
Andi dan Farrel semakin akrab, Farrel juga sudah berteman dengan teman teman Andi
mereka juga kerap bermain kerumah Mona karena ibu Risa akan selalu membuatkan camilan bila Andi datang bersama teman temannya
"nah gitu dong main yang akur baik baik ya" ucap Mona yang baru pulang dari mengirim pesanan dodol ke teman teman sekolahnya
"iya" ucap teman teman Andi yang berjumlah 5 orang salah satunya Farrel
saat itu mereka juga kerap kerumah Mona untuk mengerjakan PR sekolah bila ada kesulitan Mona selalu membantu mereka di luar dugaan ternyata farrel sangat pintar bagaimana bisa salah satu teman Andi yang kelas 4 SD PRnya dibantu oleh Farrel padahal Farrel masih kelas 3 SD
Mona sampai kaget
"hei apa kamu beneran mengerti soal ini" tanya Mona pada Farrel
__ADS_1
"iya Mba aku mengerti"
"oh bagaimana bisa ,kamu kan masih kelas 3 SD" Mona heran
"dulu aku pernah ikut les Mba dan ada pelajaran ini" ucap Farrel jujur
"begitu ya ,,oh kamu manggil aku Mba" ucap Mona
"iya di Surabaya dikampung kakek aku kalo perempuan yang lebih tua dipanggil Mba" Farrel apa adanya
@@@@@@
Farrel bila pulang kerumah sangat sedih karena ibunya yang terlihat frustasi, Farrel selalu menyaksikan ibunya nyonya Ratna menelpon tuan Angga untuk memohon mohon pada tuan Angga ingin kembali karena sudah tidak tahan dengan kehidupannya yang serba kekurangan
__ADS_1
terkadang Farrel bingung dengan ibunya , mengapa ibunya tidak bahagia padahal meskipun saat ini hidupnya serba sederhana dan jauh dari kata mewah Farrel sangat bahagia karena dikelilingi teman teman yang peduli padanya teman teman yang selalu mengajaknya bermain dan bercanda ditambah ada Mona dan bu Risa yang selalu membuatkan makanan dan camilan enak dan terkadang Mona juga suka mentraktir anak anak jajanan mamang, Farrel merasa sangat bahagia dan penuh canda tawa
hingga akhirnya saat Farrel memasuki kelas 1 SMP kepintaran Farrel yang di atas rata rata membuat para guru kagum bagaimana bisa anak kelas 1 SMP bisa mengerjakan soal soal anak kelas 3 SMP dan dengan nilai yang sempurna di semua mata pelajaran tertulis hal itu membuat guru takjub dan mereka akhirnya memutuskan agar Farrel loncat kelas saja menjadi langsung kelas 3 SMP, kabar loncat kelasnya Farrel sampai ke telinga tuan Angga lewat nyonya Ratna , mendengar kepintaran Farrel tuan Angga menjadi kagum dia merasa kepintaran anaknya tidak boleh disia-siakan dan karena itu tuan Angga pun bersedia untuk rujuk dengan nyonya Ratna
nyonya Ratna dan Farrel dijemput oleh tuan Angga untuk kembali ke Jakarta, Farrel sangat berat hati meninggalkan orang orang yang sudah memberinya kebahagiaan namun sebagai anak Farrel tidak punya pilihan dia hanya bisa menangis
"jangan menangis kau ini laki laki jangan cengeng, air mata laki laki itu mahal kau tidak boleh sembarang mengeluarkannya" ucap tuan Angga
Farrel yang saat itu sangat takut pada tuan Angga hanya bisa menurut dan langsung berusaha menghentikan air matanya
sementara itu nyonya Ratna sangat bahagia karena akhirnya dia bisa mendapat kembali semua kenyamanan yang dulu pernah hilang
setelah tinggal kembali dijakarta Farrel hanya disibukan belajar belajar dan belajar semua les yang diharuskan tuan Angga mau tak mau Farrel ikuti, rasa bahagia perlahan menghilang dari kehidupan Farrel ,dan tawa ceria Farrel pun ikut menghilang
__ADS_1
----"""""
...****************...