Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Curhatan Kimi


__ADS_3

Bak menelan pil pahit kini Kimi pun mau tidak mau harus dihadapkan dengan teror dari Zeno. Pikiranya sudah tidak bisa setenang dulu, bahkan kali ini ia merasakan kecemasan yang berlebih. Wanita itu tidak menyangkan bahwa Zeno yang ia kenal dulu laki-laki yang baik dan penyayang bisa-bisanya sekarang justru laki-laki itu berbuat kurang ajar terhadap dirinya.


Niatnya istirahat di rumah dan membiarkan anak-anaknya diantar sekolah oleh mertuanya, nyatanya Kimi justru sekarang bertambah pikiran. Wajahnya kusam dan lesu tidak seperti biasanya. Itu karena ia dilanda ketakutan yang. luar biasa kalau Zeno akan membongkar rahasianya.


Di balik jendela kini Kimi berada menatap luasnya cakrawala. Ini bukan keinginanya tetapi ini adalah hasil dari perbuatanya.


"Apa aku minta bantuan dengan dokter Rina yah, mungkin dokter Rina bisa membantu aku," gumam Kimi dengan pandangan masih kosong menatap luasnya langit yang biru nan cerah.


Setelah berpikir cukup matang, Kimi pun berusaha menghubungi dokter Rini, beliau adalah satu-satunya orang yang tahu masalah dirinya dengan Zeno. Mungkin saja setelah Kimi bercerita pada dokter Rina, ia bisa mendapatkan solusi tentang apa yang harus dilakukanya. Kimi tidak mau didepak dari keluarga suaminya. Apalagi ia memiliki dua anak yang harus tetap di penuhi segala kebutuhanya. Dari mana Kimi dapat uang kalau ia di ceraikan oleh suaminya.

__ADS_1


[Hallo, ada apa Kim, tumben telpon?] sapa dokter Rina, dari balik sambungan telepon maklum Kimi yang sudah tidak lagi hamil sangat jarang berkomunikasi dengan dokter Rina, apalagi sekarang anak-anak Kimi sudah cukup besar sehingga selain Kimi yang semakin sibuk juga Kimi rasa tidak ada lagi hubungan dengan dokter Rina, sehingga cukup jarang Kimi datang menemui dokter Rina. Kecuali ada sesuatu yang mendesak.


[E... maaf Dok,apa Kimi mengganggu waktu dokter?] tanya Kimi dengan suara yang sangat lirih dan terdengar kurang bergairah.


[Tidak, kebetulan saya baru datang, ini ada apa yah Kim. Kenapa kalau saya bisa simpulkan dari nada bicara kamu, sepertinya kamu itu sedang dalam banyak masalah?] Meskipun dokter Rina, bertemu dengan Kimi belum lama dan itu pun tidak terlalu sering, tetapi dokter Rina cukup sayang dan simpati dengan keadaan Kim.


Kimi menghela nafas dalam. Sekali lagi sebelum ia bercerita dengan dokter Rina, ia ingin memastikan bahwa keputusanya adalah keputusan terbaik. [Jadi gini Dok, dua tahun terakhir saya telah di tipu oleh ayah biologis dari anak saya. Dia mengaku butuh uang tambahan dengan alasan pengobatan ibunya, tetapi belakangan saya cari tahu ternyata bibi Zunai meninggal sudah dari lima tahu yang lalu dan artinya selama dua tahun ini laki-laki itu berbohong dengan mengatakan pengobatan ibunya. Dan yang bikin saya marah dan benci adalah dia justru mengancam kalau tidak memberikan uang-uang itu dia akan membongkar rahasia siapa anak saya.]


[Entahlah Dok, saya juga sangat bingung, saya takut kalau Zeno akan membongkar siapa dia sebenarnya dan saya akan diceraikan oleh Xyan, belum Papah dan Mamah mertua saya juga pasti akan membenci saya.] Hanya dengan dokter Rina Kimi bisa bercerita dengan sedekat ini.

__ADS_1


[Tapi kamu apa siap akan selalu dimanfaatkan oleh laki-laki itu. Aku takut nanti kamu malah makin sulit lepas dari dia Kim. Kalau laki-laki sudah seperti itu tandanya dia sangat berbahaya.]


Untuk beberapa saat Kimi diam memikirkan ucapan dokter Rina.


[Jadi maksud Anda bagaimana Dok?] tanya Kimi, ini adalah maksudnya menghubungi dokter Rina agar bisa mendapatkan solusi.


[Sepertinya kamu pelan-pelan harus jujur dengan siapa anak kamu sebenarnya, dan apa yang terjadi dengan Xyan lebih baik Xyan dengar langsung dari kamu dari pada ia tahu dari orang lain.]


Deg!!! Kimi langsung bergeming mendengar ucapan dokter Rina. Ia tidak berani berterus terang dengan apa yang dia lakukan. Kimi terlalu takut kalau Xyan malah akan menceraikanya.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2