Membuat Game Di SMA

Membuat Game Di SMA
Chapter 29 : Undangan Dari Televisi


__ADS_3

Tahap pembuatan game telah mencapai 15 % untuk bagian awal, aku di ruangan kerjaku bersama Aden yang terus fokus pada komputernya.


Uang 100 juta tidak kami pakai melainkan disimpan agar jika ada sesuatu yang buruk kami akan bisa mengembalikannya, dari awal kami tidak menerima uang di awal meski demikian itu juga cukup membuat kami percaya pada costumer.


Game pertarungan tidak terlalu membutuhkan suara, hal ini tidak terlalu menyulitkan.


Aku mendapatkan email masuk dari Alexia dan ketika mengkliknya itu menampilkan pose seorang gadis dengan pakaian sexy yang menonjolkan banyak kulit terbuka.


Aden mengintip dari belakang.


"Jika ini dipublikasikan tamat nyawa kita."


"Jelas sekali."


Aku mengiriminya email balasan, sebenarnya jarak kami berdekatan jadi aku pikir hal seperti ini tidak perlu dilakukan.


"Ini cuma gambar yang aku buat dengan iseng, untuk game tidak akan jadi seperti ini."


Aku merasa lega.


Rin masuk ke dalam ruangan kerja dan ia memberikan rangkuman dari buku yang di tulisnya. Tiap karakter memiliki ciri khas alih-alih aku yang melakukannya aku lebih suka jika penulis aslinya yang melakukannya agar terlihat original.


"Maaf memintamu untuk melakukan ini."


"Tidak masalah, aku sudah menghafal semua karakternya."


"Aku senang mendengarnya."


"Ngomong-ngomong Tora, bolehkah aku membantu untuk membuat latar background nya."


"Soal itu?"


Yang dimaksud Rin adalah Battle Arena berdasarkan bukunya.


Aden meletakan tangannya di pundakku.


"Aku pikir kau sesekali harus lebih bergantung pada orang lain, sama seperti sebelumnya kau sakit karena memaksakan dirimu sendiri paling tidak biarkan orang-orang di dekatmu membantumu."

__ADS_1


Aku tertawa kecil sebelum beralih ke arah Aden dan Rin yang kebingungan.


"Yah kurasa kau benar, tolong lakukan itu Rin."


"Dengan senang hati."


Rin keluar dengan wajah senang.


"Apa yang kau lihat?"


"Aku tidak menyangka mendengar perkataan seperti itu darimu."


"Berisik, aku hanya tidak ingin kau mengacaukan kerja keras kami."


"Apa sekarang kau menganggap game tidak membosankan?"


"Aku sedikit lapar sebaiknya aku menyeduh mie rebus."


Dia mencoba melarikan diri.


"Tolong dua."


Aku kembali ke layar komputerku dan mulai mengerjakan pekerjaan untuk hari ini, sebuah pesan masuk ke ponselku.


(Berjuanglah, semangat dengan emoticon imut.)


Aku tidak tahu harus menanggapi pesan seperti ini dengan cara apa, jadi aku hanya membalas.


(Baiklah)


(Kirim aku emoticon)


(Ogah)


Dari balik pintu sosok adikku mengintip dengan tatapan menakutkan.


"Kakak mendapatkan pesan dari siapa, semenjak kakak mengenal mereka aku tidak diizinkan melihat ponsel kakak."

__ADS_1


"Bukannya seharusnya seperti itu. Privasi."


"Terserahlah."


Ada sedikit perubahan yang ditampilkan oleh adikku sekarang, dia tidak terobsesi dengan gothic lolita lagi melainkan mengenakan gaun pada umumnya.


Ia berjalan ke belakangku lalu merangkul leherku.


"Jadi bagaimana pekerjaan kakak?"


"Lancar, kurasa kita bisa menyelesaikannya sesuai jadwal."


Aden lewat di belakangku dengan mie rebus di kedua tangannya, selagi mendesah pelan.


"Tolong jangan sampai bermesraan di tempat ini, aku tidak suka melihatnya."


"Usaha bagus tapi aku tidak terpancing dengan perkataanmu."


"Kakak dan adik sama saja."


Dia menyodorkan mie rebus pesananku.


Itu mengejutkanku bahwa dia melakukannya, aku pikir ia tidak akan membuatnya.


"Terima kasih, kupikir kau tidak akan membuatnya untukku."


"Makan saja."


"Hubungan kalian berdua sangat dekat, apa kalian berdua memiliki hubungan spesial."


Terkadang pemikiran adikku sangatlah ekstrim.


Seolah mengingat sesuatu Tiara melepaskanku.


"Aku menemukan ini di kotak surat, sepertinya tv ingin mewawancaraimu kakak, mereka meninggalkan nomor ponsel juga."


"Tv yah, Aden bisakah kau yang melakukannya?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, kau pemimpinnya apa kau lupa?"


Lambat laun kurasa aku memang harus menghadapi hal seperti ini. Seorang siswa SMA membuat game jelas akan menarik perhatian banyak orang.


__ADS_2