Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Ngidam


__ADS_3

Semenjak jenis kelamin anaknya diketahui kebahagiaan bertubi-tubi Kimi rasakan, pasti banyak yang iri apabila melihat nasib Kimi. Semua yang wanita hamil itu inginkan pasti dituruti oleh suami dan juga kedua mertuanya. Meskipun harus ke luar Negri untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Seperti hari ini, tidak ada angin dan tidak ada hujan Kimi tiba-tiba ingin makan nasi kucing lesehan, tapi langsung di Malioboro.


Hari kemarin Xyan habis mengabulkan permintaan wanita cantik itu dengan minta mochi daifuku asli dari Jepang. Demi buah hati yang Kimi kandung laki-laki itu rela terbang ke Negara Sakura. Itu semua karena Kimi tidak mau yang dibuat di dalam Negri. Dari pada kena marah oleh kedua orang tuanya. Xyan pun lebih baik terbang ke Jepang demi membeli mochi permintaan sang istri.


“Sayang, kenapa harus di Malioboro sih makan lesehannya, di Jakarta juga tidak kalah banyak tempat yang enak,” tawar Xyan, karena jarak Jakarta-Jogja itu juga tidak dekat, apalagi kehamilan Kimi sudah cukup besar naik pesawat terlalu berisiko, dengan kehamilan yang kembar memang perut Kimi jauh lebih besar dari kehamilan usia tujuh bulan pada kehamilan normal.


“Aku penginnya makan langsung di sana Sayang. Rasanya beda. Aku janji ini adalah permintaan terakhirku.” Mungkin Kimi sejak hamil mengidap penyakit pikun alias pelupa buktinya ia sudah entah berapa kali mengucapkan janji seperti itu, tetapi tetap saja ada saja yang Kimi minta, dan yang diminta cukup bikin geleng-geleng kepala, dan sulit di cari.


“Ini ada apa sih Xyan, lagian Kimi hanya minta makan di Malioboro, apa susahnya. Kamu tinggal pergi berdua ke sana. Kapan lagi kamu bikin Kimi dan anak-anak kamu bahagia. Udah buruan sana siap-siap jangan tunggu lama, nanti kalau anak kalian sudah lahir juga Kimi tidak akan minta apa-apa lagi. Ini kan juga anak kamu yang minta.”


Nuna yang baru datang pun langsung memberikan jurus ceramah yang putranya tidak bisa tolak. Yah, mendengar sang ibunda tercinta mengeluarkan jurusnya Xyan tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya saat itu juga ia rela menempuh perjalanan darat untuk menuju Jogja yang memakan waktu kurang lebih tujuh jam dan makan lesehan di Malioboro sesuai yang Kimi mau.


“Apa kamu suka?” tanya Zeno yang melihat Kimi seperti tidak merasakan cape sama sekali, wanita yang tengah berbadan tiga itu ikut mengalukan sebuah lagu Jawa yang sedang viral, meskipun ia sendiri tidak tahu artinya, tetapi Kimi dengan lancar menyanyikannya dengan diiringi musik angklung pinggir jalan.


Pertanyaan Xyan berhasil membuyarkan konsentrasi Kimi bernyanyi. Kini wanita cantik itu memalingkan pandangan pada sang suami yang duduk di sampingnya. “Aku suka, suka banget. Ini yang Kimi suka saat makan di sini, suasana yang beda.”

__ADS_1


Kimi kembali larut menikmati musik dari pengamen jalanan, “Jadi ingin menikmati suasananya atau makanannya?” tanya Xyan kembali.


“Dua-duanya. Suasananya dan makanannya semua bikin kangen.”


“Jadi mau berapa hari di sini?”


Mendengar pertanyaan Xyan, Kimi mengernyitkan dahinya.


“Kita langsung pulang ke Jakarta malam ini juga Mas. Kimi tidak betah kalau tidak tidur di kamar kita.”


“Sayang, Mas takut kamu cape. Mas takut nanti malah kamu kenapa-napa.” Laki-laki itu mencoba bernego dengan sang istri, meskipun Xyan sangat hafal bahwa ujung dari upaya negonya pasti gagal.


Benar saja wajah Kimi langsung terlihat muram.


“Ok, kalau kamu mau pulang malam ini juga, kita akan pulang ke Jakarta kapan pun kamu mau, tapi kamu juga harus janji kalau kamu tidak akan sakit.”

__ADS_1


Seperti yang sudah-sudah apabila apa yang Kimi inginkan terpenuhi maka seulas senyum manis terkembang di wajah cantiknya.


Kimi memegang tangan sang suami dan menggenggam dengan lembut. “Kimi janji, kalau cape akan bilang dan terima kasih sekali lagi untuk semua yang Mas berikan untuk Kimi dan anak kita. Hari ini Kimi sangat senang.”


Senyuman Kimi semakin diperlebar melambangkan kalau ia memang sangat bahagia dengan apa yang Xyan berikan, mungkin bagi Xyan itu tidak ada yang spesial, tetapi berbeda untuk Kimi, dia benar-benar merasa bahagia. Reflek Xyan pun mengusap perut Kimi.


“Papah senang kalau kalian senang,” bisik Xyan di atas perut Kimi yang semakin besar setelah tiga porsi nasi kucing berserta sate lengkap dengan lontong berpindah ke dalam perut sang istri.


Senyuman Kimi kembali mengembang, menampilkan gigi-gigi rapihnya. “Terima kasih Papah, Baby Twins sangat suka,” balas Kimi dengan menirukan suara anak kecil.


Setelah puas menikmati makan malam yang sangat spesial karena benar-benar butuh perjuangan, saat itu juga Kimi dan Xyan kembali ke Jakarta.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2