
"Sial, Kimi kayaknya mulai main-main dengan aku," umpat Zeno setelah beberapa hari ia tidak bisa menghubungi Kimi. Sedangkan persediaan uang yang dia miliki tinggal sedikit. Cukup lama Zeno berdiam diri ia mencoba mencari ide bagaimana caranya agar bisa secepatnya mendapatkan masukan uang-uang dari Kimi. Bahkan untuk mencoba menghubungi Kimi dengan nomor ponsel lain Zeno pun sudah melakukanya, tetapi rupa-rupanya apa yang ia upayakan tidak juga mendapatkan hasil. Zeno tetap tidak bisa menghubungi Kimi.
Berkirim pesan pun tidak ditanggapi oleh wanita itu, tidak hanya itu Kimi tidak mau mengangkat telepon dari nomer yang baru, mungkin Kimi sudah sangat paham kalau yang menghubunginya adalah ayah biologis dari anak-anaknya.
"Kimi memang sepertinya mencari-cari masalah." Kembali Zeno terdiam mencari ide apa yang kiranya akan ia lakukan agar bisa bertemu dengan Kimi dan bisa mendapatkan uang-uang lagi dari Kimi.
"Apa aku temui Kimi secara langsung yah. Yah, aku yakin kalau Kimi bertemu secara langsung dan aku akan mengancam akan membongkar rahasianya pasti Kimi akan menuruti apa yang aku mau," gumam Zeno, ia pun lalu tertawa dengan renyah ketika menyadari bahwa idenya memang gila. Namun, hanya cara gila itu yang bisa Zeno lakukan agar Kimi bisa memberikan uang lagi.
Yah setelah Zeno berpikir dengan matang, akhirnya sore harinya Zeno pun melakukan perjalanan dari kota Bandung ke kota Jakarta. Tentu Zeno pertama-tama akan mencari dulu kira-kira bagaimana keseharian Kimi dan juga suami serta anak Kimi. Agar ia bisa menemui Kimi tanpa ada yang tahu kalau Zeno menemui mantan kekasihnya itu. Yang ia butuhkan hanya uang yang banyak dan bisa ia gunakan untuk hobby-hobby barunya, tentu Zeno pun memilih menemui Kimi secara diam-diam.
__ADS_1
Yah, selain Zeno tidak mau ketahuan oleh keluarga Kimi dan membuat Kimi dalam bahaya. Zeno juga masih memiliki rasa takut, Tepatnya Zeno takut kalau nanti Kimi jatuhnya melaporkan dia dengan tuduhan pemerasaan dan juga Zeno sudah melanggar peraturanya dengan Kimi yang sudah disepakati.
*******
"Jadi selama ini Kimi berbohong pada aku," batin Zeno setelah tiga hari Zeno membuntuti mobil yang keluar di pagi hari dari rumah Zeno, dan masuk ke sekolahan taman kanak-kanak yang elite. Namun di hari ketiga juga Zeno mengetahi fakta baru kalau ternyata bibit yang dibeli oleh Kimi adalah bibir super unggul buktinya Kimi langsung mendapatkan anak kembar sepasang laki-laki dan perempuan lagi.
Tentu Kimi tidak bisa mengenali Zeno pasalnya ia melakukan penyamaran dengan memakai topi dan kaca mata hitam. Bukan Zeno takut kalau Kimi akan mengetahui keberadaanya, tetapi ia belum siap kalau Kimi menemui dirinya sedangkan Zeno belum mempunyai bukti apa-apa. Kini Zeno sudah memiliki bukti yang kuat di mana anak kembar itu bisa ia gunakan untuk menekan Kimi sekarang yang harus Zeno lakukan adalah mencari waktu kapan kiranya Zeno akan menemui Kimi, dan melakukan negosiasi lagi.
Laki-laki itu yang kecanduan game online dan judi online tidak betah kalau dia tidak melakukan kegiatan itu semua. Sedangkan untuk melakukan hobby-nya Zeno harus memiliki uang yang banyak. Meskipun hartanya habis dan masa depanya suram, laki-laki itu tidak kapok justru Zeno seperti semakin ketagihan ia akan melakukan apapun demi mendapatkan uang yang bisa ia gunakan untuk hobby gilanya.
__ADS_1
Bahkan kulkas, Ac dan perabotan rumah pun sudah Zeno jual untuk mendapatkan uang yang ia gunakan untuk menyalurkan hobby-nya.
"Aku harus secepatnya bertemu dengan Kimi, harus. Semakin hari aku tinggal di Jakarta uang-uangku semakin habis. Aku harus bisa menemui kimi dan mendapatkan uang dari dia. Seharusnya aku mendaptkan uang yang jauh lebih besar dari bayaran yang dia berikan. Karena bibitku menghasilkan anak kembar." Zeno terus menatap bangunan sekolah yang jelas untuk uang bayaran pun pasti tidaklah murah. Dan dia bangga karena anak-anaknya bisa menikmati sekolah dan hidup dengan fasilitas yang mewah.
Zeno tidak sama sekali merasa ingin merawat anak-anaknya karena memang ia sendiri saat ini tidak memiliki bekal untuk menghidupi mereka, jangankan menghidupi anak-anaknya menghidupi diri sendiri pun Zeno hanya mengandalkan uang dari Kimi.
Bersambung.....
...****************...
__ADS_1