnya setelah lima tahu kalian menikah kalian dikaruniai anak juga malah langsung dua lagi,” ucap Piter yang tidak kalah bahagia untuk menyambut calon cucunya.
__ADS_1
“Apalagi Xyan, sudah membayangkan betapa ramenya nanti rumah kita.” Xyan pun tentunya tidak mau ketinggalan, membayangkan kebahagiaan itu.
Kimi pun hanya bisa tersenyum dengan bahagia, ia sangat yakin kalau Zeno tidak akan pernah datang untuk mengusiknya. Apalagi sekarang laki-laki yang menjadi mantan sekaligus ayah biologis untuk kedua anak kembarnya sedang fokus melakukan pengobatan untuk sang ibu. Bukan hanya itu Kimi juga tahu kalau Zeno benar-benar menepati janjinya. Mantan kekasihnya itu sudah menjual rumah mereka dan diketahui pindah ke tempat yang Kimi sendiri tidak tahu mereka pindah ke kota apa.
Semua urusan Kimi dan Zeno pun sudah diselesaikan dengan sangat baik, Kimi juga menepati janjinya wanita itu benar-benar memberikan bonus yang cukup banyak untuk Zeno, itu semua karena bibit laki-laki itu memang sangat bisa diandalkan.
Namun, ada yang Kimi rahasiakan dari Zeno, yaitu tentang anak yang ia kandung. Mantan kekasihnya itu tidak tahu kalau hasil dari perbuatannya bersama Kimi menghasilkan bayi kembar. Andai Zeno tahu kalau anak yang dikandung Kimi adalah kembar, mungkin Zeno akan meminta bayaran yang lebih dan juga bonus yang semakin banyak Zeno minta.
Seperti yang sudah-sudah kalau keluarga Xyan akan ikut untuk mengecek kehamilan sang menantu, yah bukan hanya Xyan yang selalu di berikan kebahagiaan yang berlebih kedua orang tuanya pun seolah tidak sabar ingin segera lahir bayi yang dikandung oleh Kimi.
“Jadi calon cucu kami cewek atau cowok Dok?” tanya Nuna dan Piter yang hampir bersamaan.
“Xyan dan Kimi memang sangat handal dalam membuat anak...” ucapan dari dokter Rina sengaja digantung agar kedua calon kakek dan nenek itu penasaran.
__ADS_1
“Mak... maksud dokter apa itu artinya cucu kami sepasang?” tanya Nuna lagi-lagi mereka tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika anggukan samar terlihat dari dokter Rina.
“Selamat calon cucu kalian cewek dan juga cowok, alias sepasang dan itu sangat langka,” balas dokter Rina yang langsung di sambut dengan sorakan bahagia. Terutama oleh Kimi yang tanpa sadar wanita cantik itu menangis bahagia.
Entah ia harus mengatakan terima kasih dan syukur seperti apa lagi. Karena kebahagiaannya benar-benar sempurna.
Ia tidak pernah menyesal telah membeli bibit dari mantan kekasihnya karena kebahagiaan yang ia rasakan sangat secara dengan ketakutan dan uang yang ia berikan.
Pandangan dokter Rina dan Kimi pun saling bertemu. Tidak lama dokter Rina memberikan senyum terbaiknya dan begitu pun Kimi membalas dengan senyuman yang sangat tulus karena ini semua adalah ide dari dokter Rina. Andai dokter Rina tidak menyarankan ide gila ini mungkin Kimi tidak akan bisa melihat senyum sebahagia ini dari suami dan juga mertuanya.
Bersambung....
...****************...
__ADS_1