Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
54 bagai laut dan pasir


__ADS_3

Natasya mengirimkan alamatnya kepada Mona


Keesokan harinya Mona mengambil cuti selama 2 hari, karena ternyata Natasya ingin bertemu dijakarta perjalanan Garut Jakarta sangat jauh ditambah lagi badan yang akan kelelahan


Mona menaiki bis menuju Jakarta, saat dalam perjalanan pikiran Mona bercampur aduk "apa yang harus aku lakukan" batin Mona


saat Mona sudah sampai jakarta dia beristirahat sebentar di warung makan setelah merasa cukup, mona langsung mencari alamat pertemuannya dengan Natasya, ternyata Natasya mengajak bertemu di pantai Ancol yang terkenal dengan keindahannya


Mona sampai di pantai Ancol namun anehnya pantai itu terlihat sepi tidak ada pengunjungnya Waktu menunjukan pukul 3 sore ,saat itu hp Mona berdering itu adalah telepon dari Natasya Mona pun mengangkatnya , meski Mona mengangkatnya Mona tidak bicara begitupun dengan Natasya,


📞 kamu lihat jembatan yang menuju ke laut kan , datanglah ke sana


Akhirnya Natasya berbicara juga


📞iya


Natasya langsung menutup teleponnya


Mona berjalan diatas jembatan yang yang diminta Natasya ,dari kejauhan di ujung jembatan itu nampak Natasya yang berdiri menghadap laut


Mona berjalan mendekati Natasya


saat sudah dekat dengan Natasya Mona menghentikan langkahnya, Natasya yang menyadari Mona ada dibelakangnya membalikkan badan menghadap Mona ,saat Natasya membalikkan badannya rambut Natasya yang tersapu angin laut tampak begitu indah menyempurnakan wajah Natasya yang cantik

__ADS_1


"cantik sekali, dia terlihat seperti peri " batin Mona


Kini Mona dan Natasya saling berhadapan


Natasya memakai blezer berwarna krem membuat kulit putih cerahnya terlihat semakin bersinar aura mahal mewah dan fashionable seperti itulah Natasya terlihat


Mona memakai blezer berwarna abu kebiruan warna yang menyerupai laut terlihat cocok dengan kulit Mona yang putih bersih ,meskipun kulit Mona tidak secerah kulit Natasya namun tidak dipungkiri Mona terlihat menawan dan lebih muda dari usianya


"apa benar dia 9 tahun lebih tua dari Farrel" batin Natasya


kedua orang itu saling bertatapan seolah tenggelam dalam pikiran masing masing


"pasti kamu bertanya tanya kenapa tidak ada pengunjung lain di tempat ini kan" Natasya memulai pembicaraan


"aku menyewa tempat ini untuk berbicara denganmu supaya tidak diganggu orang yang mendengarkan pembicaraan kita" Natasya berkata seperti itu untuk menunjukkan kastanya


Mona menundukkan wajahnya


"sepertinya dia mengerti dimana posisi kastanya" batin Natasya senang


"tidak perlu bersedih aku sudah tau kondisimu yang kurang mampu" Natasya terang terangan


Mona menatap Natasya

__ADS_1


"padahal kamu sangat cantik tapi ucapanmu sangat buruk" ucap Mona


"lalu kenapa kamu tak suka" Natasya mendekati Mona dan memelototkan matanya


"padahal yang kukatakan adalah fakta tapi kamu tak terima" ucap Natasya lagi sambil menyilangkan tangannya


"apakah aku bilang aku tak terima, tidak kan aku hanya bilang wajahmu cantik tapi ucapanmu buruk bukankah itu juga fakta, tapi kelihatannya yang tidak suka dan tidak terima adalah dirimu" ucap Mona dengan santai


"ap,,apa" Natasya tampak kesal


"kini aku mengerti kenapa mamahnya Farrel sangat membencimu" ucap Natasya mengintimidasi


Mona mengerenyitkan dahinya


"baiklah langsung saja ke intinya, mamahnya Farrel Tante Ratna sudah tau kalo Farrel menikahimu untuk menyelamatkan imagemu pernikahanmu dan Farrel adalah sebuah kepura-puraan dan kamu tau Farrel anak siapa,,?" Natasya dengan penuh emosi dia lalu mengeluarkan sebuah foto majalah di tasnya


foto tuan Angga Pratama Wijaya pebisnis handal dengan aset miliaran rupiah


Mona kaget melihat foto tuan Angga yang di majalah itu tertulis tuan Angga masuk kedalam 10 pebisnis sukses yang berpengaruh


"ya ampun ternyata Farrel anak konglomerat" batin Mona sangat terkejut


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2