Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
42 tertangkap


__ADS_3

orang yang mengawasi Farrel sadar kalo Farrel mendekatinya sontak dia langsung berlari kabur


"woi tunggu" Farrel pun mengejar orang itu


Mona refleks langsung memeluk Nathan melihat Farrel mengejar seseorang


seseorang yang sedang berlari itu kalah cepat dengan Farrel membuat dirinya tersusul dan akhirnya tertangkap oleh Farrel


"siapa kau" Farrel marah mencengkram kerah Hoddle orang itu dan tangan kanan seolah mau memukul


"tenang tenang Farrel" orang itu langsung gugup dia langsung membuka Hoddle nya dan melepas kacamatanya


Farrel langsung terkejut melihat orang dibalik Hoddle tersebut


"Tante niki" ucap Farrel


"iya Farrel ini tantemu,,oh oh lepaskan tanganmu" ucap Nikita


Farrel melepas cengkeramannya


"oh,, ya ampun kamu sangat mengerikan kalo marah" ucapnya lagi


"jadi selama ini Tante yang mengawasi ku dan memberitahukan nya pada mamahku" ucap Farrel to the points dan kesal


"itu,,itu,," Nikita melihat ekspresi Farrel yang kesal


"ponakan ku jangan salah faham, mamah mu hanya ingin memastikan kalo kamu tidak salah jalan" ucap Nikita menenangkan agar Farrel tak kesal

__ADS_1


"apa salah jalan" Farrel semakin kesal


"alasan macam apa itu" batin Farrel


"iya aku tau apapun alasannya yang kulakukan adalah salah maafkan aku" ucap Nikita


Farrel memalingkan muka


"aku sudah dewasa seharusnya kalian tidak melakukan tindakan seperti ini terhadapku" Farrel tidak habis pikir


"Farrel maafkan lah mamah mu, semua yang dilakukan mamah mu semata mata demi kebaikanmu, mamah mu hanya ingin kamu hidup dihargai oleh..."


"demi kebaikan siapa, demi dihargai siapa aku tidak mengerti yang aku tau hanya sedikit orang yang memberi kebaikan pada orang yang tak berharta dan bila seseorang menghargai karena harta, aku tak bisa memanipulasi pikiranku dengan mengatakan bahwa mereka orang baik"


Nikita terdiam mendengar ucapan Farrel


"kasih sayang yang tulus itu adalah kasih sayang yang diberikan saat kita tidak memiliki apapun,,aku mohon mulai sekarang jangan turuti kemauan mamah untuk mengikutiku" ucap Farre dengan wajah sedih lalu meninggalkan Nikita


"ya ampun sebenarnya apa yang telah kulakukan" batin Nikita


@@@@@


keesokkan harinya tampak Nikita di bandara Soekarno-Hatta sepertinya dia pulang lebih cepat, hpnya berdering itu adalah telpon dari nyonya Ratna


📞iya nyonya


📞 bagaimana ini apa benar kamu sudah pulang, kalo kamu pulang sekarang siapa yang mengawasi anakku

__ADS_1


nyonya Ratna kesal


📞aku mengerti tapi sepertinya aku mencintai keponakanku lebih dari uang,


📞apa magsudmu


📞aku ketahuan saat sedang mengawasi dan dia berbicara padaku dengan wajah sedih, jadi aku tidak akan mengawasinya lagi, aku tidak ingin membuatnya sedih, sudah ya nyonya aku tutup telponnya


tuuuttt


"bahkan aku harus memanggilnya nyonya saat berkomunikasi di daerah umum, maafkan tantemu ini Farrel " batin nikita


"apa apaan dia itu, oh ya ampun apa yang terjadi pada Niki ,dia yang biasa gila uang kenapa menjadi lembek begitu" nyonya Ratna memijat kepalanya yang pusing


nyonya Ratna menjadi resah gelisah karena dia sekarang tidak mendapatkan berita tentang Farrel lagi


"apa yang harus kulakukan " batin nyonya Ratna, dia nampak berpikir


@@@@@@


beberapa hari telah berlalu Farrel dan Mona sudah pulang dari liburan di Bali


mereka sekarang sedang berkumpul di rumah Mona


Nathan nampak tertidur di tengah tengah Farrel dan Mona


"apa Mba mau mobil, bagaimana jika kubelikan mobil warna kuning alpukat warna kesukaan Mba" ucap Farrel

__ADS_1


"apa" Mona kaget mendengar ucapan Farrel


-------""""""""


__ADS_2