Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
40 mau tak mau


__ADS_3

Farrel terdiam mendengar permintaan ibunya


"kalo mamah sudah tau dia Mona anak Bu Risa kenapa mamah masih ngotot minta aku ninggalin dia bukankah mamah tau mereka itu orang baik'' jawab Farrel


''ini bukan masalah baik atau tidaknya ini masalah pantas tidaknya apakah kamu ingin mempermalukan keluarga besarmu'' nyonya Ratna tak habis pikir dengan sikap Farrel


''lebih baik mamah pulang saja'' ucap Farrel


''tidak Farrel kamu tidak bisa menganggap remeh masalah ini, lagian apa susahnya sih meninggalkan dia bukankah kamu juga tidak mencintainya dan menikahinya hanya karena kasihan, sekarang sudah cukup pengorbananmu tinggalkan dia'' nyonya Ratna kesal


''gak segampang itu mah, Mona dan anaknya masih butuh aku , dan aku akan tetap disamping mereka selama mereka membutuhkan ku''


nyonya Ratna membuang nafas kasar mendengar pernyataan putranya


''apa kamu tau sekarang ada dua artis yang menyukaimu secara terang-terangan, kamu sekarang gampang dikenal di publik, kalo publik tau kamu menikahi janda mau di taruh dimana muka keluarga besar papahmu, kamu tau kan papahmu sangat menjunjung tinggi harga diri apa kamu bisa bayangkan bagaimana marahnya dia'' nyonya Ratna sangat marah karena Farrel begitu keras kepala


Farrel tidak menjawab hanya memalingkan wajahnya saja


''setidaknya kamu harus ingat kamu menjadi bisa sekolah ke perguruan tinggi dan mengambil hasilnya itu berkat siapa, setidaknya kamu harus berterima kasih dengan tidak mempermalukan keluargamu'' ucap nyonya Ratna dengan nada rendah

__ADS_1


Farrel sangat sedih dan kecewa mendengar ucapan ibunya


"ada banyak cara menolong orang Farrel tapi tidak dengan cara mempertaruhkan kehormatan keluargamu, jangan pernah akui pernikahan ini dan segera tinggalkan wanita itu sebelum papahmu mengetahuinya" tegas nyonya Ratna lalu meninggalkan Farrel


Farrel diam membisu di satu sisi dia tidak tega meninggalkan Mona dan anaknya disisi lain omongan ibunya ada benarnya juga , Farrel sangat kecewa dengan belenggu yang mengikatnya Farrel pikir setelah dia bisa mandiri belenggu itu akan terlepas tapi ternyata belenggu itu tetap mengikatnya kemanapun


@@@@@


keesokkan harinya ini adalah hari pesta peletakan batu pertama proyek yang dipimpin Farrel banyak tamu undangan yang hadir disana tamu undangan itu adalah orang-orang yang diundang khusus oleh tuan Riswan selaku pemilik proyek ada tuan Angga dan fariq begitupun Hansen


Hansen memasang tawa yang dipaksakan dan itu semakin membuat tuan Angga riang gembira


"Farrel setelah ini selesai pulanglah ke rumah" ucap tuan Angga dengan senyum


"kenapa harus pulang kerumah memangnya dirumah ada apa" ucap Farrel sambil memicingkan mata


"ada apa,,ada apapun yang kau mau hahaha" ucap tuan Angga lalu tertawa


"apapun apanya" Farrel acuh

__ADS_1


"bagaimana kalo kita pesta daging steak Wagyu" saran tuan Angga


"nanti darah tinggi papah kumat lagi" Farrel cuek


"hahaha benar benar bagaimana kalo pesta sampanye" ucap tuan Angga


"papah sudah terlalu tua untuk minum banyak" Farrel datar


"iya ya benar juga hahaha" tuan Angga lagi lagi tertawa


"kalo begitu kita kita bikin jagung bakar, jamur bakar sayur bakar atau apapun yang bisa dibakar juga boleh hahaha'' tuan Angga riang gembira sekali


"apaan sih ini bapak bapak gak jelas" batin Farrel


''hahaha..''dan tuan Angga tidak berhenti tertawa gembira


"aku ingin bertemu Mona dan Nathan ya tuhan kenapa rasanya berat sekali jika harus meninggalkan mereka" batin Farrel


-----"""""""

__ADS_1


author lagi bingung nih kalo para pembaca ada di posisi Farrel apa yang akan kalian lakukan????


__ADS_2