Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
21 ayah dan anak


__ADS_3

nyonya Ratna yang merasa pusing dengan pertanyaan bertubi-tubi dari para teman arisannya memutuskan memanggil Farrel untuk mencari tau kebenarannya


Farrel yang saat ini disibukkan dengan Mega proyeknya sedang melakukan survey lapangan untuk memeriksa kualitas air di tanah itu


"kualitas air disini bagus pak" ucap salah satu pekerjanya sambil memperlihatkan air yang keluar dari sumur bor tersebut terlihat jernih


"ya dan yang lebih penting aku ingin sumur bor yang tidak terlalu dalam namun tetap memiliki kualitas air yang bagus, aku akan mengubah skema tanah dan menjadikan lahan ini sebagai sumber air untuk semua bangunan disini" ucap Farrel sambil menulis dicatatannya


"apa itu artinya hanya ada satu sumur bor saja pak " pekerja itu tampak bingung


"iya aku hanya akan membuat satu sumur bor karena terlalu banyak sumur bor itu tidak bagus untuk alam, kita akan membuat penampung air raksasa dan juga membuat resapan yang mirip resapan air pegunungan dengan batuan alam untuk menjaga kualitas air tetap bagus saat di tampung " ucap Farrel sambil menggambar skemanya


pekerja tersebut sangat kagum dengan pola pikir Farrel


hape Farrel berdering itu telpon dari ibunya


📞iya mah


📞Farrel nanti pulanglah kerumah ada yang harus dibicarakan


📞tidak bisa aku sibuk


📞ini penting Farrel pokonya pulanglah


📞iya udah oke


ucap Farrel lalu menutup telpon


"anak itu dia bahkan tidak mengucap salam perpisahan" nyonya Ratna menggelengkan kepala


tak terasa waktu menunjukan pukul 5 sore Farrel pun pulang kerumah ibunya yang membutuhkan waktu 2jam perjalanan dari tempatnya bekerja


saat sampai dirumah, ibunya nyonya Ratna sudah menunggu di depan pintu seolah tak sabar untuk segera bicara


Farrel turun dari mobil lalu menyalimi ibunya


di dalam rumah ibunya membantu Farrel membuka jasnya lalu menyuruh ART untuk mengambilkan air minum untuk farrel


setelah duduk dan minum ibunya mengambil hpnya lalu menunjukan foto pada Farrel, foto Farrel dengan dua gadis yang berbeda

__ADS_1


"apa magsud dari foto foto ini Farrel?"


Farrel memperhatikan foto itu yang disana juga tertulis kalo Farrel sedang dekat dengan kedua gadis tersebut


"tunggu itu kan,,,kenapa tulisannya aku dekat dengan mereka" Farrel heran


"jadi kamu tidak dekat dengan mereka" nyonya Ratna lebih heran


"tentu saja tidak mah,,aku hanya tidak sengaja bertemu" ucap Farrel jujur


nyonya Ratna tampak berpikir


"sudah cukup lama Natasya tidak berkunjung kerumah,,apa yang sebenarnya terjadi pada hubungan kalian?"


"kami sudah putus mah" jawab Farrel seadanya


"ap,,apa"nyonya Ratna kaget


"kalo memang seseorang tidak bisa bahagia dengan kita maka kita harus mengikhlaskannya untuk bahagia bersama orang lain" Farrel memijat keningnya, entah mengapa saat membahas Natasya kepalanya tiba tiba pening


"tapi bukannya kamu sangat mencintai dia" nyonya Ratna terlihat bingung dengan keputusan anaknya


nyonya Ratna diam mematung ada banyak pertanyaan kenapa Farrel mengambil keputusan itu padahal Farrel bisa menikahi Natasya kalo dia mau kerja sama dengan ayahnya


pintu rumah tiba tiba terbuka ternyata orang yang dipikirkan nyonya Ratna pulang tuan Angga diikuti supirnya yang membawa paket daging steak


"oh pa,,papah pulang" nyonya Ratna menyapa dengan kaget


"iya" ucap tuan Angga sambil melihat kearah Farrel yang duduk di sofa


supir lalu menyerahkan paket daging steak pada nyonya Ratna


"masak itu dengan benar" titah tuan angga pada nyonya Ratna


nyonya Ratna mengangguk lalu ke dapur


tuan Angga menatap dan tersenyum sinis pada Farrel


tuan Angga menghampiri Farrel

__ADS_1


Farrel yang menyadari tuan angga berdiri dihadapannya mendongakkan wajah saling pandang dengan tuan Angga


"kenapa kau melihatku seperti itu" ucap tuan Angga tidak suka tatapan lurus Farrel


"bukankah harusnya aku yang bertanya kenapa papah menghampiri ku lalu memandangku" ucap Farrel datar


"kau ini dimana sopan santunmu kau bahkan tidak menyapa papahmu hah,," tuan Angga geram


"oh jadi papah mendekat kesini karena ingin kusapa" ucap Farrel lalu meminum airnya


tatapan tajam tuan Angga mulai marah


"baiklah selamat datang dirumah papah,,kalo begitu aku permisi dulu" ucap Farrel dengan sopan lalu meraih jasnya dan beranjak pergi


"hei kau tunggu" ucap tuan Angga dengan nada tinggi


Farrel berhenti berjalan dan melirik ke arah ayahnya


"aku tidak ingin ribut pah,,aku kesini karena dipanggil mamah" Farrel melanjutkan langkahnya


"hei saran untukmu kalo kau datang ke rumahku sebaiknya kau jaga sopan santunmu kalo tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu" ucap tuan Angga dengan angkuhnya


farrel sangat kesal mendengar ucapan angkuh ayahnya


"dan saran untuk papah berhenti makan daging kalo tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada badanmu mau sampai kapan tergantung pada obat penurun darah tinggi itu" ucap Farrel menggeleng kan kepala lalu pergi meninggalkan rumah


"anak itu" mata tuan Angga membelalak tidak habis pikir


nyonya Ratna menghampiri tuan Angga


"pah sebentar lagi steaknya matang" ucap nyonya Ratna lembut


"aku tidak jadi makan steak habiskan saja olehmu" ucap tuan Angga sangat kesal sambil beranjak pergi


"ap,,apa,," nyonya Ratna heran


"sebenarnya apa yang terjadi" batin nyonya Ratna heran


 

__ADS_1


__ADS_2