Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
66 yang tak terduga


__ADS_3

Mona nampak mencari blazernya untuk di cuci namun dia tidak menemukannya , dan alangkah terkejutnya Mona saat menemukan blazernya beserta seluruh pakaiannya sudah tergantung diruang jemuran,Mona meraba pakaiannya sudah hampir kering dan juga sangat wangi, dan disana juga tergantung pakaian dalam Mona


"siapa yang mencuci semua pakaianku,,ah Farrel siapa lagi kalo bukan dia dirumah ini kan tidak ada ART" ucap Mona sambil menutup mukanya merasa malu


"kenapa sampai harus mencuci pakaian dalamku juga,,anak itu" Mona benar-benar merasa malu


Kemudian Mona menyetrika pakaian nya setelah selesai Mona mencuci tempat makan bekas sarapan lalu mandi setelah Mona selesai mandi dan berdandan Mona membereskan pakaian bekas tidurnya untuk dibawa pulang setelah itu dia membereskan tempat tidur,


bel pintu rumah berbunyi , Mona lalu bergerak membuka pintu


"perkenalkan nama saya Jennie ,saya adalah asisten yang dikirim tuan muda untuk mengantar anda" ucap Jennie


"tuan muda" batin Mona yang kaget ternyata Farrel punya panggilan seperti itu oleh para asistennya


"oh begitu silahkan masuk ,,saya akan bersiap -siap dulu" ucap Mona kemudian


"baik nyonya" ucap Jennie sambil mengangguk sopan


Setelah Mona selesai bersiap mona dan Jennie pun berangkat


"apa anda yang akan menyetir mobilnya mengantar saya ke garut?" tanya Mona karena tidak melihat supir


"iya nyonya sayalah yang akan mengantar anda"


"ap,,apa ya ampun anda keren sekali padahal anda perempuan tapi sangat kuat" ucap Mona sangat takjub


"bukan apa-apa nyonya" ucap Jennie datar


"oh ya ampun kenapa aku sangat senang ya mendengar dia memujiku baru kali ini ada orang yang mau mengakui kemampuanku, tidak seperti orang itu" batin Jennie sambil mengingat kakaknya Jimmy


Mona ingin menelpon Farrel untuk pamit tapi mengingat Farrel saat ini sedang rapat Mona takut mengganggu Mona pun memutuskan untuk mengirim pesan saja


📨 aku sudah berangkat ,aku tidak menelponmu karena takut kamu sedang sibuk


Send


Tidak ada balasan


sementara Farrel yang sedang sibuk rapat mendapatkan notifikasi pesan dari mona masih terus melanjutkan persentase nya


saat sedang dalam perjalanan tiba-tiba ban mobil disebelah kiri bagian belakang bocor

__ADS_1


"oh ada apa ini" ucap Mona yang merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya


"sepertinya ban mobil kita bocor nyonya, saya akan menepi dulu dan memeriksanya" ucap Jennie


Kemudian Jennie menepikan mobilnya dan memeriksanya,ternyata benar ban belakang mobil itu bocor karena terdapat paku besar yang menancap


"nyonya saya akan menelpon tukang bengkel untuk membantu mengganti ban mobil, sementara itu bagaimana jika nyonya menunggu sambil beristirahat di cafe itu" ucap Jennie yang merasa khawatir jika nyonyanya terlalu lama menunggu


Mona melirik ke arah cafe yang di tunjuk oleh Jennie lokasinya tidak jauh dari lokasi mobil mereka


"baiklah kalo begitu aku akan menunggu disana dan anda juga beristirahatlah jangan terburu-buru perjalanannya masih jauh"


Jennie mengangguk


Mona memasuki cafe tersebut , kemudian Mona memesan segelas capuccino ice cream untuk membuang gerah


Mona melihat foto Nathan di hpnya Mona merasa rindu padahal baru sehari tidak bertemu


Tiba-tiba


"oh bukankah ini si gadis kecil, kamu tumbuh jadi perempuan yang sangat cantik" ucap seseorang


"oh Miss,, Miss Jessica" ucap Mona kaget


"lama tidak bertemu" ucap Miss Jessica yang sudah fasih bahasa Indonesia meski masih berlogat bule (Miss Jessica merupakan perempuan bule asal Prancis)


"iya lama sekali" ucap Mona sambil berdiri dan mereka saling berpelukan


Lalu


"Hansen kemarilah lihat siapa yang bertemu denganku" ucap Miss Jessica pada anaknya yang baru memasuki cafe


Hansen melihat ke arah ibunya


"Dad siapa perempuan yang sedang bersama mommy " tanya Hansen pada ayahnya tuan Sigit yang berada di sampingnya


