Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
65 kejujuran dan ketulusan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan


"hari ini aku ada rapat bagaimana jika mba diantar pulang oleh supir jangan naik bis" ucap Farrel


"sebenarnya aku tidak masalah pulang naik bis tapi baiklah" ucap Mona


"sebenarnya aku juga ingin pulang tapi pekerjaanku sangat banyak dan juga hari ini ada rapat" ucap Farrel sambil mengingat pekerjaan yang semakin menumpuk setelah prosesi peletakkan batu pertama ditambah lagi semenjak Farrel menjalin kerjasama dengan tuan Riswan ada banyak perusahaan serupa yang menginginkan jasa Farrel


Mona tidak menjawab


"Farrel sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan" ucap Mona sambil berdiri mendekati Farrel


"tentang apa"


Mona terlihat ragu-ragu namun dia harus memberanikan diri


"tentang perilakumu,,apa kamu menyukaiku? kamu tau kan kita sudah menikah tapi...."


"iya aku menyukai mba" ucap Farrel memotong ucapan mona


deg!!! Jantung Mona berdetak cepat


"ini tidak mungkin kan" batin Mona


"suka dalam arti...."


"dalam arti seperti laki-laki menyukai perempuan" lagi Farrel memotong ucapan Mona


"aku tidak mungkin mencium mba kalo aku menyukai mba seperti menyukai sodara" ucap Farrel sambil menundukkan wajahnya

__ADS_1


Mona tidak tau harus bereaksi seperti apa mendengar kejujuran Farrel karena Mona mengingat omongan Natasya 'farrel mempertaruhkan nama baik keluarganya jika bertahan dengannya'


"apa mba tidak menyukaiku?" tanya Farrel melihat Mona seperti orang bingung


"aku bukan orang yang pantas untuk kamu sukai, mungkin perasaanmu padaku bukan suka tapi nyaman hanya saja kamu belum bisa membedakannya jadi aku rasa...."


GREB!!! tiba-tiba Farrel berdiri dan memeluk Mona


"aku memang pernah berkata gak bisa cinta sama Mba tapi setelah aku mendalami perasaanku, bahkan di titik tersulit sekalipun aku tidak akan pernah bisa meninggalkan mba" ucap Farrel penuh ketulusan


air mata Mona mengalir mendengar pernyataan Farrel


"kenapa kamu menjatuhkan dirimu dalam kesulitan Farrel" ucap Mona dengan isak tangis


Farrel memandang Mona


"sudah cukup pengorbananmu, kamu tidak boleh mempertaruhkan segalanya hanya untukku, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri jika kamu menjadi hancur karenaku" Mona menangis


Farrel memeluk Mona dan mengusap rambutnya


setelah beberapa saat Mona berhenti dari tangisnya, Mona berusaha menenangkan diri


"aku harus memikirkan cara jika situasinya memburuk" batin mona


"tadi kamu bilang ada rapat kan berangkatlah nanti kamu terlambat" ucap Mona yang sudah tenang


"apa hari ini aku batalkan saja rapatnya dan menemani mba saja" ucap Farrel


"jangan begitu kamu sudah sangat bekerja keras agar sampai ke titik ini, jadi pergilah" Mona membujuk

__ADS_1


"baiklah,, nanti aku akan mengirimkan asisten untuk mengantar mba, selama asisten belum datang mba jangan kemana-mana ya"


Mona mengangguk


kemudian Mona mengantar Farrel sampai Farrel naik mobil , kemudian Farrel membuka kaca mobilnya


"mba sini dulu" pinta Farrel


Mona lalu mendekat


Farrel mengeluarkan uang 10 lembar seratus ribuan


"ini untuk bekal perjalanan" ucap Farrel


"ini terlalu banyak Farrel dan aku masih punya uang, kalo kurang nanti aku minta padamu" ucap Mona


"mba selalu saja begitu" Farrel cemberut


"ja,,jangan marah"


"kalo begitu terima uangnya" pinta Farrel


"ya sudah baiklah" ucap Mona lalu meletakan uang ke kepalanya bukti bersyukur "semoga tuhan mengganti berkali lipat uang yang sudah kamu berikan" ucap Mona lagi


"amiin" ucap Farrel "baik-baik dirumah dan baik-baik diperjalanan nanti ya" pinta Farrel


Mona mengangguk kemudian Farrel pun melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan dan Mona membalas lambaian nya


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2