Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Ancaman dari Zeno


__ADS_3

Sejak Zeno yang mengirim pesan meminta uang pada Kimi dengan alasan pengobatan sang ibu, Kimi pun semakin tidak tenang, apalagi semakin hari Zeno semakin menjadi laki-laki itu sudah sering mengancam Kimi akan membongkar rahasia wanita itu, apabila Kimi tidak memberikan uang-uang yang dia minta.


Zeno yang sudah kecanduan game online pun menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pundi-pundi uang yang tidak sedikit dari Kimi. Bermodalkan ancaman-ancaman yang akan membongkar siapa dirinya Zeno dengan mudah akan mendapatkan uang yang tidak sedikit.


Yah, sejak ibunya meninggal laki-laki itu menjadi pribadi yang sangat buruk. Pekerjaannya setiap hari hanya di depan laptop dan ponsel hanya untuk bermain game online dan juga judi online. Meskipun beberapa kali kalah, tetapi laki-laki itu tidak juga segera sadar. Zeno akan kembali meminta uang pada Kimi dengan memberikan ancaman kalau ia akan membongkar rahasia Kimi dari situlah rekeningnya akan bengkak lagi. Dan dalam waktu sekejap akan habis lagi.


Semakin lama Kimi pun tidak percaya pengobatan untuk ibunya sampai sebegitu banyak, dan setiap ditanya sakit apa Zeno tidak pernah menjawab. Zeno juga tidak pernah mau jujur ibunya di rawat di mana.


“Sayang, kamu kenapa sih sekarang aku perhatikan kamu itu wajahnya kusut dan kamu seperti ketakutan gitu ada apa?” tanya Xyan yang akhir-akhir ini Kimi sangat berbeda.


Dengan wajah terkejut seperti orang yang ketahuan mencuri Kimi langsung menutup ponselnya. “Tidak ada Sayang, aku hanya terlalu takut kalau Xeva dan Xevi sudah besar kita akan kembali hanya berdua. Saat ini saja tidak anak-anak kita sudah besar bahkan sudah sibuk dengan sekolah,” elak Kimi dengan memberikan wajah cemas.


“Sayang, itu masih sangat lama saat ini si kembar saja baru berusia lima tahu,” balas Xyan dengan memeluk tubuh sang istri.


Kimi membalas pelukan sang suami berharap ia mendapatkan ketenangan tetapi tidak dengan hatinya tetap ia cemas dan tidak tenang dengan sikap Zeno selama dua tahun ini yang seolah menjadikannya mesin ATM. Yah, Kimi semakin diselimuti dengan rasa takut kalau suatu saat rahasianya akan terbongkar.

__ADS_1


“Bagaimana kalau Zeno nekat akan mengatakan kebenarannya pada Xyan, kalau Xyan tahu aku pasti bakal di buang dari rumah ini.” Hati Kimi bergemuruh.


Kimi terus mencari ide bagaimana kalau nanti Xyan ternyata mengetahui apa yang sema ini dia rahasiakan. Otak Kimi bekerja keras agar dia tidak di usir dari rumah ini apabila Zeno memang mengatakan fakta yang sesungguhnya.


Namun ia juga tidak bisa terus-terusan memberikan uang pada Zeno karena itu akan membuat Xyan curiga. Bahkan sekarang saja Kimi sudah berani berbohong pada Zeno dengan mengatakan tidak punya uang saat laki-laki itu meminta uang lagi dengan nilai seratus juta.


Memang Zeno meminta uang hanya lima puluh juta seratus juta, tetapi rutin hampir setiap bulan, akan ada pesan dari laki-laki itu untuk meminta uang, dan itu semakin membuat Kimi terusik.


[Berikan aku uang yang kemarin aku minta. Ibuku sudah semakin kritis.] Itu adalah pesan Zeno setelah pesan-pesan sebelumnya Kimi abaikan.


[Kritis? Bukanya Bibi Zunai sudah meninggal lima tahun lalu. Kamu jangan macam-macam Zeno aku sudah tahu bahwa kamu selama ini hanya memanfaatkan kebaikanku. Uang-uang yang aku beri selama ini untuk apa? Bukanya kamu sudah menandatangani surat perjanjian. Jadi kamu jangan macam-macam aku bisa perkarakan kamu dan kamu pasti akan berakhir di dalam jeruji besi.”


Kini Kimi pun mulai berani membalas ancaman-ancaman Zeno. Laki-laki itu di tempat lain bukanya takut malah menantang Kimi.


[Oh yah lakukanlah, tapi kenapa aku tiba-tiba kangen sama anakku yah. Bagaimana kalau aku datang ke rumah kamu, dan bertemu dengan anakku, sekalian silaturahmi dengan laki-laki mandul itu.]

__ADS_1


Deg!! Kimi langsung terkejut setelah membaca pesan dari Zeno.


“Gila nih orang cari masalah,” gumam Kimi.


[Jangan macam-macam yah Zeno, berani menyalakan api, maka siap-siap kamu akan mati terpanggang.]


Zeno kembali tertawa dengan renyah.


[Aku rela mati terpanggang Sayang, asal bersama dengan kamu. Oh iya apa kamu tidak ingin membeli bibitku lagi? Ayolah Kimi aku akan berikan anak berapa pun kamu mau...]


Zeno semakin bahagia karena ia seperti merasakan dunia baru. Perasaan sebaliknya dirasakan Kimi, wanita itu semakin tidak tenang dengan ulah Zeno.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2