Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
43 tak tega


__ADS_3

"apa"Mona kaget mendengar ucapan Farrel


"bagaimana jika rumah ini di renovasi apa aku buat lapangan basket saja di halaman belakang Nathan harus berolahraga biar punya tubuh yang bagus" Farrel guman guman


Mona merasa heran kenapa Farrel bergumam guman begitu


"berapa kira kira biaya hidup Nathan sampai dia lulus kuliah ,aku harus membuat tabungan pendidikan anak 500 juta ah tidak 700 juta apa itu akan cukup tapi bagaimana jika Nathan ingin punya kendaraan dan bagaimana jika dia berkuliah di luar negeri, aku harus mempersiapkan lebih banyak bagaimanapun juga masa depan harus terjamin biar dia punya bekal ilmu yang cukup agar kuat menghadapi dunia yang keras ini,, aku juga harus memastikan mba Mona dan Bu Risa menjalani kehidupan yang baik, aku harus....."


"Farrel" Mona memotong gumanan Farrel


Farrel seperti kaget dia menatap ke arah Mona


"kenapa kamu bergumam guman begitu sebenarnya ada apa" ucap Mona


Farrel tidak menjawab dia terlihat seperti orang bingung


"mari kita berbicara sebentar" ajak Mona


Farrel pun menurut


Mona membawakan dua gelas susu full cream panas


sementara Farrel duduk menunggu di kursi teras rumah


"sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu cemas begitu" ucap Mona sambil memberikan susu pada Farrel, kemudian Mona duduk


Farrel tidak menjawab hanya menunduk

__ADS_1


melihat Farrel tidak menjawab Mona menarik napas


"dari caramu berbicara kamu seperti harus pergi namun sangat mencemaskan keadaanku dan Nathan bila ditinggal kamu nantinya" ucap Mona mengeluarkan isi pikiran di kepalanya


"mba" Farrel tidak tau harus bicara apa karena ternyata Mona peka sekali


melihat reaksi Farrel sepertinya apa yang dikatakan Mona benar sekali


"sepertinya benar karena itu" ucap Mona


"maafkan aku mba" ucap Farrel dengan mata berkaca-kaca


Mona berdiri lalu mendekati Farrel


"hei anak baik jangan menangis lakukanlah apa yang harus dilakukan aku berjanji aku Nathan dan ibu akan baik baik saja" ucap Mona sambil mengelus lembut kepala Farrel


Farrel hanya terdiam


"mba" Farrel menatap ke arah Mona karena kaget dengan sendawa Mona yang kencang


"oh..maafkan aku,,aku memiliki perut yang memalukan perutku ini tipe yang susah didisiplinkan sekali lagi maafkan aku" ucap Mona lalu beranjak pergi


saat Mona akan memasuki kamar tidur ,farrel tiba tiba berlari mendekatinya dan memeluknya dari belakang


"Farrel" ucap Mona yang kaget


Farrel hanya terdiam sambil membenamkan matanya ke pundak Mona

__ADS_1


Mona yang menyadari bahwa Farrel sedang sedih mengusap lengan Farrel yang memeluknya untuk menenangkannya


@@@@@@


keesokkan harinya Farrel pamit untuk pulang pada Mona Nathan dan Bu Risa


Farrel tampak memeluk Nathan erat sekali dan Nathan yang menangis tidak mau ditinggal pergi ayahnya


"ayah harus bekerja sayang sini sama ibu" ucap Mona sambil mengambil alih menggendong Nathan


"aku pergi dulu" ucap Farrel dengan mata berkaca-kaca


"iya" Jawab Mona yang juga berkaca kaca


Bu Risa yang melihat ekspresi dari Mona dan Farrel


"kenapa mereka terlihat sedih apa terjadi sesuatu " batin Bu Risa


lalu Farrel pun berangkat dengan mobilnya


saat mobil sudah berjalan tiba tiba tangan Nathan terbentang ke arah Farrel "ayah" teriak Nathan sambil menangis ingin ikut


Farrel yang melihat Nathan di kaca spionnya hanya bisa menagis


Mona yang sudah tau kalo Farrel tak lama lagi akan meninggalkannya hanya bisa menahan airmatanya sambil memeluk Nathan


-----""""""

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2