" i don't know son tapi wajahnya familiar seperti Daddy pernah bertemu dengannya" jawab tuan Sigit


Hansen dan tuan Sigit menghampiri Mona dan Miss Jessica


"selamat sing Mr" sapa Mona ramah

__ADS_1


tuan Sigit mengangguk sambil memperhatikan dan mengingat


"oh bukankah kamu anak gadis yang waktu itu" tuan Sigit akhirnya ingat


Mona hanya tersenyum


"Hansen apa kamu ingat dia adalah sister yang dulu membantumu saat kamu hampir diculik berkat dia kamu berhasil kembali ke pelukan kami" ucap Miss Jessica


"oh dia sister" ucap Hansen seperti kaget tidak menyangka dia akan bertemu sister yang dulu menolongnya


Dan Mona juga kaget tidak menyangka anak kecil mungil yang dulu ditolongnya sudah jadi lelaki yang tinggi dan tampan


"baiklah ayo kita duduk dan makan bersama". Ucap Miss Jessica


Hansen ingat betul bagaimana dulu mereka bertemu


Saat itu Hansen dan keluarganya berlibur ke Garut mereka mengunjungi wisata jaket kulit domba Garut ,Hansen yang terlahir prematur memiliki tubuh yang lebih kecil dari anak seumurannya meskipun umurnya waktu itu 6tahun tapi tubuhnya seperti anak berumur 4tahun, Hansen yang terlepas dari pengawasan pengasuhnya tersesat saat berada diantara banyak orang, Hansen yang mencari orangtuanya malah berada semakin jauh dengan orang tuanya dan lagi waktu itu Hansen belum bisa berbahasa Indonesia, Hansen memasuki sebuah gang sambil menangis lalu ada penculik yang mendekatinya,penculik itu melihat kiri kanan dan saat merasa aman penculik itu langsung menggendong Hansen, Hansen tidak keburu menjerit karena mulutnya langsung ditutup oleh tangan si penculik ,lalu dari sudut gang Hansen melihat Mona sedang berjalan (saat itu Mona masih memakai seragam sekolah SMP dan baru pulang kerja kelompok) sontak Hansen langsung menggigit tangan si penculik dan berteriak


"help me, I was kidnapped" teriak Hansen


Mona yang sedikit mengerti bahasa inggris langsung mencari arah suara , dan Mona kaget melihat lelaki bertubuh tinggi besar sedang menculik anak lelaki , Mona melihat kesana kemari berharap ada orang untuk dimintai tolong tapi karena tak melihat siapapun Mona memungut balok kayu yang ujungnya terdapat tonjolan paku yang ditemukan dipinggir gang lalu dengan hati-hati Mona mengikuti lelaki itu saat sudah dekat dengan sekuat tenaga Mona memukul kepala lelaki itu dengan balok yang ada tonjolan pakunya


Lelaki itu terhuyung kesakitan darah mengucur dari kepala lelaki itu, saat lelaki itu akan menurunkan Hansen dan mau menyerang Mona dengan sekuat tenaga Mona memukul lagi kepala lelaki itu darah lelaki itu semakin banyak dan badannya terhuyung Hansen yang terlepas berlari ke arah Mona ,Mona langsung menggendongnya kemudian berlari keluar dari gang ,saat sudah di jalan raya Mona melihat polisi lalu lintas sedang menertibkan jalan lalu dengan segera Mona menghampiri polisi tersebut meminta tolong dan menceritakan semuanya, lalu nampak penculik itu keluar dari gang Mona langsung menunjuk saat polisi melihatnya penculik tersebut sudah masuk ke dalam mobilnya tapi polisi tersebut mengingat plat no kendaraannya dan polisi tersebut segera menghubungi rekannya untuk mengejar mobil pelaku


Hansen menangis ketakutan, sementara Mona gemetaran karena untuk pertama kalinya Mona memukul orang sekuat tenaga sampai berdarah-darah


Hansen terus menangis


"don't cry everything is fine" ucap Mona berusaha menenangkan bocah yang sedang menangis di gendongannya


Hansen menatap Mona, Hansen juga merasakan badan Mona yang gemetaran


"don't be afraid I Will frotect you" ucap Mona pada Hansen yang terus menatapnya lalu memeluk Hansen lagi dan mengusap kepalanya untuk menenangkannya


setelah itu polisi tersebut memfoto Hansen dan Mona kemudian menyuruh satpam menyuarakan kepada turis-turis apakah merasa kehilangan anak


Miss Jessica dan tuan Sigit yang sedang panik mencari Hansen mendengar pemberitahuan tersebut langsung menghampiri satpam, saat satpam tersebut memperlihatkan foto Hansen dan Mona Miss Jessica langsung senang dan mereka pun dipertemukan


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2