Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Ruang Bersalin


__ADS_3

Hari terus berlalu, sesuai yang Kimi bilang setelah kejadian ia mengidam makan di Jogja, wanita hamil itu pun tidak lagi minta yang aneh-aneh. Bahkan diusia kehamilan yang tujuh bulan hingga saat ini sudah memasuki usia sembilan bulan. Kimi tidak lagi merasakan ingin makan atau mengunjungi sesuatu yang cukup aneh. Makan yang Kimi makan biasa saja, tidak ribet dan tidak banyak permintaan.


“Jadi kira-kira kapan saya akan melakukan persalinan Dok?” tanya Kimi pada dokter Rina, dan tentu ada Xyan di samping Kimi.


“Berhubung bayi kalian kembar jadi saya sarankan lakukan operasi cesar yah, itu yang paling aman dan kecil risikonya dari pada lahiran normal.” Dokter Rina menjelaskan resiko apabila Kimi ingin lahiran normal, belum rasa sakit yang jauh lebih terasa dibanding dengan operasi cesar.


“Lakukan yang terbaik, teraman untuk Kimi, Dok.” Xyan yang terlalu sayang dengan Kimi dan kedua anak yang Kimi kandung tentu tidak tega juga apabila melihat Kimi kesakitan untuk melahirkan anak-anaknya.


Kimi menatap Xyan yang tampak cemas, sejujurnya Kimi juga tidak siap kalau melahirkan normal. Sehingga wanita itu setuju dengan saran dokter Rina.


“Kalau cesar kira-kira kapan jadwalnya Dok?” tanya Kimi ulang ia akan mempersiapkan semuanya termasuk kesiapan mental.


“Kalau kalian sudah siap, malam ini bisa dilakukan pembedahan, berat anak-anak kamu sudah cukup dan semuanya sudah ok, jadi kita bisa langsung lakukan hari ini juga, apa kalian siap?”


Mendengar pertanyaan dokter Rina, pasangan suami istri itu tampak terkejut dengan ucapan dokter Rina, mereka tidak mengangguk dan tidak juga bisa menggeleng.

__ADS_1


“Tapi kalau kalian belum siap tidak apa-apa bisa dijadwalkan ulang, tapi jangan terlalu lama karena takut nanti malah keburu kamu merasakan kontraksi.”


Mendengar ucapan dokter Rina, Kimi dan Xyan langsung menggeleng kepala secara bersamaan.


“Saya siap Dok.”


“Lakukan malam ini saja.”


Xyan dan Kimi secara bersamaan memberikan jawaban.


Tanpa menunggu lama Xyan pun mulai mengurus segala jenis macam persiapan untuk persalinan sang istri, tidak lupa ia juga menelepon ke dua orang tuanya agar datang ke rumah sakit dengan perlengkapan Baby Twins yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Kimi. Namun karena niat pasangan suami istri untuk melakukan pemeriksaan rutin, tidak mengira bahwa persalinan sang istri akan secepat ini.


Nuna dan sang suami begitu mendapat telepon dari anaknya pun langsung meluncur ke rumah Kimi dan mengambil apa saja yang Xyan katakan, dan langsung melanjutkan perjalanan ke rumah bersalin di mana Kimi akan melakukan persalinan.


Ketegangan terjadi di depan ruang bersalin sudah lebih dari satu jam Kimi di dalam sana, tetapi tidak juga ada dokter yang keluar dengan membawakan kabar gembira.

__ADS_1


“Pah, kira-kira Kimi dan dua cucu kita bagaimana yah kondisinya, ini sudah satu jam lebih loh, tapi kenapa belum ada kabar baik juga,” ucap Nuna dengan berjalan mondar mandir dan tangan digosok-gosokan, untuk mengurai kecemasanya.


“Sabar Mah, kalau lahiran satu aja membutuhkan waktu satu jam berati anak dua kemungkinan dua jam dong,” balas Piter yang jauh lebih tenang dari pada sang istri.


Benar saja yang dikatakan calon Opa itu setelah hampir satu setengah jam, Dokter Rina sebagai dokter kepercayaan Kimi pun keluar dengan membawakan kabar gembira.


“Selamat Tuan, Nyoya, Anda sudah resmi menjadi kakek dan nenek, cucu kalian sudah lahir, mereka sedang dalam penanganan untuk di bersihkan satu atau dua jam kalian bisa menggendongnya,” ucap dokter Rina dengan wajah yang tidak kalah bahagia dengan kabar gembira ini.


Meskipun dokter Rina tahu bahwa anak yang Kimi kandung adalah bukan dari Xyan, yang artinya bukan cucu kandung dari dua pasangan suami istri yang sedang berbahagia di hadapannya, tetapi dokter Rina turut bahagia karena apa yang Kimi lakukan bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk keluarga kaya raya itu.


Yah, mereka sangat mengharapkan bahwa dengan lahirnya dua cucu mereka bisa menjadi penerus perusahaan yang mereka dirikan, tanpa adanya cucu tidak akan ada generasi penerus.


“Aku ikut bahagia dengan semua upaya yang sudah kamu perjuangkan Kimi, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan ini, dan aku selalu berharap rahasia kamu akan aman untuk selamanyaselamanya," batin dokter Rina sembari memberikan senyum bahagia.


Bersambung.....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2