Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Kado Spesial Pernikahan ke Enam Tahun


__ADS_3

“Selamat yah Sayang kamu sudah resmi menjadi Ibu,” ucap Xyan yang bahkan laki-laki itu sampai menitikkan air mata ketika menyaksikan Kimi menjalani persalinan. Dua buah hati sekaligus sudah menjadi kado pernikahan ke enam tahun, kebahagiaan yang sudah lama ia impikan dan baru terwujud di usia pernikahan yang cukup lama.


“Selamat juga Sayang, kamu sudah jadi ayah, semoga dengan lahirnya anak-anak kita bisa memberikan kebahagiaan yang semakin sempurna untuk kita.” Kimi tidak mau kalau memberikan selamat juga untuk sang suami.


Bahagia semakin bertambah ketika Nuna dan Piter masuk dan juga dua buah hati Kimi diantarkan ke ruangan VVIP. Kebahagiaan benar-benar menyelimuti keluarga Kimi dan Xyan dengan lahirnya sepasang calon penerus perusahaannya.


Satu keluarga itu pun sangat sibuk dengan pemilihan nama untuk bayi kembar yang baru beberapa jam yang lalu dilahirkan, dan tentunya yang paling sibuk adalah kakek dan neneknya.


“Pah, Mah, dua bayi ini adalah kado pernikahan kita yang ke enam tahun dan maaf baru bisa menghadirkan cucu di usia pernikahan kita yang ke enam tahun ini,” ucap Kimi dengan senyum yang terus merekah di wajahnya.


Nuna dan Piter pun tampak sangat bahagia, dan terharu mendengar ucapan sang menantu.


“Tidak apa-apa, Mamah dan Papah sangat bahagia dengan kado ini, mana langsung dua dan sepasang cewek dan cowok, ini sudah lebih dari cukup, dan untuk gantinya silakan kami minta apa pun pasti akan kami berikan sebagai kado kamu telah melahirkan cucu untuk kami,” balas Piter yang tidak kalah bahagia dari anak dan menantunya.


Butiran bening kembali mengintip di sudut mata Kimi. Ketika mendengar ucapan sang mertua. “Kimi tidak minta apa-apa, selama ini kasih sayang kalian adalah kado dan hadiah luar biasa untuk kimi dari Tuhan yang tidak pernah Kimi dapatkan selama kecil. Kimi hanya minta kalian tetap sayang Kimi dan anak kita apa pun yang terjadi nanti. Jangan pernah benci Kimi dan anak ini, apabila semua kenyataan yang terjadi tidak sama dengan yang diharapkan oleh kita semua.”


Entah mengapa Kimi ketika melihat wajah buah hatinya yang sekilas memiliki bibir yang sama dengan Zeno kembali diserang ketakutan. Takut kalau kedua mertuanya atau justru Xyan sendiri yang nanti menyadari kalau anak yang Kimi lahirkan tidak memiliki garis kemiripan dengan suaminya. Mungkin saat ini Kimi bisa tenang karena kata orang namanya bayi wajahnya akan berubah-rubah, tetapi kalau sudah besar Kimi takut makin lama kedua anaknya akan semakin mirip dengan Zeno.

__ADS_1


Memang garis keturunan tidak akan pernah berbohong contohnya anak-anak Kimi meskipun wanita cantik itu sudah entah berapa kali meminta agar anaknya lebih dominan mirip dengan dirinya, tetapi yang Kimi lihat justru bibir dan matanya mirip dengan ayah biologis mereka.


“Ah, ini paling hanya ketakutanku saja, Xyan dan Papah serta Mamah pasti tidak akan curiga apa pun, apalagi Xyan dan Zeno sama-sama tampan, hanya Zeno memiliki bibir tipis seperti kedua anaknya, dan Xyan bibir tebal yang seksi,” batin Kimi kembali mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Kimi terperanjat ketika tubuhnya ada yang memeluk. “Kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak Papah dan Mamah akan terus menyayangi kamu, apa pun nanti kudepanya yang terjadi kami memang tidak akan tahu, tetapi Papah dan Mamah pasti akan tetap menyayangi kamu dan kedua cucu kami. Xyan tidak akan pernah berkhianat dengan kamu.”


Bisikan di balik daun telinga Kimi, membuat lamunan Kimi hilang, dengan lembut Kimi merasakan punggungnya di belai. Nuna terus memeluk dan mengusap punggung menantunya. Mereka menyadari memang ibu yang baru melahirkan sering memiliki pikiran yang ketakutan atau orang sering bilang baby blues. Mereka berpikir kalau Kimi mengalami kecemasan itu, sehingga mereka memberikan dukungan papa Kimi.


Kali ini Kimi merasakan pucuk kepalanya diusap lembut. “Kamu sudah kami anggap seperti anak sendiri, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak.” Piter pun tidak kalah memberikan dukungan untuk sang menantu.


“Kimi sangat bersyukur memiliki Papah dan Mama.”


Ruangan yang tadinya sepi kini riuh dengan tangisan si kembar, seolah mereka memiliki ikatan batin yang kuat dengan Kimi, ketika sang bunda merasakan sedih dan tidak tenang kedua anaknya pun merasakan hal yang sama mereka pun menangis seolah ingin saling menunjukkan suara siapa yang paling kencang.


“Sayang, kamu coba beri ASI yah mungkin anak -anak kalian haus.” Nuna mencoba meletakan satu bayi perempuan di tangan Kimi, sedangkan bayi laki-laki di pegang oleh Xyan.


Tanpa banyak bertanya Kimi pun mencoba memberikan asi pertama, wajahnya meringis menahan perih dan rasa yang sangat tidak nyaman saat pertama kali buah hatinya menyedot ASI dari sumbernya. Kimi tersentak kaget ketika usapan lembut ia rasakan di pujuk kepalanya.

__ADS_1


“Sakit yah?” tanya Xyan dengan suara yang lembut dan Kimi mengangguk dengan lemah.


“Memang seperti itu saat pertama kali, tapi nanti akan terbiasa dan tidak merasakan begitu sakit. Mamah dulu juga seperti itu.” Nuna memberikan pengertian pada sang menantu.


“Terima kasih, berkat dukungan Mamah, Papah dan Mas Xyan, Kimi jadi tahu sebegini nikmatnya menjadi seorang ibu.”


Kali ini tangan Kimi digenggam kuat oleh Xyan, “Mas yang harusnya terima kasih banyak karena kado spesial ini, dan kamu adalah wanita hebat yang pernah Mas temui setelah Mamah, Mas berjanji akan terus berada di samping kamu apa pun alasannya.”


Air mata Kimi yang sedari tadi ditahan pun tidak bisa lagi dibedung, tangis bahagia pun akhirnya pecah. Tidak ada yang paling bahagia selain hari spesial ini. Kedua mertua serta suaminya sudah berjanji bahwa mereka tetap akan menerima Kimi bagaimanapun nanti. Ada rasa lega dan tenang setelah mendengar janji itu.


“Kamu tenang Kimi, mereka tidak akan tahu anak siapa yang kamu berikan untuk mereka, karena Zeno tidak akan pernah muncul lagi dalam hidup kamu.” Bisikan hati kecil Kimi, mencoba menenangkan hatinya yang gundah.


Sembilan bulan tanpa ada usikan dari Zeno membuat Kimi memiliki keyakinan yang sama untuk tahun-tahun ke depanya.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2