Membeli Benih Mantan Kekasih

Membeli Benih Mantan Kekasih
Sakit Hati


__ADS_3

"Kamu butuh uang berapa?" tanya Kimi dengan nada bicara yang sangat ketus. Ia ingin urusannya dengan Zeno cepat selesai tidak mau lagi Kimi diganggu oleh Zeno.


"Tidak banyak hanya lima ratus juta," jawab Zeno bibirnya menggigit bibir bawahnya lidahnya menyapu bibir miliknya. Seolah ia tengah menggoda Kimi.


"Gila kamu yah Zeno, dari mana aku dapat uang sebanyak itu. Uang-uangku sudah habis sama kamu, bahkan aku harus menghemat uang sekarang agar Mas Xyan tidak curiga kalau uang yang telah ia berikan habis untuk kamu." Kimi pun langsung meradang ketika mendengar nominal uang yang harus ia berikan untuk menutup mulut Zeno agar tidak membocorkan rahasianya pada Xyan.


"Aku tidak perduli, itu urusan kamu dengan suami kamu yang aku mau kamu berikan uang-uang itu seperti nominal yang aku mau. Kamu bisa gunakan jurus rayuan kamu pada suami kamu yang mandul, agar dia memberikan uang yang banyak."


"Jaga mulut kamu Zeno, jangan sekali-kali kamu bilang suamiku mandul, di mataku tetap aku melihat kalau Mas Xyan tidak mandul. Seharusnya sebagai laki-laki kamu bisa mengerti perasaan Mas Xyan bukan justru memperoloknya."


Siap pun yang mendengar ucapan Zeno pasti akan marah, yah jelas Kimi marah besar siapa yang mau suaminya dikatakan mandul. Meskipun pada kenyataanya dia memang tidak bisa memberikan keturunan, tetapi setidaknya jangan sakiti hatinya. Apa yang terjadi pada Xyan bukan kehendaknya, itu adalah takdir yang diberikan Tuhan.


"Kenapa kamu kayaknya melindungi banget suami kamu yang cacat itu, padahal kalau wanita lain pasti akan meninggalkan laki-laki seperti suami kamu, tapi kamu tetap bertahan. Aku yakin Xyan tidak akan menceraikan kamu meskipun dia tahu anak yang dia kandung adalah anakku."


"Aku tidak bisa beri kamu lima ratus juta, aku hanya punya seratus juta, itu pun uang tabungan aku dan anak-anak. Aku gunakan untuk kamu, seharusnya kamu malu pada anak-anak kamu meskipun dia masih berumur lima tahun, tetapi mereka tidak pernah membuat aku pusing. Bukan seperti kamu yang justru datang ke aku kalau butuh uang saja. Kamu kira aku mesin ATM." Yah, jelas Kimi langsung mengeluarkan unek-uneknya. Berharap agar Zyan mau mendengarkan keluh kesahnya, dan tentunya kembali ke Zeno yang dulu Zeno yang baik. Kimi juga tidak menanggapi lagi apa kata Zeno, karena ia tahu kalau laki-laki yang duduk di sampingnya hanya ingin memancingnya agar terus-menerus marah.

__ADS_1


Zeno pun tidak memperdulikan apa yang Kimi katakan, dia berpikir dalam otaknya, jelas memang uang seratus juta, kalau dibadingkan dengan nominal yang ia minta jelas sangat jauh. Namun kalau tidak diambil dia justru tidak bisa makan dan memenuhi apa yang jadi hobinya. Bukanya dia datang ke Jakarta untuk dapatkan uang. Kalau dia gengsi terus malah yang ada Kimi bisa-bisa mencabut lagi kebaikanya untuk memberikan uang padanya.


"Mau tidak? Kalau tidak mau aku tidak akan memaksa, dan tapi kamu jangan pernah berpikir kalau aku akan kembali memberikan tawaran yang sama, aku tidak akan memberikan uang lagi pada kamu meskipun kamu meringis meminta uang padaku." Kimi seolah tahu apa yang jadi kebimbangan Zeno sehingga ia bisa memanfaatkanya.


"Berikan uang yang kamu punya," balas Zeno, yah akhirnya dia nyerah juga dari pada tidak punya uang lagi bahkan untuk makan saja dia sudah sangat kere.


"Aku akan  berikan uang-uang itu tapi ada syaratnya." Kimi  sudah sangat muak dengan kelakuan Zeno sehingga ia benar-benar ingin Zeno tidak lagi memanfaatkanya.


"Apalagi sih, tinggal kasih uang, bereskan kenapa harus ada syarat-syarat segala," gerundel Zeno, ya jelas Zeno juga bisa tahu ke mana arah bicara Kimi.


Deg!! Zeno sangat terkejut ketika mendengar ucapan dari Kimi yang mengatakan jijik pada dirinya. Hatinya pun sakit karena Zeno tidak akan mengatakan seperti itu kalau bukan Kimi yang dulu mengajaknya bekerja sama.


"Sebegitu jijiknya kah kamu dengan aku?" Tanya Zeno dengan serius.


"Yah, aku sangat jijik dengan kamu, karena kamu adalah sumber masalah untukku." Kimi justru semakin menambah sakit hati Zeno. Mendengar jawaban dari Kimi, Zeno pun langsung mengangguk-anggukan kepalanya sebagai tanpa  bahwa dirinya paham apa yang Kimi Maksud.

__ADS_1


"Kalau gitu buruan kamu berikan uang-uang itu dan setelah itu aku pastikan tidak akan muncul lagi di hadapan kamu. Akan aku selesaikan segera urusan aku."


Mendengar ucapan Zeno, jelas kalau Kimi sangat senang yang tandanya dia tidak akan direpotkan lagi oleh Zeno, dan kembali hidup tenang dengan anak-anaknya dan juga Xyan.


"Jangan sekali-kali bercanda dengan aku. Karena aku adalah orang yang sangat nekat, bisa melakukan apa pun itu kalau merasa terancam," ancam Kimi dengan suara yang penuh penekanan.


"Kamu dan aku kurang lebih sama," balas Zeno dengan santai.


Kimi menatap Zeno yang masih terlihat tenang. Tidak lama Kimi pun mengeluarkan ponselnya, dan mengirimkan uang yang Zeno inginkan.


"Aku sudah kirimkan uang ke rekening kamu, silahkan periksa dan pergi yang jauh dari hadapanku. Muak aku lihat kamu."


Mendengar ucapan Kimi, Zeno pun mengangkat bibirnya sebelah. "Oh, terima kasi ibu dari anak-anakku, dan bersiaplah untuk hari-hari yang suram."


Tanpa menunggu jawaban dari Kimi, Zeno pun langsung turun dari mobil Kimi, dan dia sudah yakin seyakin-yakinya kalau dia akan mengatakan dengan jujur siapa anak-anak yang mereka besarkan pada suami Kimi. Kimi yang memaksa Zeno untuk berbuat seperti itu.

__ADS_1


Sedangkan di dalam mobil Kimi terus kepikiran apa kata Zeno tadi. "Selamat menikmati hari-hari yang suram? Apa maksud Zeno yah?"


__ADS_2