
nyonya Ratna di acara arisan sosialita semakin di sanjung ditambah bu Dina istrinya pak Riswan selalu memuji Farrel sebagai anak muda berbakat dan pekerja keras, ibu ibu sosialita disana semakin ingin menjodohkan anaknya ,dan Bu Wika hanya bisa menahan kesal
pak Riswan sedang melakukan rapat dengan sejumlah perusahaan untuk proyek pembuatan rumah sakit ada Hansen dan ayahnya tuan sigit dan juga ada Fariq dan tuan Angga serta perusahaan lain mereka lalu melakukan persentase desain bangunan rumah sakit seperti biasa rancangan desain Hansen berhasil memenangkannya dan hal ini tentu saja membuat tuan Angga marah dia mati Matian menahan amarahnya sambil menatap tajam Fariq
"baiklah terima kasih semuanya dan saya meminta maaf untuk desain yang tidak terpilih" ucap tuan Riswan setelah mengumumkan pemenang tunder
terlihat wajah kecewa pemilik perusahaan yang tidak terpilih
"maaf pak Riswan untuk tunder desain perumahan elit kapan akan digelar?" tanya Hansen "itu adalah tunder yang harus dibuat hati hati karna merupakan proyek yang sangat besar tapi saya yakin saya pasti bisa melakukan yang terbaik untuk tunder itu" lanjut Hansen dengan percaya diri dan hal itu semakin membuat tuan Angga kesal dan malu
saat tuan Angga akan beranjak pergi meninggalkan tempat itu
"itu adalah proyek terbesar yang pernah saya buat karena itu saya sudah mempercayakan desainnya kepada orang yang sangat ahli yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya jadi saya tidak akan melakukan tunder untuk proyek yang ini" ucap tuan Riswan
semua orang disana terkejut bagaimana bisa pak Riswan Tidak melakukan tunder untuk proyek yang sangat besar itu dan siapakah orang yang sangat diakui kemampuannya oleh pak Riswan
"pasti orang itu orang yang sangat jenius dalam desain arsitek sehingga membuat anda langsung menunjuknya" ucap tuan sigit
__ADS_1
"iya dia memang orang yang jenius tiap desain arsitek yang dia buat tidak pernah gagal" ucap tuan Riswan
"orang yang dinilai jenius oleh pak Riswan siapakah dia" batin tuan Angga menjadi penasaran sehingga tak jadi pergi
"o,,oh begitu" ucap Hansen merasa sedikit tertekan "siapakah orang itu kok bisa mendapatkan tunder besar tanpa harus bersaing dulu" batin hansen yang merasa kemampuannya seperti tidak ada apa apanya dibanding orang itu
"siapakah dia pak Riswan?" tanya Fariq penasaran
"dia adalah adikmu Farrel" ucap tuan Riswan
semua orang disana tampak terkejut dan hansen mati Matian menutupi rasa kesalnya dia merasa kalah sebelum berperang dan itu tak dapat diterimanya
"hahaha.." tiba tiba tuan Angga tertawa dan itu membuat Fariq terkejut sambil melihat ayahnya
"ayo kita makan daging steak dan minum sampanye hari ini suasana hatiku sedang bagus hahaha" ucap tuan Angga lagi diakhiri tawa
"ap,,apa" ucap Fariq semakin terkejut bukankah tadi dia kalah dari Hansen tapi tuan Angga anehnya tidak mengamuk malah mengajaknya minum sampanye seolah merayakan
__ADS_1
"apa kau lihat tadi muka si Hansen dan bapaknya hahaha" lagi tuan Angga tertawa
"oh,,jadi karena itu" batin Fariq
"mereka yang begitu percaya diri pasti langsung sakit tertusuk kenyataan hahaha" tuan Angga terus tertawa sepertinya hari ini dia sangat bahagia
sementara itu nyonya Wika sepulang dari Arisan marah marah ke Natasya, Farrel sekarang diinginkan banyak ibu ibu untuk jadi menantu sementara Natasya dengan bodohnya malah melepaskan karena tak tahan dengan perkataan ibunya Natasya mengunci diri di kamar
"berantakan, berantakan semuanya" Natasya sangat kesal
Natasya menjambak rambutnya stress dengan situasi yang menimpanya
"tunggu bukankah Farrel sudah menikah tapi kenapa Bu Ratna membiarkan ibu-ibu itu menjodohkan anaknya, apa jangan-jangan Bu Ratna tidak memberitahukan kabar pernikahan Farrel,aku harus menemui Bu Ratna, aku dan Farrel memang sudah berakhir tapi Farrel menikah saat kami masih berhubungan jadi aku berhak tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap Natasya
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1