Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
59 rumah Farrel


__ADS_3

Mona dan Farrel sudah dalam mobil, Mona masih tidak habis pikir kenapa Farrel tidak sayang mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk baju, tas dan sepatu, Mona nampak melamun


"aku dapat miliyaran dari hasil kerja sama dengan pak Riswan, perlahan aku pasti bisa menyamai tuan Angga, mulai sekarang aku akan sering membelikan barang-barang bagus untuk keluarga kecilku" batin Farrel bangga


Farrel melirik kepada Mona, terlihat Mona yang masih melamun


"apa dia masih shock karena harga" batin Farrel yang sudah mengetahui alasan Mona nyaris pingsan


"apa mba baik-baik saja?" tanya Farrel akhirnya


"aku tidak bisa memakai baju itu Farrel harganya benar-benar tidak masuk akal" Mona mengeluarkan unek-unek dalam pikirannya


"mba akan semakin cantik saat memakai baju itu" Farrel malah memuji


"jangan bicara sembarangan hanya perempuan dengan spesifikasi bidadari yang cocok memakai baju itu" Mona kesal


"mba juga seperti bidadari, aku berani jamin mba pasti cocok memakai baju itu" Farrel merayu


Mona memandang Farrel, Farrel malah mengedipkan mata


"darimana kamu belajar berkata manis seperti itu" ucap Mona mulai tersenyum


"darimana ya,,, ya darimana saja boleh" ucap Farrel lalu tertawa


Mona akhirnya ikut tertawa


@@@@


Farrel membawa Mona ke tempat tinggalnya, satpam disana membukakan pintu gerbang , rumah Farrel rumah yang tidak sebesar rumah tuan Angga namun bentuknya sangat artistik membuat seseorang betah untuk tinggal

__ADS_1


Farrel dan Mona turun dari mobil


"rumah ini cantik sekali" batin Mona sambil memandangi rumah Farrel


"aku sendiri yang mendesain rumah ini bagaimana bagus kan" ucap Farrel bangga


"iya sangat bagus dan juga sangat cantik" ucap Mona jujur


Farrel merasa bangga karena Mona menyukai desain rumahnya


"ayo kita masuk" ucap Farrel sambil membawakan barang belanjaan Mona


Farrel menggunakan metode kunci pin untuk keamanan rumahnya , memijit beberapa nomor dan pintu rumah pun terbuka


"wah.. ini seperti rumah yang di TV-TV" batin Mona memandang takjub


"ah,,iya"


Saat dalam rumah Mona memandangi setiap sudut rumah Farrel yang terlihat nyaman


"bagaimana bisa kamu membuat rumah yang bagus dan senyaman ini , seakan semua rasa lelah akan hilang saat sampai rumah" ucap Mona


"ini adalah rumah yang aku buat dengan sepenuh hati dengan membayangkan keluarga kecilku akan tinggal disini nantinya" ucap Farrel jujur


"kini aku mengerti kenapa rumahnya sebagus ini" ucap Mona


Farrel sangat senang mendengarnya


"itu kamarnya ,mba bisa beristirahat disana, jangan lupa jam 8 nanti kita akan makan malam di luar" ucap Farrel sambil menyerahkan barang belanjaan mona

__ADS_1


"iya baiklah"


Mona memasuki kamar yang ditunjuk oleh Farrel dan alangkah terkejutnya Mona, kamar itu penuh dengan aroma Farrel dan juga terdapat pernak-pernik milik Farrel


"tunggu ini kamar Farrel bukan kamar tamu,,kenapa harus kamar Farrel" batin Mona


Mona pun keluar kamar dan mencari Farrel , dan tampak Farrel yang sedang menelpon seseorang


Mona menunggu sampai Farrel selesai menelpon, dan setelah Farrel selesai barulah Mona menghampiri


"Farrel" sapa Mona


"iya" jawab Farrel sambil mengetik di hp nya


"Farrel itu kamarmu kan, sebaiknya aku istirahat di kamar tamu saja"


"oh,,itu sebenarnya disini ada 3 kamar cuma yang satu dijadikan gudang dan yang satu lagi dijadikan ruang kerja" ucap Farrel masih mengetik di hp nya


"apa aku bersihkan saja gudangnya dan tidur disana" batin Mona


"hanya hari ini saja mba beristirahatlah dengan tenang besok mba harus pulang menemui Nathan" ucap Farrel karena melihat Mona bingung mematung


"baiklah terimakasih sudah meminjamkan kamarnya untukku"


Farrel mengangguk


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2