Membuat Game Di SMA

Membuat Game Di SMA
Chapter 62 : Hasil Dari Kerja Keras


__ADS_3

Aku bertemu dengan Ayana yang datang bersama pengawalnya dan kemudian Aura juga. Selang beberapa menit para peserta mulai bergiliran maju, satu orang akan menjelaskan dan satu orang lagi membantu dengan komputer dan proyeksi.


Setelah tujuh perwakilan selesai kini giliran kelompok Michan yang naik bersama seorang pria berkepala plontos.


"Kamu pasti bercanda, apa aku tidak salah melihatnya."


"Jelas sekali," balasku pada Aden.


Alih-alih membuat game seperti biasanya, perusahaan Michan lebih terlihat pada pengembangan VR. Gamenya bisa dimainkan dengan cara seperti itu yang membuat siapapun yang mencobanya akan masuk ke dalam permainan.


Memerlukan helm serta sarung tangan di kedua tanganmu maka kamu bisa melakukannya dengan mudah. Untuk pilihan gamenya sendiri ia memberikan Ten In One, artinya dalam satu game ada 10 permainan yang bisa dimainkan oleh player dan masing-masing durasi bisa diselesaikan 5 jam.


Rasanya dia kembali menjadi saingan kami yang terberat.


Tepuk tangan membanjiri semua orang dan kini merupakan giliran aku dan Aden yang naik.


Di atas panggung aku memulai dengan memperkenalkan nama perusahaan kami dan game seperti apa yang kami buat, Aden mulai menunjukkan tampilan awal dari game kami yang membuat semua mata tertegun.


"RPG Galaxy, tergantung pemainnya ia bisa memilih bagaimana gaya bertarung yang dia inginkan, sama seperti game RPG lainnya sistem level di sini merupakan hal terpenting karenanya pemain tidak bisa begitu saja melewatkan monster di setiap perjalanannya."


Aku mulai dengan pernyataan tersebut kemudian ke latar cerita dan juga tempat-tempat luar biasa yang menjadi titik utama.


Tidak hanya cerita utama kami juga memberikan cerita sampingan yang bisa dipilih oleh pemain. Setiap karakter yang menunjukkan skill ultimate akan menampilkan animasinya bersama pengisi suaranya.

__ADS_1


Itu membuat orang terdiam.


Apakah yang aku buat kurang bagus.


Albert bertepuk tangan kemudian disusul Bu Nanase dan kemudian lainnya. Itu mengejutkanku.


"Berapa lama game ini bisa diselesaikan?"


"Tergantung pemainnya untuk alur cerita utamanya 48 jam, sementara ditambah misi sampingnya itu menjadi 73 jam, itu hanya penghitungan saat aku bermain."


"Game yang sangat menjanjikan."


"Terima kasih banyak."


Aku hanya bisa menunggu saat seorang juri mulai mengumumkan pemenangnya.


Kurasa juara dua tidak akan buruk, ketika aku memikirkannya nama perusahaan kami yang bernama perkumpulan SMA telah disebutkan.


Aku terdiam tidak mempercayainya.


"Serius?_


"Kamu terlihat tidak senang," kata Aden sementara yang lain telah melompat-lompat gembira.

__ADS_1


"Bukannya harusnya Michan."


"Dari segi grafik kita memang kalah namun dari segi lainnya kita berada di atas, VR memang sangat menjanjikan namun pemain harus berdiri untuk memainkannya dan terkadang itu membuat player jatuh atau sebagainya, akan aman dimainkan jika itu game kita ditambah dengan alur cerita yang luar biasa.. semua orang bisa lebih menikmati hal itu."


Analisa Aden mungkin tepat, Michan berkata di dekatku.


"Haha kurasa itu benar kita hanya beda tipis jika kami memaksimalkan satu game kurasa akan berbeda sayang sekali game yang sudah kami menangkan di tahun lalu tidak boleh dimasukan kembali di tahun sekarang, dan juga aku tidak berpikir kalian akan melakukan hal sejauh ini, kami mengaku kalah namun jika kita bertemu lagi kami tidak akan mengalah lagi."


Aku bisa membayangkan hasilnya.


Aden menimpali.


"Itu perkataan dari orang yang akan kalah berturut-turut."


"Entahlah, aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan."


Tepuk tangan kembali bergemuruh saat kami masing-masing mendapatkan penghargaan.


"Kalau begitu mari kita foto bersama."


Bu Nanase menawarkan hal demikian, saat ia menyetel kamera dan berlari ia agak tersandung hingga aku menahannya di tanganku sebelum bunyi bip terdengar.


Fotonya kurasa jadi tidak sempurna.

__ADS_1


__ADS_2