
"Sayang kamu kenapa, Mas perhatikan akhir-akhir ini kamu seperti banyak masalah apa ada yang sedang kamu pikir kan?" tanya Xyan, yang melihat Kimi memang sangat berbeda selain sering melamun juga istrinya itu sering tiba-tiba kaget seperti orang yang tengah ketakutan. Udah itu Kimi juga kalau malam sering mengigo tidak karuan.
Benar saja seperti yang Xyan bayangkan. Kimi terkejut ketika Xyan tanya padahal saat ini Kimi sedang menyiapkan sarapan untuk Xyan dan kedua anak kembarnya.
"Iya nih Bunda seling melamun," protes Xevi yang langsung di balas anggukan kuat oleh Xeva.
"Betul Yah, Bunda sering melamun sekalang," imbuh Xevi yang membuat Kimi semakin panik karena takut kalau Xyan akan menyadari apa yang terjadi dengan dirinya.
Mendengar pengaduan dari putra dan putrinya Xyan pun langsung menatap sang istri yang nampak cemas.
"Apa kamu ada yang dirahasiakan?" tanya Xyan dengan nada bicara yang pelan-pelan. Kimi hanya membalasa dengan gelengan kepala.
"Tidak ada Mas, Kimi mau merahasiakan apa dari Mas, sedangkan Mas sudah tahu semua tentang Kimi baik asal usul dan siapa Kimi sebenarnya." Kimi menatap Xyan, memberikan keyakinan kalau ia tidak berbohong.
Meskipun Kimi sudah dapat nasihat dari dokter Rina, agar ia perlahan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dari pada Xyan tahu dari orang lain, tetapi Kimi sudah memutuskan kalau ia akan tetap merahasiakan siapa Xeva dan Xevi sebenarnya Kimi yakin Zeno tidak akan mungkin tega melakukan itu pada Kimi. Wanita itu sudah tahu betul kalau Zeno tidak akan berbuat setega itu. Dalam pikiran Kimi tetap yakin kalau Zeno itu orang baik.
__ADS_1
"Lalu apa kamu sedang sakit?" tanya Xyan lagi.
Kembali Kim menggelengkan kepalanya. "Kimi baik-baik saja Mas, Mas Xyan jangan berlebih begitu bukanya seorang ibu memang pasti ada masanya seperti Kimi. Kadang ada rasa tidak percaya diri, kadang juga ada rasa takut kalau suaminya selingkuh, ada rasanya takut kalau anak-anak dan suaminya meninggalkanya. Kimi rasa setiap ibu rumah tangga akan ada difase itu," jawab Kimi yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Xyan.
"Apa artinya kamu juga takut kalau Mas akan meninggalkan kamu?" tanya Xyan untuk memastikan ucapan Kimi.
Cukup lama ruangan makan sunyi hanya suara piring beradu dengan sendok dari si kembar yang tetap menikmati sarapannya, tidak terpengaruh dengan obrolan ke dua orang tuanya.
"Jujur, yah Kimi merasakan itu. Mas Zyan terlalu sempurna untuk Kimi, sampai Kimi takut kalau Mas Xyan nantinya akan meninggalkan Kimi dan anak-anak ketika Kimi melakukan kesalahan," balas Kimi, wanita itu ingin tahu bagaimana reaksi sang suami kalau tahu Kimi melakukan kesalahan.
"Kimi tatap mata Mas!!" Suara Xyan yang serius membuat Kimi tidak bisa kalau tidak menatap sang suami. Kimi pun pelahan mengangkat wajahnya dan pandangan mata mereka saling bertemu.
"Mas tidak tahu, harus mengatakan apa agar kamu percaya dengan apa yang Mas katakan.Tapi hanya satu yang Mas ingin katakan pada kamu, kalau Mas sangat cinta pada kamu, kamu adalah satu-satunya yang bisa memberikan Mas kebahagiaan yang utuh, kamu memberikan semua yang Mas butuhkan." Xyan berkata dengan memberikan tatapan yang dalam pada Kimi.
Mendengar ucapan Xyan, Kimi hanya bisa tersenyum masam. Ia melepaskan genggaman tangan sang suami.
__ADS_1
"Jangan terlalu percaya pada Kimi, Mas karena nyatanya Kimi tidak sebaik yang Mas bayangkan. Kimi banyak kekuranganya, bahkan dosanya sangat banyak." Kimi melanjutkan makannya. ia tidak ingin membahas ini lagi hatinya nyeri ketika mendengar Xyan yang terlalu percaya dengan dirinya. Sedangkan ia sendiri adalah orang yang berlumur dosa.
Kimi tidak bisa membayangkan bagaimana kalau ternyata Xyan tahu apa itu kebohonganya. Ia pasti akan sangat-sangat kecewa. Xyan pasti akan marah besar, orang bilang kalau orang yang pendiam dan percaya penuh terhadap kita, maka marahnya akan sangat menakutkan.
"Kalau Mas tidak percaya pada kamu, lalu Mas harus percaya pada siapa kamu adalah orang yang baik yang pernah Mas kenal kenapa Mas harus ragu dengan kamu. Apa kurang yakin pernikahan kita yang ke dua belas tahu?" tanya Xyan yang makin tidak mengerti dengan yang Kimi katakan.
"Pernikahan selama dua belas tahun itu tidak mudah Kimi, hanya kamu yang bisa mengerti aku dan aku pasti tidak akan semudah itu melepaskan kamu, meskipun kamu memiliki kekurangan yang mungkin membuat aku ilfil."
Hati Kimi jelas sangat lega mendengar pengakuan Xyan yang itu artinya ia masih bisa mendapatkan kesempatan maaf meskipun nanti rahasianya terbongkar.
"Udah Mas, jangan bahas lagi yang itu. Kimi tadi juga hanya bertanya seandainya. Sekarang Mas sarapaan yah, sudah siang nanti malah telat ngantor lagi." Kimi pun memberikan senyum terbaiknya, dan kini ia bisa sedikit tenang dengan jawaban yang diberikan oleh Xyan.
Bersambung.....
...****************...
__ADS_1