Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
63 gejolak


__ADS_3

Sisi merah dan sisi putih Mona berkelahi dan gejolak dalam diri Mona seperti ingin meledak sementara Farrel terus mendekat


"Farrel!!" ucap Mona agak keras membuat Farrel kaget


"aku tidak bisa tidur dengan baju sebagus ini" ucap Mona tiba-tiba lalu bergegas pergi ke kamar mandi tidak lupa dia membawa bungkusan baju yang dibelinya untuk ganti


Farrel melihat Mona sudah masuk kamar mandi


"padahal aku yang menggoda tapi malah aku yang rasanya mau gila" batin Farrel sambil mengusap wajahnya


"kenapa aku jadi menggebu-gebu begini padahal dengan Natasya saja aku belum pernah merasa seperti ini" Farrel tak habis pikir dengan dirinya , dia lalu teringat dengan sisa pekerjaan di kantornya yang belum selesai


Sementara Mona dikamar mandi segera mencuci wajahnya


"kenapa aku menjadi gila begini ,bisa-bisanya aku pada Farrel,," batin Mona tak habis pikir

__ADS_1


Tiba-tiba Mona teringat ucapan ibunya


"kalian sudah dewasa dan kalian juga suami istri" ucap Bu Risa yang waktu itu kedapatan Mona tidur dengan Farrel


"ternyata benar kata orang tua laki-laki dan perempuan tidak boleh berduaan, aku yang sudah dewasa saja bisa jadi gila begini" Mona melanjutkan mencuci wajahnya , tapi kemudian Mona terbayang-bayang Farrel dengan wajah tampan dan rambut basahnya serta badan indah yang hanya tertutup lilitan handuk membuat gejolak dalam diri Mona timbul lagi


"bisa-bisanya aku terbayang hal seperti itu aku menjadi orang mesum sepertinya aku memang harus memeriksakan diriku ke dokter" batin Mona sambil berusaha menenangkan dirinya


Setelah berganti pakaian Mona keluar dari kamar mandi ,ada perasaan canggung dalam diri Mona untuk bertemu Farrel padahal sebelumnya Mona belum pernah merasa secanggung itu


Mona berjalan pelan menuju tempat tidur lalu merebahkan badannya memunggungi Farrel, Farrel yang sedang disamping Mona nampak sibuk dengan pekerjaannya


"hari ini melelahkan" batin Mona matanya mulai mengantuk dan tak lama kemudian Mona tertidur


Farrel yang sudah selesai dengan pekerjaannya nampak menggeliatkan tubuh merenggangkan otot yang pegal lalu berbalik ke arah Mona dan memperhatikan punggung Mona kemudian Farrel mendekatkan badannya, Farrel memperhatikan wajah Mona lalu merapikan rambut yang menghalangi pipi mona ,kemudian untuk pertama kalinya Farrel mencium kening dan pipi mona

__ADS_1


"aku sayang banget sama mba aku cinta banget sama mba aku takut kehilangan mba, aku pernah menyayangi seseorang tapi aku belum pernah sangat takut kehilangan seperti ini ,aku akan berusaha mengatasi keluargaku, kita akan menikah secara resmi, dan aku berharap suatu saat nanti mba akan memandangku sebagai lelaki dan mencintaiku seperti aku mencintai mba" batin Farrel sambil terus menciumi kening dan pipi Mona


Mona yang tertidur lelap menjadi bangun karena Farrel terus menciuminya, awalnya Mona merasakan seperti mimpi namun saat sadar bibir Farrel sedang menempel di keningnya Mona jadi tau Farrel sedang menciumnya


"Farrel" ucap Mona refleks berbalik


"stttt,,sudah malam tidurlah lagi besok harus pulang menemui Nathan malam ini mba harus beristirahat" ucap Farrel sambil memindahkan kepala Mona ke pelukannya,


Farrel memeluk Mona penuh kasih sayang dengan tangan mengusap lembut rambut Mona, seolah sedang menidurkan


"hari ini Farrel kenapa ,kumohon jangan seperti ini , kalo kamu begini aku akan kesulitan saat kita berpisah nanti" batin Mona


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2