Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Istri Untuk Selamanya


__ADS_3

"Xyan, kamu dicari Kimi," ucap dokter Rina dengan nada bicara yang datar. Dokter Rina masih marah dengan Xyan, meskipun dokter Rina belum tahu apa yang terjadi, tetapi wanita itu tahu kalau Xyan dan Kimi terlibat pertengkaran dan menurut asisten rumah tangga yang melihat Xyan mendorong Kimi.


Mendengar ucapan dokter Rina. Xyan pun bergegas langsung masuk ke dalam ruangan Kimi. Hatinya sudah sedikit lega. Apalagi Kimi tidak marah dengan dirinya.


"Mah, Pah, doakan Kimi sehat dan kuat untuk berjuang." Xyan tidak mau membuang waktu sehingga ia langsung meminta doa pada kedua orang tuanya.


Nuna dan Piter pun membalas dengan anggukan. Air mata ke dua mertua Kimi pun sudah jatuh. Selama ini mereka tahu Kimi adalah orang yang sangat baik dan tidak neko-neko. Sehingga Nuna dan Pinter sangat sayang dengan Kimi.


Air mata Xyan langsung luluh ketika melihat kondisi Kimi. Sementara itu Kimi yang mendengar pintu ruanganya dibuka perlahan pun membuka matanya, dan mengembangkan senyum samar.


"Kimi maafkan aku ...." ucap Xyan langsung menggenggam tangaan Kimi yang banyak alat medis.


Kimi menggelengkan kepalanya meskipun tidak begitu terlihat.


"Mas jangan ceraikan aku. Aku ingin tetap menjadi istri kamu," ucap Kimi dengan suara sangat pelan. Xyan yang mendengar ucapan Kimi pun langsung menggeleng dengan kuat.


"Tidak Sayang aku tidak akan menceraikan kamu. Kamu akan terus menjadi istriku untuk selamanya, aku janji. Aku minta maaf aku salah tidak mendengarkan ucapan kamu," cerocos Xyan dengan air mata yang terus jatuh.


"Terima kasih. Aku ingin jadi istri kamu selamanya," balas Kimi lagi.

__ADS_1


"Iya, kamu akan jadi istri aku untuk selamanya. Aku janji." Xyan mencium kening Kimi dan tanganya berkali-kali.


Kimi pun mengembangkan senyumnya, meskipun matanya sudah setengah terpejam.


"Mas aku men cin ta i kamu...." ucapan Kimi makin melemah dan terputus-putus. Hingga akhirnya matanya mulai terpejam.


"Kimi, apa kamu cape dan ingin istrihat?" tanya Xyan dengan cemas, sedangkan Kimi hanya membalas dengan senyuman dan anggukan yang samar.


"Istrirahatlah, Mas akan tunggu sampai kamu sembuh, dan kita akan besarkan Xeva dan Xevi bersama-sama." Xyan pun membiarkan Kimi tidur untuk tidur. Dengan harapan Kimi akan bangun dan sembuh.


Nittttt.... Namun, bukan istirahat tidur yang Kimi maksud, dia justru istirahat untuk selamanya. Xyan bergeming menatap layar monitor jantung yang lurus menadakan jantung Kimi berhenti berdetak. Bibirnya kaku ia ingin memanggil dokter dan meminta bantuan untuk sang istri tetapi Xyan justru bingung dengan apa yang ada di hadapanya. Laki-laki itu memeluk Kimi dengan kuat.


Hingga beberapa Dokter masuk ke ruangan Kimi. "Tuan menyingki, kami akan mencoba yang terbaik untuk Kimi."


Dokter langsung mengambil alih tugasnya memberikan pertolongan pertama untuk Kimi mungkin saja masih bisa diselamatkankan.


Sedangkan Xyan dengan tubuh lesu langsung ke luar dengan lemah. Ia membisu tidak bisa menjawab setiap pertanyaannya yang dilontarkan dari dokter Rina maupun kedua orang tuanya.


Setengah jam Dokter melakukan perdolongan pada Kimi dengan memberikan denyut jantung yang mungkin saja jantung Kimi akan berfungsi secara normal lagi nampun tidak, Kimi sudah benar-benar menyerah untuk berjuang. Dokter pun keluar dengan lesu.

__ADS_1


"Dok bagaimana keadaan Kimi?" tanya mertua Kimi, Xyan dan Rina secara bersamaan.


"Maaf, kami tidak bisa memperjuangkan Kimi untuk tetap bertahan. Kimi sudah menyerah. Dia sudah benar-benar menyerah. Kimi sudah sembuh untuk selamanya."


Deg!! Xyan pun langsung bersimpun dengan tangan di letakan di kepalaanya menjambak rambutnya dengan kuat. Kemarahanya membuat Kimi kehilangan umurnya. Kimi kini sudah tidak ada dan penyebabnya adalah dirinya.


Suara tangis pun terdengar di ruangan ICU. Kimi yang baik, dan ceria kini tinggalah nama, tubuhnya sudah terbujur tanpa nyawa. Ceritanya hanya sampai sini. Ia tidak bisa memberikan pembelaan dirinya. Karena terlalu mencintai makluk Tuhan kini ia justru kehilangan nyawanya karena orang yang sangat ia cintai.


Yang paling bersalah adalah dokter Rina. Mungkin kalau dirinya dulu tidak memberikan ide gila pada Kimi, saat ini Kimi tetap bisa bersama dengan suaminya. Namun semuanya sudah terjadi kini yang ada hanya penyesalan.


*******


Xyan terus menatap gundukan tanah yang masih basah. Di mana beberapa menit yang lalu ia menguburkan jasad istrinya dengan tanganya sendiri. Xyan tidak menyangka kemarahanya akan berakhir dengan meninggalnya sang istri. Andai waktu bisa di putar kembali mungkin dia tidak akan membuat Kimi jatuh. Andai waktu bisa diputar Xyan akan mendengarkan apa alasan Kimi kenapa memiliki anak dari laki-laki lain. Semuanya sudah terlamat. Kimi ia kehilangan istrinya dan juga dibenci oleh anak-anaknya. Bahkan Xeva dan Xevi yang melihat langsung ibu dan ayahnya bertengkar dan berakibat ibunya jatuh harus didampingi pskiater. Mereka seperti mengalami rasa trauam. Karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak di lihat.


Xyan pun dirundung rasa bersalah. Andai permintaannya dikabulkan ia akan meminta Kimi untuk hidup lagi. Dia adalah istri terbaik. Namun sekarang Xyan tidak akan pernah melihat wajah cantik dan ceria Kimi lagi.


Kimi telah pergi dengan segala kenangan yang tidak akan pernah Xyan lupakan.


Bersambung....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2