
Selepas sekolah kami semua berkumpul di markas satu kami yaitu atap sekolah, di sini kami akan memulai diskusi pembuatan game untuk karya Rin berikutnya yaitu berjudul Magic School Assassin, kami hanya memiliki waktu 3 bulan dan sampai saat itu kami harus menyelesaikannya.
Berhubung Tiara di rumah jadi aku akan mengatakannya nanti tentang hasil rapat ini, alasan kenapa aku mengambil rapat di sini karena kami semua perlu tempat untuk mencari suasana baru khususnya untuk mendiskusikan sebuah game.
Kebetulan semenjak kami mengenal Aden, dia telah kembali ke sekolah walaupun pada akhirnya kemungkinan besar dia akan tetap tinggal kelas karena syarat kehadirannya sama sekali tidak mencukupi.
"Jadi konsep game seperti apa yang akan kita buat?" tanya Albert.
"Bukannya kalian hanya melimpahkan ide padaku."
"Kamu pemimpin kami jadi bukan hal aneh bukan, dan sesekali kami juga memberikan masukan."
Aku tidak bisa menyangkalnya, aku menghela nafas lalu melanjutkan.
"Kita akan mengambil konsep seksual yang selalu dikatakan oleh Alexia."
Mendengar hal itu, Alexia melompat kegirangan. Aku segera menggaris bawahi.
"Walau temanya seperti itu kita tetap akan membatasinya di garis-garis aman untuk dimainkan."
"Dimengerti."
__ADS_1
Dia duduk kembali dengan senyuman di wajahnya, sebenarnya proyek ini akan memaksa Alexia bekerja keras karena itulah aku paling tidak, ingin dia bisa bekerja dalam mood terbaiknya.
Rin sang penulis mengangkat tangannya.
"Magic School Assassin adalah light novel yang didalamnya diisi karakter gadis yang ahli bertarung, di sana hanya mengenakan seragam sekolah, apa kita akan membuat karakternya menjadi terlihat seksi."
"Tadinya aku memikirkan hal itu tapi kita tidak boleh menghilangkan original karakter yang telah kamu buat, maka dari itu kita akan lebih memberikan tambahan pakaian berbeda yang bisa dipilih pemain, ini adalah game fighting dengan story sesungguhnya dari tulisanmu."
"Berapa pakaian untuk satu karakter?" tanya Aden.
"Mungkin lima buah."
"Akhirnya waktuku untuk bersinar telah datang, jumlah karakter yang muncul di volume 1 adalah sekitar 10 orang dan volume 2 adalah 9 orang, dengan kata lain aku akan membuat 19 karakter serta masing-masing 5 pakaian berbeda.. ini luar biasa, baju maid sexy, suster rumah sakit, gaun pesta minim, baju renang serta lingerie."
Dalam urusan seperti itu dia benar-benar jagonya.
"Pastikan untuk pakaian pekerja juga dimasukan, seperti gadis kantoran, polisi wanita, penjaga pantai dan lainnya."
"Dimengerti."
"Aku memiliki nomor dan alamat dari Ilustrator buku milik Rin, aku juga akan mengkonsultasikan gambarmu padanya juga."
__ADS_1
"Aku pasti bisa membuat semirip mungkin dengan aslinya."
Aku merasa bahwa semua orang terlihat lebih takjub ke arahku dari pada ke arah game yang dikerjakan mungkin hanya perasaan. Aden mengangkat tangannya.
"Jika konsep yang kau katakan seperti itu, maka story yang akan kita masukkan akan mirip seperti game galge yang pernah kita buat."
"Benar, tidak perlu memasukkan video ke dalamnya ataupun gambar yang bergerak, aku akan lebih fokus untuk menyempurnakan pertarungannya, seperti skill, combo dan juga serangan pamungkas, aku juga akan mengerjakan latar dalam gamenya."
"Seperti biasa kau mengambil pekerjaan lebih banyak dari kami."
Berbeda dari game galge, game ini akan dipenuhi rumus-rumus tombol yang bisa dilakukan pemain.
Albert berteriak.
"Di dalamnya ada sekitar 19 karakter, bukannya itu?"
"Sejujurnya akan dibuat 20 karakter, Rin telah mempersiapkan volume 3 untuk terbit enam bulan lagi, dan aku ingin memasukan satu karakter ke dalamnya sebagai bentuk promosi juga, lagipula bukannya kau pandai meniru suara wanita."
"Aku memang bisa tapi dengan hanya aku dan Tiara mana mungkin bisa sebanyak itu."
Sebelum aku membalasnya sebuah ketukan telah terdengar dari pintu masuk atap.
__ADS_1