Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
57 ayo


__ADS_3

Farrel masih melongo memandangi Mona


"sudah sore ayo" ucap Mona yang membuat Farrel tersadar


"ah,,i,,iya" ucap Farrel


Mona berjalan perlahan kedepan sementara Farrel yang melihat Mona berjalan membelakanginya malah terdiam , dia seakan teringat saat dulu Natasya berjalan membelakanginya dan meninggalkannya tanpa sadar mata Farrel berkaca-kaca membayangkan jika suatu saat dirinya dan Mona harus saling meninggalkan


"apakah mba akan memandang ke belakang atau akan tetap berjalan ke depan dan meninggalkanku" batin Farrel


Mona yang merasa Farrel tidak bergerak sama sekali langsung menghentikan langkahnya


Farrel tersentak melihat Mona yang menghentikan langkahnya teringat akan Natasya yang dulu juga menghentikan langkahnya namun setelah itu Natasya melanjutkan langkahnya meninggalkan Farrel


Berbeda dengan Natasya Mona menghentikan langkahnya lalu memandang kebelakang


DEG!!! jantung Farrel berdegup kencang


"mau sampai kapan kamu disitu apa mau ku gusur" ucap Mona dengan nada kesal


Seketika Farrel tertawa mendengar ancaman Mona


"benar dia orang yang berbeda, dia adalah orang yang setiap keputusannya selalu demi kebaikanku" batin Farrel


Farrel berlari ke arah Mona membuat Mona terkejut terlebih saat Farrel tiba-tiba memeluknya


"hei kamu kenapa" Mona kaget


"mba galak yang menggemaskan" bisik Farrel

__ADS_1


"ap,,apa katamu"Mona heran


"ayo pulang ini sudah sore" ucap Farrel sambil berjalan sok cool dan tanpa dosa


"anak ini" batin Mona kesal


saat dalam perjalanan Mona memandang ke jendela mobil untuk melihat pemandangan kota jakarta


"apa reuninya seru" tanya Farrel yang membuat Mona sedikit kaget namun dengan cepat menutupinya


"iya tentu saja" ucap Mona datar


"aku harus berhati-hati dalam berbicara ingat anak ini lebih cerdas dariku salah ucap sedikit saja maka anak ini akan tau apa yang selanjutnya terjadi" batin Mona memperingati dirinya sendiri


"tapi pantai itu tidak ada pengunjungnya seolah disewa khusus" ucap Farrel lagi


Mona menarik napas menutupi kagetnya


"begitu" ucap Farrel datar


Sebenarnya Farrel merasa Janggal dan ingin menanyakan banyak hal pada Mona tapi melihat ekspresi Mona yang tak nyaman Farrel memilih diam dan memikirkannya sendiri


"itu kita berhenti disitu" ucap Mona sambil menunjuk salah satu stasiun bis


Farrel menghentikan mobilnya di pinggir


"kenapa berhenti disitu" Farrel heran


"aku akan pulang ke Garut naik bis itu" ucap Mona

__ADS_1


"bukankah sudah ku bilang jangan pulang dulu maksa amat sih,,bikin orang khawatir saja" Farrel kesal


"bukan begitu Nathan pasti menungguku" ucap Mona dengan hati-hati


"iya aku mengerti tapi kalaupun mba pulang sekarang sampai ke Garut Pun pasti sudah malam dan Nathan juga pasti sudah tidur" ucap Farrel masih dengan kesal


"benar juga ya harusnya aku jangan buat alasan itu" batin Mona


"aku tidak bawa pakaian ganti pasti akan merepotkan" keluh Mona


"kalo cuma itu masalahnya tinggal beli saja ayo ku antar" ucap Farrel dengan senyum gembira


"tunggu apaan sih kenapa jadi beli baju ya ampun sepertinya aku salah bicara lagi" batin Mona


"tunggu Farrel "ucap Mona pusing sendiri


"tunggu apa lagi berangkat " ucap Farrel dengan semangat


Mona hanya bisa pasrah


Saat dalam perjalanan Mona melihat para pedagang baju di pinggir jalan


"berhenti disitu" ucap Mona


"mba mau belanja disini" Farrel heran


"iya " ucap Mona tanpa ragu


"bukankah setahuku belanja baju itu harus di mall atau butik kan" batin Farrel masih heran

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2