
Setelah selesai makan bersama dengan keluarga Miss Jessica mereka saling berpamitan
Mona mengantar keluarga Miss Jessica sampai mereka naik mobil kemudian Miss Jessica dan Mona saling melambaikan tangan
Bertepatan dengan melajunya mobil keluarga itu asisten Jennie datang menghampiri Mona
"mobilnya sudah selesai nyonya" ucap asisten
"oh,,ya baiklah" ucap Mona sedikit kaget karena tidak tau kapan Jennie datang
Dan merekapun melanjutkan perjalanan
Saat dalam perjalanan pikiran Mona berkecamuk, dia tidak tau harus bagaimana menyikapi sikap Farrel, di satu sisi jika dirinya bersama Farrel maka kehidupan keluarga Farrel akan kacau dan yang paling Mona takutkan, takut Farrel dan keluarganya rusak imagenya dan jadi bahan cemooh "mereka berada di dunia yang berbeda denganku" batin Mona ,tapi disisi lain jika Mona meninggalkan Farrel maka Mona sama saja dengan Natasya yang meninggalkan Farrel disaat Farrel sangat berharap
"aku harus bagaimana keduanya tidak bagus untuk Farrel" batin Mona
Tiba-tiba hp Mona berdering dan itu adalah telpon dari Andi
📞iya hallo
Jawab mona
📞aku kerumah kakak dan kata ibu kakak ke jakarta,apa itu benar?
📞iya benar aku kejakarta
📞ada apa Kakak ke jakarta , terus aku juga melihat rumah kakak akan di jual, sebenarnya ada apa?
Andi penasaran sekaligus khawatir
📞aku tidak bisa menjelaskannya di telpon ,saat bertemu nanti akan ku jelaskan
📞kalo begitu kapan kakak pulang?
📞aku sedang dalam perjalanan mungkin agak sore baru sampai
📞 kalo begitu aku tunggu dirumah bersama ibu
,📞 baiklah
Ucap Mona lalu Andi menutup telpon
Saat dalam perjalanan Mona merasa mengantuk, dia pun tertidur
Beberapa jam kemudian
"bangun nyonya" ucap asisten dengan sopan
"aku ketiduran" ucap Mona tidak menyangka dirinya tidur selelap itu
"iya nyonya ini sudah sampai" ucap asisten lagi
"apa,,!!sudah sampai" Mona melihat jam tangannya waktu menunjukan pukul 03:05 sore
"iya nyonya"
__ADS_1
Mona melihat sekeliling ternyata memang sudah sampai rumahnya
"ayo anda juga ikut masuk kedalam ,anda harus beristirahat"
"apa tidak apa-apa nyonya"
"tentu saja" ucap Mona sambil tersenyum
"sepertinya aku sedikit tidak nyaman memanggilmu anda, biasanya Farrel memanggilmu apa?"
"tuan Farrel memanggil saya asisten Jen"
"apa aku boleh memanggilmu dengan sebutan yang sama"
"tentu saja nyonya, nyonya juga silahkan menggunakan bahasa yang lebih santai" ucap asisten Jen
"wah kamu ternyata benar-benar keren" ucap Mona sambil mengacungkan 2jempol
asisten Jen hanya tersenyum
"ya ampun kamu sangat cantik saat tersenyum" ucap Mona jujur
"nyonya jangan bicara begitu" ucap asisten Jen tersipu sambil menutup muka dengan kedua telapak tangan
"ayo asisten Jen" ajak Mona
Asisten Jen pun mengikuti
saat Mona berjalan menuju rumah Nathan berhambur keluar menyambutnya
Mona membentangkan tangan saat Nathan berhasil menggapainya Mona mengangkat Nathan seolah Nathan terbang di awan
"aku rindu ibuku"batin asisten Jen yang melihat adegan yang mengharukan itu
Mona pun menggendong Nathan menuju rumah diikuti oleh asisten Jen
Bu Risa dan Andi berdiri di depan pintu
"siapa yang bersama mona" batin Bu Risa
"perempuan itu bukankah adiknya asisten Jim kenapa perempuan mengerikan itu ada di sini" batin Andi yang langsung merasa ngeri melihat wajah jutek asisten Jen
Andi punya riwayat jelek dengan asisten Jen
Saat itu Farrel baru mendirikan perusahaan desain interior ,sebagai bentuk perayaan Andi datang ke perusahaan Farrel membawa sate Madura dan SOP buah
"selamat sore pak Farrel" ucap Andi formal dan sopan
"jangan formal begitu bro disini gak ada orang" ucap Farrel tertawa entah mengapa dia selalu merasa lucu jika Andi sedang bersikap formal begitu
"sungguh" ucap Andi sambil tengok sana sini
"wuih bro lihat nih sate Madura kesukaan kita tambah SOP buah mantap kali kan" ucap Andi langsung tengil
Farrel dan Andi langsung menikmati hidangan tersebut, lalu asisten Jen datang untuk memberikan berkas yang tertinggal ,saat asisten Jen sampai didepan pintu yang setengah terbuka
__ADS_1
"kok SOP buahnya manis banget" ucap Farrel
"itu karena didalam SOP buah udah dimasukin temix makanya gulanya dibanyakin untuk menyamarkan rasa kau akan segera mati hahaha" ucap Andi niru-niru sinetron
"apa" ucap Farrel dengan ekspresi ala-ala sinetron
lalu GREPP!!
"jadi anda mau membunuh tuan muda hah" ucap asisten Jen yang langsung menangkap dan memelintir tangan Andi
Rupanya asisten Jen mendengar ucapan Andi di balik pintu
"aduduh sakit" Andi merintih
"tuan muda hubungi dokter biar saya mengamankan dia dulu" ucap asisten Jen serius
"asisten Jen lepaskan dia ini tidak seperti yang kamu lihat kami berteman dan kami sedang bercanda jadi lepaskan dia" ucap Farrel sambil mengusap kening
"padahal seluruh karyawan sudah pulang kenapa asisten Jen masih ada di sini" batin Farrel
"apa,," asisten Jen heran
"maafkan saya" ucap asisten Jen kemudian sambil melepaskan pelintiran nya
"tidak apa-apa ada keperluan apa?" tanya Farrel
"saya mau memberikan berkas yang tertinggal"
"oh baiklah taruh saja di meja, terimakasih asisten Jen"
Asisten Jen hanya mengangguk hormat kemudian pergi
"wajahnya jutek sekali seram" batin Andi
"bercanda,, mereka bercanda ternyata tuan muda bisa bercanda seperti itu aku benar-benar tidak percaya" batin asisten Jen heran karena selama ini tuan mudanya selalu bersikap karismatik dan pendiam
"siapa perempuan itu seram sekali, bagaimana bisa di balik tubuh rampingnya dia punya tenaga sebesar itu" ucap Andi sambil menempel pada Farrel
"hei badanmu gemetaran apa kamu takut pada perempuan itu?" tanya Farrel yang merasakan tubuh Andi gemetaran
"mana ada ini bukan gemetar"
"lalu apa"
"ini kedinginan efek SOP buah yang kebanyakan es" kelak Andi
Dan Farrel hanya tertawa
"aku memanggilnya asisten Jen dia adiknya asisten Jim sama-sama lulusan taekwondo sabuk hitam meski terlihat jutek dan acuh tapi kinerjanya sangat bagus"
"ya ampun" ucap Andi sambil membayangkan duo kakak beradik yang sama-sama memiliki wajah jutek
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1