
mona memperhatikan setiap sudut kamar Farrel, kamar yang sangat nyaman dengan nuansa maskulin yang pekat
"sebaiknya aku istirahat sebentar untuk melemaskan punggung" ucap Mona sambil rebahan di tempat tidur
Saat waktu menunjukan pukul 07:01 malam Mona bergegas mandi ,kamar mandi Farrel sudah sangat modern baru kali ini Mona melihat kamar mandi sebagus itu "pasti Farrel sangat kesulitan saat mandi di rumahku" ucap Mona sambil mengingat kamar mandi di rumahnya yang masih bernuansa jaman dulu bak tempat tampung air, gayung dan WC jongkok "tapi dia tidak pernah mengeluh" ucap Mona merasa kasihan pada Farrel
Setelah selesai mandi Mona mengambil baju yang dibelikan Farrel, mona memandangi baju itu ,dia terkesima dengan desain dan bahan baju tersebut "apa aku akan cocok memakainya" batin Mona
Mona pun memakai baju tersebut yang ternyata ukurannya sangat pas di badannya, Mona menghias wajah seadanya dengan sedikit kosmetik yang dia bawa di tasnya, Mona kemudian menuju meja rias milik Farrel ,tidak seperti meja rias milik perempuan meja rias milik Farrel hanya terdapat sedikit kosmetik seperti jel rambut ,parfum ,cream penghilang jerawat, body Lotion, dan tabir Surya, Mona membuka laci rias berharap menemukan sesuatu untuk dipakai di rambutnya dan alangkah senangnya Mona saat menemukan hair dryer dan catok rambut milik Farrel
Saat Mona sedang membuat gelombang di rambutnya dengan catok, Farrel mengetuk pintu kamarnya
"mba sudah jam 8 ayo berangkat" ucap Farrel tidak berani masuk takut Mona sedang berganti pakaian
"tunggu sebentar Farrel" ucap Mona terburu-buru
"sebentar itu berapa lama mba" Farrel tak sabar
"10 menit"
"itu lama bukan sebentar" Farrel menggerutu
"kenapa perempuan kalo dandan kok lama sih" Farrel omel-omel
Saat Farrel masih mengomel karena Mona dandannya lama, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Farrel sangat terkejut saat Mona keluar dari kamarnya
Riasan makeup yang tipis namun sangat pas di wajah mona ditambah rambut bergelombang yang membuatnya semakin cantik dan cocok dengan gaun yang dia kenakan
"cantik sekali" batin Farrel terkesima
__ADS_1
"ayo katanya harus cepat" ajak Mona
"ah,,iya" Farrel tersadar
@@@@@
Saat dalam mobil Farrel selalu berusaha mencuri pandang pada Mona
"hari ini mba mona cantik sekali" batin Farrel
Mereka pergi ke sebuah restoran private, restoran elit yang terjamin keamanannya,di dalam restoran tersebut tidak diperbolehkan mengambil foto, merekam atau mendokumentasikan apapun, hal ini lah yang membuat restoran ini dikunjungi orang-orang penting
Saat sudah sampai Farrel turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Mona kemudian Farrel mengembangkan tangan mengisyaratkan Mona untuk menggandeng lengan dan Mona pun menurutinya
Farrel yang sudah reservasi terlebih dulu melalui telepon langsung disambut hangat oleh pramusaji disana , Farrel dan Mona langsung menuju meja makan yang ditunjukan oleh pramusaji
Farrel menggeserkan kursi untuk mona
Farrel mengangguk
Kemudian pramusaji tersebut memberikan buku menu "bila sudah menentukan menu yang tuan dan nyonya inginkan silahkan memanggil saya" ucap pramusaji ramah tamah
Farrel hanya mengangguk
Setelah pramusaji pergi Mona mulai melihat daftar menu di buku tersebut, lagi-lagi jiwa desa Mona bergejolak melihat daftar harga di setiap menu, bahkan ada set makanan yang harganya 1 bulan gaji Mona
"ini bukan tempat manusia membeli makanan" batin mona
"hei,, porsinya dikit tapi harganya mahal banget ayo kita pindah tempat" bisik Mona pada Farrel
__ADS_1
"tidak apa-apa, ini makan malam spesial, kita makan disini bukan supaya kenyang tapi supaya terlihat keren saja" bisik Farrel pada Mona lalu nyengir
Mona langsung menahan tawa mendengar ucapan Farrel, Farrel pun ikut tertawa entah mengapa Farrel merasa terhibur dengan gejolak desanya Mona
"mba mau pesan yang mana" tanya Farrel
" aku tidak mengenal nama makanan di menu ini jadi pilihkan aku yang rasanya enak saja" pinta Mona
Farrel mengangguk, lalu Farrel memanggil pelayan dan memesan cold appetizer, main course nya pasta kaviar serta desert
Sementara di belakang meja Farrel dan Mona ada reporter yang menyamar sebagai tamu
"kita sedang mengintip selebriti yang katanya sedang selingkuh itu tidak menyangka kita dapat berita yang lain sekali dayung dua pulau terlampaui" ucap reporter wanita
"iya bukankah dia laki-laki yang sedang diperebutkan oleh dua artis yang sedang naik daun itu" ucap reporter pria
"dari caranya berinteraksi tidak seperti teman tapi seperti pasangan seandainya saja kita bisa mengabadikan momen ini" reporter wanita nampak kecewa
"hei kendalikan ekspresi mu itu jangan sampai kita ketahuan" ucap reporter pria
Lalu reporter wanita pura-pura menjatuhkan garpu untuk menguping pembicaraan Farrel dan Mona
"hari ini istriku cantik sekali berjanjilah tidak akan berdandan seperti ini di hadapan laki-laki lain" ucap Farrel, dan Mona hanya tertawa
Reporter wanita langsung tersentak mendengar ucapan Farrel
"ya ampun ini berita besar" ucap reporter wanita , lalu ada pramusaji yang datang untuk mengganti garpu yang terjatuh
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"