Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
64 ciuman selamat pagi


__ADS_3

Farrel dan Mona berpikir mungkin akan susah tidur namun pada akhirnya mereka terlelap dan tenggelam dalam mimpi masing-masing


Waktu menunjukan pukul 06:30 pagi,


"aku kesiangan padahal hari ini ada rapat penting" ucap Farrel yang baru membuka mata dan melihat jam di dinding


Kemudian Farrel menatap Mona yang sedang terlelap di pelukannya "tumben belum bangun biasanya jam segini sudah menyelesaikan pekerjaan dapur" batin Farrel lalu memindahkan kepala Mona pelan-pelan ke bantal


Kemudian Farrel segera meraih hpnya dan menelepon asistennya agar rapat diundur 1jam , setelah itu Farrel bergegas mandi setelah selesai dan berganti pakaian, Farrel bergerak ke dapur untuk membuat sarapan


Farrel membuat roti lapis telur yang dimasak di wajan lalu menambahkan isian keju serta kornet instan tidak lupa Farrel menambahkan saos mayonaise , roti dimasak sedikit coklat tampilannya sungguh menggugah selera


Setelah itu Farrel membangunkan Mona, Farrel berjongkok lalu mencium kening Mona


"istriku cantik sekali" batin Farrel


"sudah pagi ayo bangun" ucap Farrel mengelus pipi Mona

__ADS_1


Mona menggeliat merasakan seseorang terus mengelus pipinya, saat Mona setengah membuka mata, Farrel mendekatkan wajahnya lalu !!cupp!! mencium bibir Mona, Mona yang baru bangun tidur tidak sadar namun setelah Mona mengerjapkan mata beberapa kali


"Farrel apa yang kamu lakukan" ucap Mona yang baru sadar kaget


"itu namanya ciuman selamat pagi" ucap Farrel santai dan tanpa dosa


"ciuman apa,,,??" Mona tak menyangka Farrel akan begitu


"ayo bangun aku sudah membuat sarapan" ucap Farrel sambil nyelonong pergi begitu saja


"kenapa Farrel jadi begitu" batin Mona yang melihat Farrel ke luar kamar


"seperti ada yang ganjil" batin Mona sambil meraba bibirnya, Mona teringat saat dulu dirinya sekeluarga bersama Farrel makan dirumah makan MULIH KA DESA Farrel berkata "aku merasa bersalah menikahi mba tapi gak bisa cinta sama Mba" mona mengingat ucapan Farrel


"tapi sekarang kenapa dia malah berprilaku seperti ini, bahkan terakhir kali kami bertemu Farrel seolah mengisyaratkan akan adanya perpisahan" batin Mona


"sepertinya aku harus bicara padanya bagaimana pun juga pernikahan kami tidak seperti pernikahan orang lain pada umumnya jadi sudah seharusnya ada batasan skinship" batin Mona

__ADS_1


"Farrel bukan anak kecil lagi, aku tak ingin sampai melakukan kesalahan jadi sudah seharusnya untuk saling mengingatkan jika kita sudah berprilaku di luar batas" Mona berusaha tegas pada dirinya sendiri dan juga Farrel,


"aku harus bisa tegas pada diriku sendiri jika aku mudah goyah dan tidak memiliki prinsip maka orang disekitarku akan terluka" ucap Mona sambil mengingat ucapan Natasya "jika kehidupan dan keluarga Farrel menjadi kacau karena Farrel menikahi dirinya" Mona berusaha menenangkan diri


Mona menuju ruang makan yang letaknya dekat dengan dapur nampak Farrel yang sudah berganti pakaian dengan baju kantor stelan jas yang terlihat gentle rambut yang klimis juga disisir rapi pokonya hari ini Farrel paripurna


"Farrel tampan sekali sepertinya tidak ada laki-laki yang lebih tampan darinya kenapa aku baru sadar ya kalo dia Tampan" batin Mona terkesima


"tunggu aku tidak boleh begini" batin Mona lagi


"Farrel" sapa Mona


"sudah datang ayo makan nanti keburu dingin" ucap Farrel sambil menuangkan susu hangat yang di tambah madu


Mona menuruti ucapan Farrel, lalu saat Farrel sudah menyerahkan minuman dan duduk ,Mona mulai memakan sarapannya


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2