Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Menyambut Kepulangan Suami


__ADS_3

Setelah Kimi mencoba menenangkan perasaanya yang terus berperang karena misi yang dia jalankan bertentangan dengan logika dan perasaanya. Sudah cukup lama Kimi mencoba merebahkan tubuhnya yang lelah, bukan hanya lelah fisiknya saja, tetapi batinnya juga lelah mencari ketenangan. Sekuat apapun ia mencoba tenang dan meyakinkan dirinya akan baik-baik saja, tetapi tetap saja rasa bersalah, cemas dan ketakutan lain tetap datang tanpa diminta itu yang membuat Kimi masih terbaring mencoba beristirahat, tetapi ia bukanya istirahat dengan puas sebelum pulang kembali ke rumah mewah sang suami. Kimi justru masih terjaga dengan pikiran yang semakin gelisah.


Hampir dua jam Kimi mencoba meyakinkan semuanya akan baik-baik saja. Kimi pun tetap memilih bersiap untuk pulang mungkin saja setelah ia pulang bisa lebih tenang karena suasana rumah yang nyaman.


Siang berlalu, malam pun menyambut, tanpa terasa Xyan pun sudah pulang dari tugas luar Negri, dan Kimi pun bersikap biasa saja, dan dengan tubuh yang wangi, wajah yang cantik dan pakaian terbaiknya wanita itu bersiap menyambut sang suami yang baru pulang tugas.


“Selamat datang Mas, padahal kamu pergi baru dua minggu tapi rasanya kangen banget.” Kimi langsung menghambur ke dalam pelukan sang suami. Yang disambut dengan senyum terbaik dan penampilan terbaik juga untuk sang suami.


Mungkin kalau ada nominasi ratu drama terbaik bakal dimenangkan oleh Kimi, ia benar-benar pandai bersikap baik-baik saja sedangkan dia adalah penulis skenario terbanyak konflik.


“Astaga kamu itu keterlaluan Sayang, aku baru saja tugas dua minggu udah kaya berpisah bertahun-tahu. Dan lagi kita selalu vidio call saat aku tugas.” Xyan membalas pelukan istrinya dengan mesra.


“Kamu cantik sekali malam ini, apakah kamu akan memberikan kejutan untuk aku,” imbuh Zyan yang selama menikah hingga usia pernikahan sudah lima tahun laki-laki itu masih merasakan kalau Kimi adalah wanita terbaiknya.

__ADS_1


Sehingga makin hari rasa cintanya semakin bertambah. Itu karena Kimi pandai melayaninya terutama urusan batinya. Kimi adalah wanita terbaik yang pernah dia temua selama ini. Baik sikap, dan juga kepribadiaanya, serta bisa melayani suaminya dengan baik tidak ada alasan Xyan untuk tidak percaya dengan Kimi yang ia ketahui kalau Kimi juga sagat menyayanginya.


Apalagi Kimi juga tidak pernah seperti wanita lain yang suka berbelanja dan kumpul-kumpul dengan teman sosialita, meskipun sebenarnya kalau Kimi mau Xyan pun tidak pernah melarang dan juga pastinya jatah uang yang Xyan berikan sangat cukup untuk gaya hidup mewahnya.


“Pasti dong Sayang, aku akan memberikan kado untuk kamu, bukankah kamu masih ingat apa kata dokter Rina kalau kita harus sering usaha agar program kehamilan kita cepat membuahkan hasil, kasihan Papah sama Mamah kamu yaang sudah sangat ingin menggendong cucu,” goda Kimi, ia akan berusaha dengan sangat baik agar semua rahasianya tidak diketahui oleh suaminya. Teutama dengan melayani suami. Meskipun tubuhnya masih sangat lelah karena selama satu minggu kejar target.


“Aku jadi tidak sabar menunggu hari itu akan tiba,” guamam Xyan dengan wajah yang merah padam membayangkan ia akan menjadi sang ayah. Kimi pun semakin yakin kalaupun nanti dia hamil dan suatu saat misi rahasianya akan bocor, Xyan tidak bisa berkutik karena dia juga memngingnkan keturunan untuk melengkapi kebahagiaannya dan juga keluarga.


Mereka merajut kembali selimut dengan penuh cinta, penuh hangat dan penuh gairah. Meskipun Kimi tahu sesering apa pun ia melayani suaminya akan berakhir dengan kegagalan, tetapi hanya ini yang bisa dia lakukan, melayani suaminya dengan hal yang terbaik. Agar Xyan tidak pernah berkecil hati.


Cinta memang butuh pengorbanan, ada orang-orang diluaran sana berkorban untuk pasangannya dengan saling melepaskan untuk tetap melihat bahagia. Beruntungnya Kimi masih bisa memeluk dengan hangat orang yang ia cintai meskipun pengorbanannya berisiko sangat besar.


“Terima kasih Sayang, aku harap usaha kita kali ini membuahkan hasil,” ucap Xyan dengan mengecup kening Kimi dan juga perut datang sang istri ada harapkan yang dia langitkan setiap melakukan hubungan suami istri.

__ADS_1


“Sama-sama Sayang, aku juga tidak akan lelah untuk berdoa agar kita segera di berikan malaikat kecil di tengah-tengah keluarga kita,” balas Kimi dengan memberikan senyum terbaiknya.


Namun setelah itu ia memalingkan wajahnya, dan bulir air mata keluar dari sela mata indahnya. Ia kembali diselimuti rasa penyesalan.


“Maafkan Kimi Mas. Kalau Kimi hamil dan melahirkan itu memang anak kita, tetapi bukan darah daging Mas.” Kimi terus meminta maaf dalam bintinya pada sang suami.


Wanita itu sadar dia sedang bermain-bain dengan bom waktu, tetapi dia juga sadar kalau dia harus mencari perlindungan agar bom waktu yang dia buat tidak melukai siapa pun. Meskipun sangat mustahil, tapi setidaknya dia meminimalisir korbannya agar tidak terlalu sakit dan terluka ketika bom itu akan meledak, entah cepat atau lambat.


Bersambung....


Sembari nunggu kelanjutan kisah Kimi, Zeno dan Xyan yuk mampir ke novel bestie othor dijamin bikin baper, kuy ramaikan...


__ADS_1


__ADS_2